close
Sosial Budaya

Antisipasi penyakit rubela, puluhan ribu anak akan divaksin Campak Jerman

rube_lla

Pekalongan Kota, Wartadesa. – Dinas Kesehatan Kota Pekalongan akan memberikan vaksin measles-rubella (MR) kepada 81.424 anak di Kota Pekalongan untuk mencegah penyakit rubela atau campak jerman. Imunisasi akan diberikan kepada anak berusia 9-15 tahun.

“Imunisasi MR akan dilaksanakan pada bulan Agustus dan September 2017. Harapannya, dengan munisasi selama dua tahun, akan mengeliminasi kasus campak dan MR,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan Slamet Budiyanto pada Pertemuan Koordinasi Rencana Pelaksanaan Kampanye Imunisasi Measles Rubella (MR) dan Introduksi Vaksin Baru MR di Ruang Jetayu Setda, Selasa (11/7).

Budiyanto menambahkan, sasaran imunisasi MR pada tahun ini 81.424 anak. Pemberian vaksin akan dilakukan melalui posyandu, TK, SD, dan SMP/sederajat. Terdiri dari  20.441 anak akan diimunisasi di posyandu, 12.221 anak di PAUD/TK/RA, 32.501 anak di SD/MI, dan 16.261 anak di SMP/MTs.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kota Pekalongan Tuti Widayati mengatakan, imunisasi MR akan dilaksanakan di 882 pos. Meliputi 410 posyandu, 239 PAUD/TK/RA, 147 SD/ MI dan 37 SMP/ MTs.

Pemberian vaksin MR ini melibatkan 119 orang, baik tenaga medis maupun paramedis, serta 2.050 kader. Menurut Tuti, pada tahap I (Bulan Agustus), imunisasi MR akan dilaksanakan di sekolahsekolah. Tahap II (September), imunisasi akan dilaksanakan di posyandu.

Ketua Komisi Daerah Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (Kompda KIPI) Kota Pekalongan dr Saefudin Zyuhri SpA menjelaskan, penyakit rubela merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus rubella.

Gejalanya di antaranya demam ringan, bercak kemerahan di kulit, terutama di wajah, lengan, dan kulit kepala mirip campak biasa. Selain itu, ruam hanya 2-3 hari dan hilang sendiri, kemudian pembesaran kelenjar limfe di belakang telinga, leher belakang, dan suboksipital.

Menurut dr. Saefudin, apabila gejala itu terjadi pada anak, hanya menimbulkan gejala demam ringan atau bahkan tanpa gejala sehingga sering tidak dilaporkan. Namun apabila terjadi pada wanita dewasa, sering menimbulkan arthritis (bersifat kronis) atau arthralgia (nyeri pada satu atau lebih sendi).

Jika terjadi pada wanita hamil, terutama trimester pertama, dapat mengakibatkan abortus atau bayi lahir dengan CRS (congenital rubella syndrome) atau sindrom kecacatan pada bayi baru lahir. Kecacatan meliputi kelainan pada jantung dan mata, ketulian, dan keterlambatan perkembangan.

“Ibu hamil terinfeksi di usia kehamilan kurang dari 12 minggu, risiko janin tertular 80-90 persen. Jika infeksi pada kehamilan 15-30 minggu, risiko janin tertular 10-20 persen,” terang dr. Saefudin. (WD, SM)

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rusak, warga rehab Mushola “Pasar Kebo”

Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

Meneruskan estafet kepemimpinan rating IPPNU Pecakaran

Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Pecakaran, Wonokerto - Pekalongan berlangsung khidmad. (14/10) Foto : Wahidatul Maghfiroh/wartadesa. Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : rubelarubella