Kajen, Wartadesa. – Dua jamaah haji asal Kota Santri belum dipulangkan lantaran dalam keadaan sakit. Satu orang masih dirawat di sebuah rumah sakit Jeddah dan satu lagi masih di rumah sakit solo. Rombongan jamaah haji asal Kabupaten Pekalongan hinga saat ini sudah tiga kloter yang pulang. Mereka tergabung dalam kloter 6,7 dan 8.
“Kita berharap dan berdoa bersama agar mereka yang saat ini sedang sakit semoga segera diberi karunia kesehatan sehingga dapat segera berkumpul bersama keluarga” ujar Bupati Pekalongan, AsipKholbihi saat menyambut rombongan haji di pendopo rumah dinas Bupati Pekalongan Kajen, kemarin.
Menurut Asip, dua jemaah haji yang belum pulang, sat ini masih dirawat di rumah sakit. “Dari 963 jumlah jamaah haji Kabupaten Pekalongan Tahun 2018 ini, ada dua jamaah haji yang saat ini belum bergabung dengan keluarga dikarenakan sakit. Dan sedang dirawat dirumah sakit Jeddah dan rumah sakit solo. Kita berharap dan berdoa bersama agar mereka yang saat ini sedang sakit semoga segera diberi karunia kesehatan sehingga dapat segera berkumpul bersama keluarga,” lanjut Asip.
Asip mengucapkan terima kasih dengan diiringi doa kepada para jamaah haji yang baru datang “Doa ini kami pintakan kepada para jamaah haji dikarenakan doa para haji mabrur ini makbul dan banyak dikabul oleh Alloh SWT,” pungkasnya.
Sementara itu, satu jemaah haji asal Kota Pekalongan harus dipulangkan dengan ambulan, lantaran sakit. Mereka tiba bersama 108 jamaah dari kloter 8 di Halaman Sekda Pekalongan. Sedang jamaah kloter 9 tiba hari ini, Jum’at (31/09) pukul 14.00 WIBj.
Jamaah haji atas nama H Rusli harus dipulangkan dengan ambulans karena mengalami sesak nafas. Selain itu, dalam rombongan kloter 9 yang juga terdapat satu jamaah haji yang sakit atas nama Jumitem yang merupakan jamaah haji tertua.
“Ada dua yang sakit. Satu jamaah haji dipulangkan dengan ambulans dari Solo karena memang kondisinya perlu diberikan bantuan. Satu jamaah haji lainnya, sakit karena faktor usia. Sebenarnya dia juga belum diperbolehkan pulang karena masih perawatan dan akan diikutkan dalam kloter selanjutnya. Tapi keluarga menghendaki agar yang bersangkutan dipulangkan,” jelas Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag Kota Pekalongan, Mundakir.
Karena masih dalam kondisi sakit, Jumitem juga akan langsung di rujuk di rumah sakit yang ada di Solo ketika sampai di tanah air. “Langsung dirujuk. Nanti setelah disana akan diserahkan kepada keluarga bagaimana selanjutnya. Yang jelas dari sana memang harus segera dirujuk karena kondisi. Keduanya memang sudah mengalami sakit sejak di tanah suci,” tambahnya. (WD)










