close
reproduksi

Wonopringgo, Wartadesa. – Agak risih juga sih dengernya, disebutin organ reproduksi, trus masa-masa remaja … kadang mimpi basah, tapi karena ini ilmiah dan pengetahuan berharga bagi kita, akhirnya jadi enjoy dan lebih tahu tentang kesehatan reproduksi. Demikian disampaikan  oleh Risna Kharisma, siswi Madrasah Aliyah YMI Wonopringgo Kabupaten Pekalongan, saat mengikuti sosialisasi kesehatan reproduksi remaja, Sabtu (5/11) di Aula SMA Islam YMI Wonopringgo.

reproduksi

Kepala Puskesmas Wonopringgo, dr. Chamim memberikan sosialisasi kesehatan reproduksi remaja di SMA Islam YMI Wonopringgo, Sabtu (5/11). Foto: Buono/wartadesa

Acara yang dipandu oleh Kepala Puskesmas Wonopringgo, dr. Chamim Yuniarno, M.Kes.MH ini berlangsung gayeng. Setidaknya 40 peserta dari SMA dan MA YMI Wonopringo mengikuti acara dengan agak canggung pada awalnya, namun setelah dijelaskan bahwa secara ilmiah, kegiatan ini penting untuk memberi pengetahuan kepada remaja, pentingnya kesehatan reproduksi remaja.

MIs Rukiyah, pendamping dari Puskesmas Wonopringgo menyampaikan bahwa tujuan dari digelarnya sosialisasi kesehatan reproduksi remaja ini adalah untuk mengedukasi siswa, bahayanya pernikahan dini, seks bebas dan pacaran yang kebablasan.

“Pernikahan dini maupun seks bebas yang menyebabkan kehamilan pada remaja, akan membahayakan kesehatan remaja itu sendiri. Ketika seks bebas kemudian lahir anak, maka akan ada kemungkinan, bayi digugurkan atau diterlantarkan. Jika bayi tersebut lahir, kemudian dibesarkan. Maka ibu remaja, rentan terhadap stress. Baik saat hamil maupun ketika dia membesarkan bayinya, akan mengalami beban mental yang panjang.” Ujarnya disela-sela kegiatan.

Usia pernikahan yang diperbolehkan dari dinas kesehatan adalah usia minimal 20 tahun dan berhenti melahirkan saat usia 30 tahun. Tambah Riskiyah.

Kepada remaja yang hadir, Riskiyah berpesan agar remaja tidak melakukan pacaran terlalu bebas, apalagi seks bebas, tidak menikah dini sehingga nantinya terbentuk keluarga yang harmonis dan mengurangi angka perceraian. “Kita menghadirkan minimal 40 siswa, yang diharapkan nanti bisa getok-tular (meneruskan informasi-red.) kepada remaja lainnya tentang kesehatan reproduksi.” Ujarnya. ***(Buono)

 

Tags : Mimpi BasahPacaranPuskesmasReproduksi RemajaSeksSeks BebasSMA Islam YMI WonopringgoWonopringgo