close
EkonomiFeminisiaSosial Budaya

Ratusan Perempuan Pekalongan Antusias Ikuti Pelatihan Pembuatan Softener PDNA dan HIMAFARSI UMPP

template berita foto warta desa

WARTADESA, PEKALONGAN – Semangat belajar dan berwirausaha tampak jelas dalam Pelatihan Keterampilan Pembuatan Softener yang digelar di Pekalongan, Minggu (19/7/2026). Kegiatan yang lahir dari kolaborasi Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Kabupaten Pekalongan dan Himpunan Mahasiswa Farmasi (HIMAFARSI) Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP) ini sukses menyedot perhatian besar dari masyarakat.

Lebih dari seratus peserta memadati lokasi pelatihan. Uniknya, mereka datang dari berbagai latar belakang yang beragam, mulai dari perempuan muda, ibu rumah tangga, guru TK, mahasiswa, hingga masyarakat umum. Kehadiran peserta yang heterogen ini menjadi bukti nyata tingginya minat kaum perempuan untuk membekali diri dengan keterampilan baru.

Praktik Langsung dan Interaktif

Sejak acara dimulai, suasana ruang pelatihan sudah dipenuhi energi positif. Antusiasme peserta semakin memuncak saat memasuki sesi praktik pembuatan pelembut pakaian tersebut. Mereka tidak hanya duduk mendengarkan teori, tetapi juga terlibat langsung dalam setiap tahapan proses pembuatan di bawah bimbingan tim pelatihan dari HIMAFARSI UMPP.

Setelah sesi praktik rampung, giliran ruang diskusi yang langsung “hidup”. Banyak peserta yang merangsek maju ke depan podium untuk mengamati hasil jadi softener dari dekat. Sesi tanya jawab pun berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan yang dilontarkan kepada pemateri.

Peluang Hemat dan Wirausaha Baru

Rasa penasaran para peserta terlihat dari detail pertanyaan mereka, mulai dari pemilihan bahan baku, detail proses produksi, hingga strategi jika produk ini ingin dikembangkan menjadi ide usaha rumahan. Keterampilan sederhana yang dekat dengan kebutuhan domestik seperti ini terbukti ampuh memantik jiwa kewirausahaan mereka.

Kolaborasi antara PDNA Kabupaten Pekalongan dan HIMAFARSI UMPP ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial belaka, melainkan mampu memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan. Keterampilan yang didapat bisa langsung diterapkan untuk menekan pengeluaran tangga, atau bahkan melangkah lebih jauh menjadi sumber pendapatan baru.

Melalui pelatihan ini, seluruh peserta—baik ibu rumah tangga hingga mahasiswa—membawa pulang modal berharga yang sama: semangat untuk terus belajar, berdaya, dan tumbuh bersama demi mewujudkan perempuan yang mandiri. (Red)

Terkait

[caption id="attachment_1619" align="alignnone" width="960"] Ngiyup. Warga yang memadati bukaan bendung Gembiro terlihat berteduh karena gerimis. (1/11). Foto: Eva Abdullah Ajis/wartadesa Read more

Gogoh iwak ramaikan bukaan Gembiro

Gogoh iwak. perserta lomba gogoh iwak kesulitan menangkap ikan dengan tangan, hal ini menambah keramaian acara Read more

Warga Kesesi tunggu kali asat

Warga sekitar jembatan Jagung memanfaatkan peristiwa dibukanya bendung Gembiro untuk mencari ikan (1/11). Foto: Eva Abdullah Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : PDNAPelatihanperempuansoftener