close
bumdes

Kajen, Wartadesa. – Bagi warga kota yang terkenal dengan sego megononya membawa oleh-oleh khas Pekalongan saat kembali ke perantauan merupakan kebiasaan saat pulang kampung. Oleh-oleh tersebut selalu diminati warga diluar Pekalongan, karena cita rasanya. Pun bagi pelancong yang kebetulan datang, mereka dapat memperoleh aneka khas oleh-oleh Kota Santri maupun Kota Batik di Desa Gejlig, Kajen, tepatnya Toko Oleh-Oleh Khas Pekalongan yang dikelola oleh BUMDes GIAT.

Disini, penikmat kuliner khas pekalongan akan dimanjakan, lantaran aneka oleh-oleh dibeli langsung dari warga di Kabupaten Pekalongan. “Oleh-oleh yang ada disini kami beli langsung dari masyarakat di Kabupaten Pekalongan. Setelah Toko Oleh-oleh Khas Pekalongan ini, kami merencanakan unit kegiatan dibidang kuliner dan agrowisata,” Kata Fujianto, Direktur BUMDes GIAT, Kamis (23/01).

BUMDes yang baru diluncurkan kemarin ini diharapkan bisa dan mampu mensejahterakan masyarakat karena lokasi Bumdes  sangat strategis, di jalan provinsi, Kajen yang semakin ramai, dengan hadirnya  beberapa perguruan tinggi.

Peluncuran BUMDes GIAT dihadir oleh  Koramil, Polsek dan Camat Kajen serta pihak pemerintah desa, unsur lembaga, RT/RW dan tokoh dan masyarakat Desa Gejlik.

Kades Gejlik Karyo Sunoto dalam sambutanya mememinta do’a restu kepada semua yang berkesempatan hadir dalam kesempatan tersebut. “Saya minta do’a restu kepada saudara-saudara semua atas dibukanya toko oleh-oleh ini. Toko ini dibuat dengan dasar UU No 6 Tahun 2016 tentang Desa, semoga kedepan bisa mengembangkan potensi ekonomi dan kesejahteraaan masyarakat,” kata Sunoto.

Penamaan GIAT, menurut Sunoto merupakan cerminan semangat dan kuat untuk berusaha neningkatkan potensi ekonomi masyarakat. Adapun kepengurusanya terdiri dari dewan komisaris yakni Kepala desa dan BPD, serta dewan direksi dan anggota sejumlah tujuh orang.

“Saya harap ke 7 orang tersebut kedepanya mampu kembangkan potensi Desa gejilk, kita ada 30 Ha tanah milik Desa, silakhan kembangkan untuk potensi peningkatan ekonomi dengan melibatkan ide dari masyarakat tentunya, hasil BUMDes 30% akan masuk ke desa, namun sesuai dengan regulasi kami masih terbatas untuk alokasi pengangaran, gedung ini masih milik desa, Bumdes masih menyewa tapi kedepan akan saya serahkan kepada BUMDes,” ujar Sunoto

Semetara Camat Kajen Agus Purwanto sangat mengapresiasi adanya BUMDes tersebut. ” Saya beri apresiasi yang setinggi-tingginya Kepada Desa Gejlik yang sudah berhasil mendirikan usaha toko oleh-oleh khas pekalongan ini, kami tidak berkeinginan Bumdes ini tidak bisa bertahan lama, saya harap Bumdes ini bisa dan mampu menyejahterakan masyarakat. Bumdes ini sangat strategis karena ada di jalan propinsi, Kajen makin ramai karena sekarang ada beberapa perguruan tinggi, ini bagus dan bisa ditangkap pemeritah desa. Saya harap jangan oleh-oleh saja yang ada disini, bisa ditambah sarana pembayaran listrik, pulsa dan semacamnya,” harap agus. ( Eva Abdullah )

Tags : bumdesoleh-oleh pekalongan