Warta Desa, Wiradesa – Keluhan seorang warga terhadap pelayanan Puskesmas Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, viral di media sosial setelah mengaku kecewa lantaran istrinya yang sedang hamil tidak mendapatkan pelayanan sesuai nomor antrian.
Dalam unggahan yang beredar, warga tersebut menyampaikan bahwa istrinya datang lebih awal dan mendapatkan nomor antrian C0001, namun justru tidak dilayani terlebih dahulu. Ia menceritakan bahwa saat tiba di Puskesmas dan mengambil nomor antrian, mereka duduk menunggu di depan bagian pendaftaran sesuai arahan petugas. Namun, saat pemanggilan dilakukan, justru pasien dengan nomor antrian C0002 yang lebih dulu dilayani karena sudah duduk di depan ruang KIA.
“Setelah dipanggil, petugas langsung memanggil dua nomor sekaligus, padahal kami sudah datang sejak pagi dan istri saya nomor pertama. Tapi karena ibu yang nomor dua sudah biasa datang ke situ, dia duduk di depan ruang KIA dan langsung masuk,” tulisnya dalam unggahan.
Kekecewaan warga bertambah karena menurutnya, pelayanan berlangsung sangat lama, dan bahkan setelah pasien nomor dua keluar, dipanggil kembali masuk tanpa alasan yang jelas, sementara istrinya masih belum juga mendapatkan giliran.
“Kami tunggu hampir satu jam lebih. Setelah kami protes, petugas malah menjawab dengan nada tidak menyenangkan, bahkan berkata, ‘Mbaknya mau gantiin saya di sini po?’,” tambahnya.
Karena kecewa dan merasa diperlakukan tidak adil, pasangan ini akhirnya memutuskan untuk tidak melanjutkan pemeriksaan dan pulang.
Keluhan tersebut turut menyoroti rating rendah Puskesmas Wiradesa di Google Maps, yang menurutnya mencerminkan banyaknya masyarakat yang mengalami hal serupa namun tidak sempat menyampaikan ke publik.
“Pantas saja ulasannya buruk, ternyata banyak juga yang mengeluhkan hal sama. Semoga ini bisa menjadi perhatian dinas terkait, agar pelayanan kesehatan lebih manusiawi dan profesional, apalagi untuk ibu hamil,” pungkasnya.
Menanggapi viralnya keluhan tersebut, Plt. Kepala Puskesmas Wiradesa saat dikonfirmasi menyatakan permohonan maaf dan berjanji akan menjadikan peristiwa ini sebagai bahan evaluasi internal.
“Sebagai bahan perbaikan kami dalam layanan, insyaallah beberapa tindakan tegas sudah kami ambil kepada petugas kami sebagai efek jera dan sebagai pembelajaran,” ungkapnya.
Masyarakat berharap insiden ini menjadi perhatian serius pihak terkait, agar pelayanan kesehatan, khususnya bagi ibu hamil, dapat dilakukan secara lebih manusiawi, adil, dan profesional. (Rohadi)










