close
Lingkungan

Waspada Banjir Bandang: Tim Destana Gentinggunung Temukan 4 Titik Longsor di Lereng Gunung Prau

template berita foto warta desa

SUKOREJO – Pemerintah Desa Gentinggunung bersama Tim Desa Tangguh Bencana (Destana) dan Bhabinkamtibmas Polsek Sukorejo melakukan aksi cepat tanggap dengan menggelar asesmen lapangan di lereng Gunung Prau, Sabtu (31/1/2026). Peninjauan ini dilakukan di area atas Desa Gentinggunung, tepatnya di bawah aliran Kali Terong, guna memetakan potensi ancaman bencana bagi warga di bawah lereng.

Hasil Temuan Lapangan

Berdasarkan laporan yang diterima dari pegiat lingkungan pada 29 Januari lalu, tim menemukan sedikitnya empat titik longsoran dengan kondisi yang bervariasi:

  • Longsoran Lama: Beberapa titik teridentifikasi merupakan jejak longsoran yang sudah terjadi sejak kurang lebih dua tahun lalu.

  • Longsoran Baru: Titik lainnya merupakan longsoran segar yang dipicu oleh tingginya intensitas hujan belakangan ini.

Material berupa tanah dan batang pohon terlihat menutupi aliran air serta jalur hutan. Para pemerhati lingkungan dari grup Garda Prau mengungkapkan bahwa karakteristik tebing di kawasan tersebut cukup labil karena didominasi lapisan humus tebal yang tidak terikat kuat ke lapisan tanah padas. Kondisi ini diperparah dengan berkurangnya daya serap air di hulu pasca-kebakaran hutan beberapa tahun silam.

Ancaman Bendungan Alami dan Banjir Bandang

Tim asesmen menekankan bahwa tumpukan material yang menyumbat aliran sungai tidak boleh dianggap remeh. Akumulasi material tersebut berisiko membentuk bendungan alami.

“Jika bendungan material tersebut jebol saat debit air meningkat, hal ini bisa berakibat fatal dengan memicu terjadinya banjir bandang yang mengancam keselamatan warga di area bawah lereng,” tulis laporan tim di lapangan.

Harapan dan Langkah Mitigasi

Kehadiran Bhabinkamtibmas Polsek Sukorejo dalam kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi keamanan serta memberikan imbauan langsung kepada masyarakat. Warga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di sekitar aliran Kali Terong ketika hujan lebat turun.

Saat ini, warga sangat mengharapkan adanya tindakan nyata dari pemerintah daerah untuk segera mengurai material longsoran tersebut. Mitigasi dini dianggap sebagai harga mati guna meminimalisir potensi bencana yang dapat merusak sendi kehidupan masyarakat di sepanjang aliran sungai. ***

Pewarta: Andi Gunawan

Editor: Buono

Terkait
Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

Nasib galian C Pododadi Karanganyar ditentukan Senin depan

Wiradesa, Wartadesa. - Paska unjuk rasa yang dilakukan oleh warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongam, Kamis (11/01) kemarin dan Read more

Laut pasang, Pantaisari terendam

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Kondisi laut pasang (rob) yang tinggi merendam jalan WR Supratman depan Tempat Pelelangan Ikan (TPI/PPNP) hingga Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : gentinggunungsukorejo