Karanganyar, Wartadesa. – Bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) di Sekolah Menengah Atas (SMA) dulu SMK Pertanian Yayasan Pendidikan Daerah (Yapenda) Karanganyar Kabupaten Pekalongan disorot oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Merah Putih Kabupaten Pekalongan.
LSM Merah Putih menyoroti bantuan DAK SMA Yapenda Karanganyar Karanganyar, terutama Dana Alokasi Khusus yang terakhir didapatkan oleh SMA Yapenda Karanganyar.
Bantuan DAK tersebut mendapat sorotan tajam dari pengiat LSM, pasalnya dana alokasi yang didapat, dinilai kurang relevan.
Ketua LSM Laskar Merah Putih Kabupaten Pekalongan Moch. Fajari mengungkapkan, “Sekolah itu (SMA Yapenda_red) masih memilki satu ruang kelas kosong dan belum dipakai, kok bisa mendapat DAK untuk dua ruang kelas. Ada apa ini?” Ujar Fajari.
Menurut Fajari, hal demikian kurang efisien, “Menurut saya itu kurang efisien.” Hela Fajari sembari nampak keheranan.
Fajari menambahkan, jika sekolah tersebut menerima bantuan DAK untuk ruang kelas baru, padahal masih ada ruang kelas yang kosong, apakah di Kabupaten Pekalongan tidak ada sekolah lain yang membutuhkan.
“Apakah tidak ada sekolah lain yang lebih membutuhkan terlebih dahulu, sedangkan penerimaan siswa di sekolah tersebut untuk tahun ini hanya 39 siswa baru atau setara dengan satu kelas, misal ada tambahan atau keluar paling hanya dalam hitungan jari” terang Fajari, saat berada di sekolah dekat lapangan bola tersebut.
Sementara pihak sekolah ketika hendak dikonfirmasi terkesan enggan ditemui. Tiga guru/pegawai yang berada di salah satu ruang sekolah tersebut, satu pria dan dua wanita, Rabu (27/9) sekitar pukul 10.00 WIB, ketika ditanya keberadaan kepala sekolah, semuanya kompak mengatakan, “Kepala Sekolah berada di ruang kerjanya, kemudian salah satu dari mereka (Pria) beranjak menuju ke ruang Kepsek. Namun tak lama kemudian pria tersebut keluar dan mengatakan kalau kepala sekolah sedang keluar.” Tutur Fajari. (Eva Abdullah)










