close
desa jepang 5

Warta Desa, Pekalongan, 3 Oktober 2025 – Pembangunan desa wisata ala Jepang di Desa Wonopringgo, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan, kini menuai sorotan. Proyek yang digadang-gadang akan menjadi destinasi wisata baru di tingkat desa tersebut diduga mangkrak dan terbengkalai, meski sudah menelan anggaran cukup besar.

Pada tahun 2022, pemerintah desa setempat mengalokasikan Rp61.938.341 dari Dana Desa untuk pembangunan kolam wisata sebagai salah satu daya tarik utama. Pembangunan fisik kolam tersebut telah rampung. Namun, sesuai kesepakatan dalam musyawarah desa, program wisata ini tidak berhenti di situ. Tahun 2023 ditargetkan ada pembangunan lanjutan dengan biaya tambahan mencapai Rp150.000.000, yang mencakup pengembangan fasilitas pendukung serta sarana untuk mendukung konsep wisata ala Jepang.

Selain kolam, pemerintah desa juga membangun beberapa kios kecil yang disiapkan untuk pelaku UMKM setempat agar bisa berjualan dan ikut merasakan manfaat dari hadirnya kawasan wisata. Kehadiran kios UMKM ini diharapkan bisa menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar.

Namun, kondisi di lapangan saat ini jauh dari harapan. Lokasi wisata tampak tidak terawat: rumput liar tumbuh tinggi menutupi sebagian area, saluran air menjadi keruh akibat kurangnya perawatan, dan akses jalan menuju lokasi bergelombang sehingga menyulitkan pengunjung. Situasi ini menimbulkan kekecewaan masyarakat yang sebelumnya berharap kawasan wisata ini dapat segera beroperasi dan menjadi daya tarik baru bagi Desa Wonopringgo.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Wonopringgo, Slamet Haryato, ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, membantah bahwa proyek ini mangkrak. Menurutnya, pembangunan memang direncanakan secara bertahap dan saat ini masih dalam proses menuju pengembangan berikutnya.

“Itu bangune bertahap. Akhir tahun ini mulai jalan, ini lagi dilanjut agro eduwisata,” jelas Slamet Haryato.

Lebih lanjut, Slamet menambahkan bahwa desa wisata ini ke depan akan dikombinasikan dengan konsep agro eduwisata, sehingga tidak hanya menjadi tempat hiburan, tetapi juga memberikan nilai edukasi terkait pertanian kepada pengunjung, terutama anak-anak sekolah.

Meski begitu, sejumlah warga masih berharap agar pemerintah desa lebih serius dalam melakukan perawatan sementara, agar fasilitas yang sudah dibangun tidak semakin rusak sebelum program lanjutan terealisasi. Mereka juga mengingatkan agar anggaran besar yang sudah dikucurkan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa.

Klarifikasi Kades Wonopringgo

Melalui pesan Whats App, Kepala Desa Wonopringgo, Slamet Haryanto memberikan klarifikasi bahwa bangunan tersebut tidak mangkrak, melainkan masih berjalan.

“Ngapurone yo mas ora mangkrak ra mas, ini juga lagi jalan lanjutan, klo bangunan miniatur rumah jepang selesai baru pembersihan lingkungan,” pesannya.

Haryanto menambahkan, bahwa konsep yang diusung adalah Agro Edu Wisata Kampung Jepang. “Temane kan agro edu wisata kampung jepang, sabar mas maximal bulan nopember rampung desember launching sesuai rencana deseber 2025,” akhir dari pesannya. (TIM)

Terkait
Pembangunan Perpustakaan dan Toilet Baru di SDN 1 Wonorejo, Adukan Pondasi Dikerjakan Manual

Warta Desa, Kajen – Proyek pembangunan gedung perpustakaan dan toilet baru di SDN 1 Wonorejo, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan mulai Read more

Wonopringgo Gelar Upacara HUT ke-80 Bangsa Indonesia di Lapangan Jetak Lengkong

‎Warta Desa, Wonopringgo, 17 Agustus 2025 — Forkopimcam Wonopringgo menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Bangsa Indonesia di Read more

Relawan Buka Posko Pengaduan dan Perlindungan Saksi Korban Karyawan BLUD dan Outsourcing

Warta Desa, Pekalongan, 29 September 2025. - Relawan masyarakat yang dipimpin Bukhairi atau akrab disapa Josbus bersama timnya, resmi membuka Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : desa wisata mangkrakWonopringgo