Warta Desa, Lebakbarang. – Warga Dukuh Silenggak, Desa Kapundutan, Kecamatan Lebakbarang kabupaten Pekalongan, menggelar acara tasyakuran Sedekah Bumi pada hari ini. Acara yang dimulai pukul 09.00 pagi tersebut diisi dengan arak-arakan gunungan hasil bumi yang berkeliling di dukuh tersebut.
Tasyakuran Sedekah Bumi adalah tradisi tahunan yang diadakan sebagai bentuk syukur masyarakat atas hasil bumi yang melimpah. Acara ini dipimpin langsung oleh Kepala Desa Kapundutan, Sugeng, beserta perangkat desa lainnya. Dengan diiringi doa bersama dan harapan, gunungan hasil bumi diarak mengelilingi dukuh sebagai simbol rasa syukur dan penghormatan kepada alam yang telah memberikan berkah.
Kegiatan ini diawali dengan sambutan dari Kepala Desa Kapundutan, Sugeng, yang menyampaikan pentingnya menjaga tradisi dan nilai-nilai kearifan lokal. Dalam sambutannya, Sugeng menekankan bahwa acara Sedekah Bumi bukan hanya sebagai ungkapan syukur, tetapi juga sebagai pengingat untuk selalu menjaga kelestarian alam dan lingkungan sekitar.
“Tradisi Sedekah Bumi ini merupakan warisan leluhur yang harus kita lestarikan. Selain sebagai bentuk syukur, acara ini juga menjadi pengingat bagi kita semua untuk selalu menjaga alam dan lingkungan agar terus memberikan berkah,” ujar Sugeng dalam sambutannya.
Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat. Doa tersebut dipanjatkan sebagai ungkapan syukur dan permohonan perlindungan serta berkah bagi warga Dukuh Silenggak.
Arak-arakan gunungan hasil bumi yang terdiri dari berbagai hasil panen seperti padi, jagung, sayuran, dan buah-buahan menjadi puncak acara yang dinantikan oleh masyarakat. Gunungan tersebut diarak mengelilingi dukuh dengan iringan musik tradisional dan diikuti oleh warga dengan penuh antusias.
Tak hanya itu, acara tasyakuran ini juga dimeriahkan dengan berbagai hiburan tradisional seperti tarian rakyat, dan pertunjukan seni lainnya. Masyarakat terlihat sangat menikmati rangkaian acara yang berlangsung hingga sore hari tersebut.
Dalam kesempatan ini, Sugeng juga mengajak seluruh warga untuk terus bersinergi dalam menjaga dan melestarikan tradisi serta lingkungan. “Semoga melalui acara ini, kita semua semakin erat dalam kebersamaan dan gotong-royong. Mari kita jaga alam kita dengan baik, agar berkah-Nya terus mengalir kepada kita semua,” tambahnya.
Acara tidak selesai di siang hari, malamnya diisi dengan hiburan seni budaya pertunjukan tari-tarian Jawa dan campursari.
Acara tasyakuran Sedekah Bumi di Dukuh Silenggak, Desa Kapundutan ini pun ditutup dengan makan bersama dan pembagian hasil bumi kepada seluruh warga sebagai bentuk kebersamaan dan saling berbagi. Warga berharap tradisi ini akan terus dilestarikan dan menjadi momen penting dalam mempererat kebersamaan serta rasa syukur terhadap alam yang melimpah.(RHD)










