close
EkonomiFeminisiaSosial Budaya

Bahas Digital Marketing, PDNA Pekalongan Ajak Perempuan Pintar Kelola Konten Jualan

template berita foto warta desa(2)

PEKALONGAN, WARTADESA – Antusiasme tinggi kembali mewarnai sesi kedua Pelatihan Wirausaha Pembuatan Softener yang digelar oleh Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Kabupaten Pekalongan. Bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Farmasi (HIMAFARSI) Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP), pelatihan kali ini membedah strategi digital marketing.

Materi bertajuk “Digital Marketing untuk Dakwah, Organisasi, dan Kemandirian Ekonomi Perempuan” tersebut dibawakan langsung oleh Siti Zahrotul Maqnuzah, Kepala Kantor Layanan PDNA Kabupaten Pekalongan sekaligus Wakil Ketua Departemen Pusat Informasi dan Teknologi (Pusintek).

Ramai Pertanyaan Seputar Akun Jualan

Sejak awal pemaparan, para peserta dari berbagai latar belakang tampak aktif menyimak. Suasana ruang pelatihan menjadi sangat interaktif ketika dibuka sesi tanya jawab mengenai strategi memulai dan mengembangkan pemasaran lewat media digital.

Salah satu pertanyaan menarik datang dari peserta asal Pekajangan. Ia menanyakan dilema yang kerap dihadapi pemula: apakah akun media sosial untuk jualan sebaiknya digabung dengan akun pribadi atau dipisah secara khusus.

Kuncinya Konsistensi dan Variasi Konten

Merespons pertanyaan tersebut, Siti Zahrotul Maqnuzah menjelaskan bahwa sebenarnya tidak ada satu aturan yang mutlak dalam mengelola akun digital. Keputusan tersebut bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan strategi masing-masing pelaku usaha. Namun, ia menggarisbawahi pentingnya menjaga kenyamanan audiens.

“Dalam digital marketing yang dibutuhkan adalah konsistensi. Kontennya juga harus beragam. Jangan hanya berjualan terus, karena bisa membuat orang bosan. Bisa diselingi dengan motivasi, berbagi pengalaman, edukasi, atau konten lain yang bermanfaat,” jelas Siti.

Menurut Siti, jika memilih menggunakan akun pribadi untuk berbisnis, pemilik akun harus pintar-pintar menyusun strategi konten agar tidak monoton. Kunci utama dari digital marketing bukan sekadar menggempur audiens dengan promosi produk terus-menerus, melainkan bagaimana membangun hubungan dan kepercayaan (trust) dengan calon konsumen.

Mendorong Kemandirian Ekonomi Perempuan

Banyaknya pertanyaan yang mengalir dari para peserta menjadi bukti bahwa materi pemasaran digital ini sangat relevan dan dinantikan oleh kaum perempuan yang ingin memulai maupun mengembangkan usahanya.

Melalui pelatihan ini, PDNA Kabupaten Pekalongan mendorong para peserta untuk memanfaatkan media digital secara lebih strategis. Media sosial diharapkan tidak hanya menjadi lapak jualan, tetapi juga ruang untuk berbagi manfaat, mengedukasi, memperluas jejaring, serta mengembangkan potensi diri.

Kegiatan kolaboratif ini menjadi bagian dari komitmen nyata PDNA Kabupaten Pekalongan dalam mendorong kemandirian ekonomi perempuan lewat program-program yang aplikatif dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. (Red)

Terkait
Ratusan Perempuan Pekalongan Antusias Ikuti Pelatihan Pembuatan Softener PDNA dan HIMAFARSI UMPP

WARTADESA, PEKALONGAN – Semangat belajar dan berwirausaha tampak jelas dalam Pelatihan Keterampilan Pembuatan Softener yang digelar di Pekalongan, Minggu (19/7/2026). Read more

Gelar Pelatihan Softener, PDNA Pekalongan dan Mahasiswa UMPP Cetak Perempuan Muda Mandiri Bisnis

WARTADESA, PEKALONGAN – Pimpinan Daerah Nasyiatul ‘Aisyiyah (PDNA) Kabupaten Pekalongan berkolaborasi dengan Himpunan Mahasiswa Farmasi (HIMAFARSI) Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan Read more

Sukses Berdayakan Perempuan Lewat ‘El Chicken’, PDNA Pekalongan Juara 1 Lomba OKP dan Siap Melaju ke Tingkat Provinsi

KAJEN, WARTADESA, 13 Juli 2026 – Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Kabupaten Pekalongan kembali menorehkan tinta emas. Organisasi perempuan muda Read more

Sokong Pengentasan Kemiskinan, Program ‘El Chicken’ PDNA Pekalongan Diapresiasi Pemkab

PEKALONGAN, WARTADESA. – Program pemberdayaan ekonomi El Chicken milik Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Kabupaten Pekalongan sukses meraih apresiasi tinggi Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : digital marketingPDNAperempuan