close
Layanan PublikSeni Budaya

MIRIS! Pendopo Lama Kabupaten Pekalongan Terlupakan, Disulap Jadi Lahan Bisnis Sementara Bangunan Sejarah Terbengkalai

IMG-20250804-WA0030

Warta Desa,Pekalongan – Ditengah geliat pembangunan dan modernisasi yang terus berlangsung di Kabupaten Pekalongan, nasib bangunan bersejarah justru semakin terpinggirkan. Salah satunya adalah Pendopo Lama Kabupaten Pekalongan, yang kini keadaannya sangat memprihatinkan. Bangunan yang dahulu menjadi pusat pemerintahan dan simbol kekuasaan lokal itu kini seakan hanya menjadi saksi bisu kehampaan sejarah, dilupakan oleh penguasa dan tidak dipedulikan oleh pihak terkait.

Ironisnya, kawasan sekitar pendopo kini justru dipenuhi oleh aktivitas ekonomi, mulai dari warung, stan makanan, toko-toko kaki lima, hingga tempat parkir komersial. Aktivitas bisnis yang semakin padat di sekitar area pendopo tidak diiringi dengan upaya perawatan atau pelestarian terhadap bangunan utamanya. Pendopo dibiarkan kusam, reyot, dan nyaris tak terawat. Cat tembok yang mengelupas, kayu-kayu yang lapuk, dan atap yang mulai rusak menjadi pemandangan sehari-hari yang mencoreng identitas budaya daerah.

Seorang warga setempat, Bapak Sutrisno (62), yang sejak kecil tinggal di kawasan itu, mengungkapkan keprihatinannya.

> “Dulu pendopo ini menjadi pusat kegiatan adat dan pemerintahan. Sekarang hanya jadi pemandangan yang menyedihkan. Tidak ada lagi jiwa sejarah di sini. Pemerintah seakan membiarkannya hancur pelan-pelan,” ucapnya.

 

Pendopo Lama tidak hanya memiliki nilai historis, tetapi juga nilai arsitektural tinggi sebagai salah satu peninggalan masa pemerintahan kabupaten tempo dulu. Namun, nilai-nilai luhur tersebut saat ini tertutup oleh geliat bisnis yang mengitari kawasan tersebut. Seolah-olah, ekonomi lebih dikedepankan daripada pelestarian warisan leluhur.

Beberapa pemerhati budaya juga menyayangkan tidak adanya langkah konkret dari pemerintah daerah dalam menyelamatkan bangunan tersebut.
“Kalau dibiarkan seperti ini terus, tinggal tunggu waktu sampai pendopo itu benar-benar roboh atau digantikan bangunan lain,” ujar Turadi, pegiat sejarah lokal. “Padahal jika dirawat dan difungsikan dengan baik, pendopo bisa jadi ikon wisata sejarah Pekalongan.”

Tidak sedikit pula yang menilai bahwa pengelolaan kawasan ini hanya berpihak pada kepentingan sesaat. Tanpa ada regulasi ketat, area sekitar pendopo disulap jadi lahan parkir dan kios-kios yang memberi keuntungan instan, tetapi menggerus nilai budaya.

Hingga kini belum ada informasi pasti dari pihak pemerintah daerah mengenai rencana revitalisasi atau pelestarian pendopo. Dinas terkait pun belum memberikan tanggapan resmi atas keluhan masyarakat.

Dengan kondisi seperti ini, masyarakat berharap agar Pendopo Lama Pekalongan tidak hanya dijadikan latar belakang dari geliat bisnis yang kian ramai, tetapi juga dijadikan prioritas dalam pelestarian sejarah daerah. Sudah saatnya pemerintah membuka mata dan telinga terhadap kondisi nyata warisan budaya yang tengah sekarat di depan mata. (Agung Dwi Wicaksono)

 

QR Code

Terkait
Alih Fungsi Pendopo Lama Pekalongan Dinilai Komersial, Abaikan Nilai Sejarah Leluhur

Warta Desa, Pekalongan – Bangunan bersejarah Pendopo Lama Kabupaten Pekalongan kembali menuai sorotan publik. Alih fungsi bangunan yang dulunya merupakan pusat Read more

Muhammadiyah dan Pendidikan: Refleksi di Hari Pendidikan Nasional 2025

Oleh : H. Tjahyono, M. Pd “Orang Islam jangan hanya menjadi penonton dalam arus kemajuan. Kita harus menjadi pelaku, dan Read more

Tren Banyak BMT Kolaps, Muhammadiyah Kajen Pekalongan Ingatkan Semangat Pendirian BT Muhamka

Warta Desa, Pekalongan - Di tengah kondisi banyaknya lembaga koperasi dan Baitul Maal wa Tamwil (BMT) yang kolaps dan tidak sehat, Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : pendopopendopo bupati lawas