close
semprot

Kedungwuni, Wartadesa. – Ribuan santri yang baru pulang dari  berbagai pondok pesantren di Jawa Tengah dan Jawa Timur disemprot dengan disinfektan untuk mencegah penyebaran virus Korona (Covid-19) Sejak 27 Maret hingga Selasa (31/03) kemarin.  Penyemprotan dilakukan   Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pekalongan melalui Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) bersama Badan Otonom setempat di Posko NU Peduli Pagebluk atau Wabah Covid-19 yang didirikan di Gedung Aswaja, Jalan Karangdowo, Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan.

Selain ‘disterilkan’ menggunakan cairan disinfektan, para santri tersebut juga dicek suhu tubuhnya dan diperintahkan untuk mencuci tangan menggunakan sabun. Sterilisasi juga dilakukan terhadap kendaraan yang mereka gunakan dan barang-barang bawaan dari para santri.

Ketua PCNU Kota Pekalongan H Muhtarom menuturkan kegiatan tersebut menindaklanjuti instruksi dari PBNU kepada semua PCNU agar membuka posko peduli pencegahan virus Korona.  “Para santri yang pulang dari ponpes-ponpes besar di Jateng dan Jatim untuk kita sterilkan mulai dari penyemprotan disinfektan. Kita juga beri edukasi untuk jalankan protokol di rumah tangga, dan berdoa. Intinya memberikan ketenangan pada masyarakat dalam menghadapi wabah ini supaya tidak panik. Beraktivitas seperti biasa, namun tidak sembrono, jadi ada ikhtiar-ikhtiar untuk menghindarinya,” ujarnya.

Muhtarom menambahkan bahwa para satri tersebut pulang dari beberapa pondok di Pati, Ploso, Kediri, Langitan dan Tuban. “Sejak posko ini dibuka kita telah menerima ribuan santri, kita sterilkan di sini dan kita edukasi. Penyemprotan menggunakan disinfektan alami, jadi aman bagi tubuh. Kegiatan ini masih jalan terus, kalau sesuai jadwal sampai dua atau tiga hari ke depan,” imbuhnya.

Para santri sebelum dijemput keluarganya, diminta oleh petugas gabungan untuk turun satu persatu, kemudian dilakukan penyemprotan disinfektan dan cuci tangan. Kemudian diarahkan ke posko untuk pengecekan suhu tubuh sekaligus didata oleh petugas.

Sementara itu pada hari Selasa (31/02) sebanyak 800 santri tiba dari Pondok Pesantren Tegalrejo Magelang, dan Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri. “Dari Ponpes Tegal Rejo Magelang berjumlah 300 an santri menggunakan 6 bus, sedangkan Ponpes Lirboyo Kediri berjumlah 500 an santri menggunakan 9 bus. Jadi total ada 15 bus yang berhenti di posko ini,” ujar Camat Kedungwuni, Sugino yang hadir dalam kegiatan tersebut. (Eva abdullah)

Terkait
Terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, dua anak meninggal

Tirto, Wartadesa. - Dua saudara sepupu terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, Senin (01/01) sekitar pukul 11.35 WIB. Kedua bucah Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : disinfektanSantrisemprot