Platform media sosial Twitter bakal membekukan puluhan juta akun palsu, mulai hari ini dan seterusnya.
Menurut laporan New York Times, langkah yang dilakukan oleh Twiter tersebut untuk memulihkan kepercayaan penggunanya.
Seperti diketahui, saat ini banyak jasa jual-beli follower untuk mempengaruhi pengikut akun tersebut. Selain itu, banyak akun pengguna palsu yang memanfaatkan pengikut palsu yang diperoleh dari jual-beli follower tersebut.
Penonaktifan akun-akun abal-abal tersebut akan mengurangi jumlah pengikut (follower) sebanyak 6 persen dari total pengguna Twitter saat ini.
Twitter memperkirakan, rata-rata penggunanya akan kehilangan empat pengikut dari daftar pengikut mereka. Namun untuk pengguna Twitter yang membeli pengikut palsu, otomatis akan kehilangan banyak pengikut.
Laporan The Washington Pos menyebut, langkah yang dilakukan oleh Twitter tersebut memangkas 100 ribu pengikut Donald Trump, dan 400 ribu pengikut Barack Obama. (Sumber: Fossbytes)










