close
EkonomiSosial Budaya

Sepenggal kisah Toko Jasmine, menggelorakan gerakan kemandirian ekonomi pemuda

toko jasmin

Tirto, Wartadesa. – Ekonomi adalah salah satu faktor penting dalam mendukung sebuah pergerakan organisasi, jelas Sekretaris Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Jawa Tengah, Heru Gunawan, Rabu (5/7).

Membangun semangat kemandirian ekonomi dirintis Heru dan kawan-kawan saat masih aktif di Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Wuled Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan pada tahun 2013 lalu.

Saat itu, berbekal semangat dan keyakinan, mereka mendirikan usaha percetakan dan penjualan alat tulis. Untuk mendapatkan modal dari lembaga keuangan syariah, sepuluh pengurus PCPM Wuled menggadaikan BPKB motor yang mereka miliki.

Usaha tersebut berhasil, lalu Heru dan kawan-kawan mengembangkan sayap dengan mendirikan sebuah minimarket dengan nama “Jasmine” yang berarti lambang Pemuda Muhammadiyah (melati).

“Ide awal pendirian minimarket pun dengan mudah diterima kawan-kawan dan hanya dalam waktu dua bulan pengumpulan modal akhirnya sebuah minimarket pun berdiri di Wuled yang merupakan salah satu cabang Pemuda Muhammadiyah di Kabupaten Pekalongan,” jelas Heru.

Berkat kesuksesan tersebut, Heru sering diundang ke berbagai tempat untuk memberikan motivasi kepada pengurus dan kader Pemuda Muhammadiyah di seluruh Jawa Tengah.

Dia juga pernah diundang untuk memberikan motivasi di acara Rembuk Ekonomi Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Jakarta.

“Bahkan Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah memberikan penghargaan kepada minimarket Jasmine sebagai role model kemandiran ekonomi Pemuda Muhammadiyah di seluruh Indonesia,” ucapnya.

Sekarang, Heru menjadi pengurus PW Pemuda Muhammadiyah. Gerakan kemandirian ekonomi yang telah digagasnya tersebut sejalan dengan program ekonomi PW Pemuda Muhammadiyah Jateng.

Karena itu, melalui PWPM Jateng, dia menularkan semangat entrepreneurnya ke daerah-daerah di provinsi Jawa Tengah tersebut.

“Bahkan banyak dari teman-teman di daerah yang datang dan belajar langsung ke badan usaha yang telah dirintis oleh saya dan kawan-kawan Pemuda Muhammadiyah Wuled ini,” lanjut Heru.

Dia berharap gerakan ekonomi dari Pemuda Muhammadiyah Jawa Tengah ini bisa menular ke wilayah lain di seluruh Indonesia. “Sehingga tercipta sebuah kemandiran ekonomi di dalam organisasi,” pungkasnya. (WD, rmol)

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rusak, warga rehab Mushola “Pasar Kebo”

Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

Meneruskan estafet kepemimpinan rating IPPNU Pecakaran

Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Pecakaran, Wonokerto - Pekalongan berlangsung khidmad. (14/10) Foto : Wahidatul Maghfiroh/wartadesa. Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : ekonomi pemudakemandirian ekonomi