Pemalang, Wartadesa. – Banyak warga Kecamatan Bodeh Kabupaten Pemalang yang masih buang air besar (BAB) sembarangan. Hanya 70 persen yang sudah mempunyai jamban pribadi. Akibatnya, sumber penyakit banyak terjadi di kecamatan tersebut. Demikian terangkum dalam Mini Lokakarya Lintas Sektoral Konsolidasi Percepatan ODF Kecamatan Bodeh Dan Launching Pekan Aksi Seroja( Semangat Gotong Royong Membangun Jamban), di Balai Desa Kebandaran, Kamis (13/7) lalu.
Kepala Puskesmas Bodeh, dr. Abdurrahman mengungkapkan,”Seroja dibangun oleh Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Kecamatan Bodeh bekerjasama Dinas Kesehatan Kabupaten Pemalang disebabkan karena warga banyak yang belum memiliki jamban, data menunjukkan hanya 70% warga kecamatan Bodeh yang sudah membangunya dan 30% belum mempunyai untuk itu aksi gerakan ini dilakukan,” kata dr. Abdurahman.
Sementara itu Kepala DKK Pemalang yang diwakili oleh dr. Melanie Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat menyampaikan dalam paparannya, “Program seroja sudah sesuai dengan yang ada di dinas kesehatan, sehingga untuk aksinya melibatkan masayarakat di setiap kecamatan, aksi seroja bertujuan untuk membuat warga menjaga kesehatan diri dan lingkungan dengan tidak membuang air besar di sungai atau sembarang tempat oleh karena itu akan dibuatkan jamban bagi warga yang tidak mempunyaiWarga yang tidak mempunyai jamban akan kita buatkan supaya mereka bisa menjaga kesehatan diri,” ucapnya.
Lebih lanjut dikatakan dr. Melani, penyakit yang ditimbulkan dari membuang air besar di sungai itu sangat banyak, sehingga melalui program ini warga diimbau untuk tidak melakukanya lagi apa lagi program ini merupakan intruksi dari pemerintah pusat supaya setiap rumah mempunyai jamban,“Setiap rumah diharapkan sudah mempunyai jamban sendiri-sendiri sehingga tidak membuang air besar disungai lagi,” pungkasnya. (Eva Abdullah)










