Kajen, WartaDesa. – Perayaan Natal di Kabupaten Pekalongan dilakukan secara sederhana. Hanya ibadah, itu saja dibatasi dengan tidak melibatkan anak-anak dan lanjut usia. Demikian disampaikan oleh Pendeta Yusuf dari gereja Karanganyar.
Menurut Yusuf, Natal kali ini tidak ada perayaan Natal Bersama untuk mengantisipasi peningkatan kasus korona di Pekalongan.
“Masing-masing gereja tidak ada perayaan. Hanya ibadah pada gereja Kristen. Itu juga dibatasi, anak-anak dan manula tidak ikut,” ujar pendeta Yusuf.
Yusuf menambahkan, kegiatan perayaan Natal Bersama biayanya dialihkan untuk kegiatan sosial bagi warga gereja yang terdampak Covid-19.
Sebagai upaya meminimalisir persebaran virus korona, dalam ibadah Natal nantinya akan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
“Jemaat dicek suhunya dengan Termogun, disediakan tempat cuci tangan dengan air mengalir, dan seluruh jemaat yang datang dibatasi 40 orang wajib mengenakan masker dan menjaga jarak.” Lanjut Yusuf.
Ibadah Natal di gereja Karanganyar akan dilakukan dua sesi mengingat pembatasan jemaat yang datang beribadah. (Bono)










