close
Layanan PublikPolitikSosial Budaya

21 ribu warga Kabupaten Pekalongan belum rekam e-KTP

Lapak-Adminduk_radar
Lapak Adminduk. Foto: Radar Pekalongan

Kajen, Wartadesa. – Sedikitnya 21.631 warga Kota Santri belum melakukan perekaman e-KTP. Data tersebut turun, setelah pada awal November 2018 lalu tercatat 24 ribu lebih warga belum melakukan perekaman. Hal tersebut membuat Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dindukcapil) Kabupaten Pekalongan membuka Lapak Adminduk dan Ojek Kependudukan.

Menurut Kepala Dindukcapil Kabupaten Pekalongan, Risnoto, warga yang belum melakukan perekaman e-KTP diminta untuk melakukan perekaman sebelum tanggal 31 Desember 2018. Pasalnya, bila lewat dari tanggal tersebut, warga yang berusia diatas 23 tahun akan dinonaktifkan fasilitas kependudukannya, baik saat melamar pekerjaan, ataupun jaminan sosial.

“Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) akan menonaktifkan data kependukukan hingga 31 Desember mendatang, jika penduduk Indonesia yang berusia 23 tahun lebih dan tidak melakukan perekaman data KTP elektronik (e-KTP).” Ujar Risnoto, Jum’at (28/12).

Risnoto berharap agar warga yang belum melakukan perekaman segera melakukan perekaman di Lapak Adminduk yang digelar setiap akhir pekan di tempat-tempat keramaian maupun fasilitas lainnya. “Jangan sampai data dinonaktifkan, karena akses fasilitas sebagai warga negara akan tertutup, baik saat melamar pekerjaan, ataupun jaminan sosial,” lanjutnya.

Layanan Lapak Adminduk yang digelar tiap hari Sabtu dan Ahad dan Ojek Kependudukan menurut Risnoto merupakan upaya mendukung perlindungan hak pemilih dalam pemilu mendatang. “Program ini sebagai upaya mendukung program perlindungan hak pemilih dalam Pemilu 2019 mendatang. Selain itu agar masyarakat Kabupaten Pekalongan tidak dinonaktifkan data kependudukannya,” pungkasnya. (Sumber: Tribun)

Leave a Response