close

Kesehatan

KesehatanSosial Budaya

Ijin usaha akan dicabut jika pengusaha langgar jam malam di Pemalang

jam malam pemalang

Pemalang, Wartadesa. – Bupati Pemalang, Junaedi mengancam bakal mencabut ijin usaha pengusaha yang melanggar aturan jam malam yang akan berlaku mulai 27 Mei 2020 mendatang. Selain itu, bagi warga yang melanggar aturan tersebut bakal terancam sanksi teguran hingga pembubaran paksa.

“Jika dilakukan teguran lisan tidak taat maka untuk pelaku usaha bisa dicabut izin usahanya,” ujar Junaedi, Sabtu malam lebaran (23/05) di Alun-Alun Pemalang dalam acara rapid tes massal.

Diberitakan Wartadesa sebelumnya, Pemkab Pemalang bakal melakukan jam malam selama 14 hari, terhitung sejak tanggal 27 Mei 2020. Setiap warga dilarang melakukan aktivitas di luar rumah mulai pukul 21.00 hingga 04.00 WIB. Jika melanggar, warga akan dikenakan sanksi.

“Jam malam berlaku selama 14 hari. Jika situasi dan kondisi terkait pandemi corona di Pemalang dirasa aman, maka akan dicabut. Namun sebaliknya, jika terus meningkat akan diperpanjang. Untuk itu saya minta masyarakat tetap mematuhinya,” kata Junaedi.

Menurut Junaedi, aturan jam malam terebut telah diputuskan melalui Peraturan Gubernur Nomor 26 Tahun 2020 dan diturunkan melalui Surat Keputusan (SK) Bupati Pemalang Nomor 188.4/308/2020. Sebelum diberlakukan pada Rabu 27 Mei 2020, pemberlakuan jama malam ini akan diawali dengan sosialisasi kepada masyarakat.

Keputusan pemberlakuan jam malam, lanjutnya, diambil untuk mempercepat penanggulangan Covid19 di Kabupaten Pemalang. “Tentu ini sudah melalui berbagai analisa. Semoga saja bisa mempercepat penanganan (Covid 19),” ujarnya. (Eva Abdullah)

Terkait
Terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, dua anak meninggal

Tirto, Wartadesa. - Dua saudara sepupu terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, Senin (01/01) sekitar pukul 11.35 WIB. Kedua bucah Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Longsor, ruas jalan Lebakbarang-Karanganyar tertutup batu

Lebakbarang, Wartadesa. - Akibat hujan yang mengguyur wilayah Lebakbarang, ruas jalan Lebakbarang-Karanganyar, terjadi longsor yang menutup ruas jalan di dua Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Duh! Dua warga Pemalang reaktif Covid-19 setelah rapid tes massal

rapid tes pemalang

Pemalang, Wartadesa. – Dua warga Kabupaten Pemalang dinyatakan reaktif Virus Korona (Covid-19) usai menjalani rapid tes massal di pusat keramaian. Rapid tes massal digelar Sabtu malam (23/05) di Alun-Alun Pemalang, setelah sebelumnya digelar di beberapa pasar tradisional.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Pemalang, Tutuko Rahardjo mengatakan dua orang reaktif Virus Korona dalam tes massal terhadap 110 orang. Keduanya merupakan sampel rapid tes di Pasar Banjardawa dan Alun-Alun Pemalang.

“Ada dua orang yang dinyatakan reaktif berdasarkan hasil rapid test massal. Kita akan lakukan uji swab untuk memastikan apakah kedua warga Pemalang ini positif atau tidak dari virus corona,” jelas Tutuko.

Pemkab Pemalang saat ini melakukan tracking terhadap orang-orang yang berkaitan atau berhubungan dengan kedua warga yang reaktif tersebut untuk meminimalisir persebaran kasus Covid-19 tersebut. (Eva Abdullah)

Terkait:

Rapid tes Pasar Grogolan, dua orang reaktif Korona

 

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Rapid tes Pasar Grogolan, dua orang reaktif Korona

rapid tes

Pekalongan Kota, Wartadesa. – Dua orang terindikasi reaktif Virus Korona (Covid-19) berdasarkan hasil rapid tes di Pasar Grogolan, Kota Pekalongan. Rapid tes digelar oleh Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Pekalongan, Jumat (22/5), kemarin setelah menyasar Pasar Darurat Sorogenen.

Diberitakan Wartadesa sebelumnya, rapid tes massal di Pasar Darurat Sorogenen dengan hasil negatif.

Wakil Wali Kota Pekalongan, A Afzan Arslan Djunaid mengungkapkan, rapid test di Pasar Grogolan menunjukkan dua orang reaktif Covid-19 yang masing-masing warga Batang dan Kota Pekalongan.

“Di Pasar Grogolan dilakukan rapid test secara acak terhadap 57 orang dan hasilnya dua orang reaktif Covid-19. Dua orang itu satu pedagang satu pembeli,” ujar Afzan.

Aaf panggilan akrab Wakil Walikota Pekalongan mengaku sudah berkoordinasi dengan Tim Gugus Batang setelah satu warga Kota Berkembang tersebut reatif positif Korona.

Sementara untuk warga Kota Pekalongan, pihaknya langsung melakukan tracking. “Untuk warga Kota Pekalongan langsung dilakukan tracking riwayat perjalanan dan rencananya besok (hari ini_Sabtu) akan dilakukan tindaklanjut berupa tes swab. Yang bersangkutan juga telah diminta untuk sementara waktu melakukan karantina mandiri di rumah dan membatasi kontak dengan orang lain,” katanya. (Eva Abdullah)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Pemkab Batang bakal gelar tes swab massal di tiga pasar

rapid tes

Batang, Wartadesa. – Paska lebaran, Pemkab Batang bakal menggelar tes swab massal bagi para pedagang dan pengunjung di tiga Pasar Induk Batang. Demikian disampaikan oleh Mukhlasin, Kepala Dinas Kesehatan setempat. Jum’at (22/05).

“Kalau rapid test dilaksanakan sekarang mengganggu mereka jualan. Oleh karena itu rencana pelaksanaanya setelah lebaran Idulfitri,” ujar Mukhlasin.

Mukhlasin mengatakan bahwa rapid tes massal akan digelar di Pasar Induk Batang, Bandar dan Blado dengan melibatkan petugas dinas kesehatan setempat.

Menurut Mukhlasin, total warga yang akan dites massal sebanak 300 orang dengan rincian, untuk Pasar Batang 150, Bandar 125 dan Blado 25 alat.

Rapid tes akan digelar pada 27 Mei 2020. Pungkas Mukhlasin. (Eva Abdullah)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Negatif! Hasil rapid tes pedagang Pasar Surogenen Pekalongan

rapid tes

Pekalongan Kota, Wartadesa. – Hasil rapid tes para pedagang di Pasar Darurat Sorogenen, Kota Pekalongan negatif korona. Rapid tes digelar oleh Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Pekalongan,  Jumat (22/5).

Rapid test dilakukan mulai sekitar pukul 10.30 WIB. Petugas secara acak meminta para pedagang yang sebagian besar berusia paruh baya untuk menjalani tes. Setelah beberapa menit, hasil tes ternyata negatif.

Salelany Machfudz, Walikota Pekalongan menyebut sebanyak 40 pedagang pasar darurat menjalani rapid tes secara gratis. “Rapid test ini kita gratiskan. Maksudnya tentu saja paling tidak kita akan bisa mengukur sejauh mana di Kota Pekalongan ini untuk tingkat terkena Covid-19,” katanya.

Pihaknya bersyukur, kasus Covid-19 di Kota Pekalongan tidak menunjukkan peningkatan signifikan. “Alhamdulillah kita sekarang perkembangannya masih cukup bagus, masih konstan, tidak menunjukkan peningkatan signifikan. Mudah-mudahan masih segini terus,” ujarnya. (Eva Abdullah)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Penjual makanan asal Bandar Batang positif Korona

wihaji

Batang, Wartadesa. – Bupati Batang, Wihaji, Kamis (21/05) mengumumkan satu warganya positif Korona. Ia merupakan pedagang makanan asal Desa/Kecamatan Bandar Kabupaten Batang. Menurut Wihaji, warganya yang terpapar adalah seorang perempuan yang sebelumnya berstatus PDP.

“Berdasarkan laporan dari RSUD Bendan, seorang warga Batang yang tengah menjalani perawatan hasil Swab Testnya positif Covid-19,” ungkap Bupati Batang, Wihaji  di rumah dinasnya.

Wihaji menambahkan, saat ini wanita tersebut tengah menjalani perawatan di RSUD Bendan, Kota Pekalongan.

Menurut Wihaji, warga Batang tersebut merupakan seorang janda dengan usia 44 tahun. Dia sebelumnya berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP), dan setelan dilakukan Swab Test, ternyata hasilnya positif.

“Hari ini kita mulai tracking yang pernah berkontak langsung dengannya, baik keluarganya maupun tetangganya. Kalau riwayatnya pasien PDP tersebut, pernah berkontak langsung dengan saudaranya yang pulang dari Semarang. Namun kita masih telusuri riwayatnya, karena kita juga belum bisa memastikan dengan siapa tertularnya,” tambah Wihaji.

Dengan kasus tersebut Wihaji meminta warga benar-benar mematuhi edaran pemerintah tentang protokol kesehatan. “Saya minta Shalat Idul Fitri dilaksanakan di rumah, karena diberbagai daerah kasus covid-19 ada peningkatan,” pinta Bupati.

Kepala Dinas Kesehatan Batang, dr Mukhlasin mengatakan bahwa pasien sebelumnya pernah dirawat di IGD RSUD Kalisari Batang, kemudian dirujuk ke RSUD Bendan Kota Pekalongan. “Dibawa ke IGD RSUD Kalisari Batang tanggal 18 Mei dengan diagnosa awal tipes dan demam berdarah, tapi karena penuh dirujuk ke RSUD Bendan Kota Pekalongan,” ujarnya Mukhlasin.

Hingga saat ini, 23 kasus positif Korona di Batang, dengan rincian positif sembuh komulatif 8 orang, positif dirawat 1O orang, positif isolasi di RS QIM 8 orang dan di RSUD Batang 4 orang dan 1 kasus positif meninggal. (Eva Abdullah)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
KesehatanSosial Budaya

Toko Ria Busana Pekalongan ditutup paksa

ria busana

Pekalongan Kota, Wartadesa. – Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kota Pekalongan bertindak tegas dengan menutup paksa sementara operasional Toko Ria Bsana di Jalan dr Cipto. Tim Gabungan Satpol PP, TNI/Polri memasang spanduk bertuliskan “Toko Ria Busana Mulai Tanggal 20 Mei 2020 Ditutup.” Rabu (20/05).

Menurut Kepala Satpol PP Kota Pekalongan, Sri Budi Santoso, Toko Ria Busana dinilai belum menunjukkan langkah yang memadai atau langkah mewujudkan pencegahan virus Korona.

“Kami berikan saran, rekomendasi, langkah-langkah ketika pengawasan di lapangan. Dari Gugus Tugas menindak tegas Toko Ria Busana dengan menutup sementara usahanya. Toko Ria Busana dapat dibuka kembali jika mendapat izin dan persetujuan atas langkah-langkah yang akan dilakukan untuk menjamin upaya pencegahan dan protokol kesehatan,” Tutur Budi Santoso.

Budi Santoso mengungkapkan bahwa selama ini pihaknya melakukan pengawasan kepada seluruh pusat perbelanjaan (mall), sidak dan pengaduan masyarakat terhadap operasional pusat perbelanjaan, apakah memperhatikan pencegahan penyebaran virus Korona atau tidak.

“Selama ini gugus tugas melalui divisi pengamanan dan penegakan hukum sudah melakukan pengawasan kepada hampir semua pusat perbelanjaan di Kota Pekalongan baik pengawasan terbuka, sidak atau kunjungan lokasi, dan pengawasan tertutup melalui pengaduan masyarakat atau deteksi dini secara tertutup ke lokasi,” lanjut Budi Santoso.

Dari evaluasi, lanjut Budi Santoso, Toko Ria Busana belum mewujudkan pencegahan virus Korona.

Sementara itu menurut HRD Toko Ria Busana, Sigit, sebelumnya pihak toko telah mendapatkan surat himbauan agar mengikuti protokol kesehatan pencegahan Covid-19, “permasalahan terjadi di tempat parkir dan penataan pengunjung yang membludak.” Ujarnya. Ia mengaku akan berkoordinasi dengan Dindagkop UMKM untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. (Eva Abdullah)

Terkait
Terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, dua anak meninggal

Tirto, Wartadesa. - Dua saudara sepupu terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, Senin (01/01) sekitar pukul 11.35 WIB. Kedua bucah Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Longsor, ruas jalan Lebakbarang-Karanganyar tertutup batu

Lebakbarang, Wartadesa. - Akibat hujan yang mengguyur wilayah Lebakbarang, ruas jalan Lebakbarang-Karanganyar, terjadi longsor yang menutup ruas jalan di dua Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan PublikSosial Budaya

Dipadati pengunjung, TGTP Covid-19 Kota Pekalongan gelar rapid tes

rapid tes

Kota Pekalongan, Wartadesa. – Geger cuitan warganet Kota Pekalongan terkait ramainya pengunjung mall yang berpotensi minim penerapan protokol kesehatan Covid-19 membuat Satpol PP dan Tim Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 kota setempat menggelar rapid tes secara acak kepada pengunjung Mall Plaza Pekalongan, Selasa (19/05).

Menurut Sri Budi Santoso, Kepala Satpol PP Kota Pekalongan mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan pengawasan dan penerapan protokol kesehatan. Ia mengaku sudah tiga kali menggelar kegiatan pengawasan tersebut.

“Untuk kegiatan kali ini, kami membawa alat rapid test untuk pengunjung yang dilakukan secara acak. Rapid tes ini sekaligus untuk bahan penyempurnaan evaluasi dari kegiatan sidak yang sudah dilakukan,” tutur Budi Santoso.

Budi Santoso menambahkan bahwa hasil dari rapit tes nantinya akan diumumkan  dan menjadi bahan evaluasi bersama Tim Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Kota Pekalongan.

“Dalam dua kali sidak sebelumnya, kami melihat penerapan protokol kesehatan di sini sudah lumayan bagus. Hanya saja masih ada antrean padat untuk pengunjung yang akan masuk. Itu akan kami minta penataan lagi,” kata Sri Budi.

Salah satu postingan warganet terkait kondisi pengunjung mall di Kota Pekalongan

Sebelumnya, berjubelnya pengunjung beberapa pusat perbelanjaan di Kota Pekalongan tanpa protokol kesehatan yang ketat disayangkan banyak warganet Kota Pekalongan. Mereka memposting dalam laman grup media sosial PEKALONGAN INFO. (Eva Abdullah)

Terkait
Terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, dua anak meninggal

Tirto, Wartadesa. - Dua saudara sepupu terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, Senin (01/01) sekitar pukul 11.35 WIB. Kedua bucah Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan PublikSosial Budaya

Setelah Kota Santri, warga Kota Batik dihimbau salat Idulfitri di rumah

blt

Pekalongan Kota, Wartadesa. – Setelah sebelumnya Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi menghimbau warga Kota Santri untuk menggelar salat Idulfitri di rumah masing-masing. Hal yang sama dilakukan oleh Saelany, Walikota Pekalongan. Namun kebijakan ini dinilai oleh warga sebagai tindakan tidak konsisten, lantaran mall, toko dan pusat keramaian masih buka dengan minim penerapan protokol kesehatan.

Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan mengimbau kepada warganya, khususnya umat muslim untuk melaksanakan salat Idul Fitri di rumah saja. Imbauan ini juga berlaku untuk kegiatan takbiran dan halal bihalal.

Himbauan tersebut dituangka dalam Surat Edaran nomor 443.1/019/V/2020 tentang Ketentuan Salat Idul Fitri 1441 H dalam Situasi Darurat COVID-19. Surat tersebut mengacu pada Surat Edaran Menteri Agama Republik Indonesia Nomor: SE.6 Tahun 2020 tentang Panduan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 1441 H di Tengah Pandemi Wabah Cobid-19.

“Intinya bukan untuk melarang beribadah, tapi lebaran Idul Fitri tahun 2020 ini kondisi Indonesia, khususnya Kota Pekalongan masih di tengah pandemi Covid-19. Terkait hal itu, kami mengimbau masyarakat Kota Batik Pekalongan tetap waspada dan fokus pada pemutusan mata rantai penyebaran virus tersebut” Ujar Saelay Mahfudz, Selasa (18/05).

Menurut Saelany, Edaran tersebut dilakukan sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran virus Korona dengan menghindari kerumunan. “Maka, tahun ini Pemkot tidak menggelar salat Id di tempat umum. Kami mengimbau masyarakat bisa beribadah secara berjamaah bersama keluarga di rumah saja dan tidak melakukakan di masjid atau lapangan terbuka yang dapat memicu kerumunan massa,” lanjutnya.

Saelany menyebut pelaksanaan takbir keliling ditiadakan, dan acara halal bihalal dilakukan dengan media daring. “Takbiran keliling juga ditiadakan. Kegiatan takbiran cukup dilakukan di masjid atau musala dengan menggunakan pengeras suara. Di samping itu, tradisi silaturahmi atau halal bihalal yang lazim dilaksanakan ketika Hari Raya Idul Fitri dilakukan melalui media sosial seperti WhatsApps, Facebook, dan video call/conference misalnya melalui aplikasi video Zoom, sampai keadaan darurat Covid-19 ini dinyatakan berakhir oleh pemerintah.” Ujarnya.

Sementara itu, warga Kota Pekalongan meminta agar kebijakan pembatasan tidak dilakukan hanya terkait dengan pelaksanaan ibadah salat Idulfitri, takbir keliling dan acara halal-bihalal saja. Namun Pemkot juga tegas terhadap kebiatan mall yang masih buka dengan tidak memperhatikan protokol kesehatan Covid-19 yang ketat.

Imam Nurhuda, warga Padukuhan Kraton, Kota Pekalongan menganggap kebijakan tersebut tidak konsisten, “menurutku kebijakan yang tidak konsisten, seperti membatasi kegiatan ibadah/agama, disisi lain mall-mall, toko-toko masih tetap buka dan bisa dikatakan melanggar aturan phisical dan sosial distancing. Bahkan kini ada edaran sholat ied di masjid dan lapangan dilarang,” ujarnya. (Eva Abdullah)

Terkait
Terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, dua anak meninggal

Tirto, Wartadesa. - Dua saudara sepupu terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, Senin (01/01) sekitar pukul 11.35 WIB. Kedua bucah Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan PublikSosial Budaya

Komunitas Batang Rantau bagikan paket sembako anggota yang tidak mudik

kobaran
Jakarta, Wartadesa. – Komunitas Batang Perantauan (Kobaran) bersama Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Tanjung Priok  memberikan 100 paket sembako buat warga terdampak COVID-19. Paket tersebut berisi beras, minyak sayur, mie instan, gula dan teh.
“Kebanyakan mereka adalah warga perantauan yang bekerja sebagai buruh pabrik, pekerja konveksi, ojek online, asisten rumah tangga yang tidak bisa mudik dan mengikuti anjuran pemerintah agar tetap stay di rumah akibat wabah COVID-19,” kata Kepala Pangkalan PLP Tanjung Priok, Capt. Pujo Kurnianto, Selasa (19/5).
Capt. Pujo mengatakan aksi sosial juga digelar dengan membagikan sebanyak 100 masker dan hand sanitizer kepada para anak buah kapal (ABK) yang berlabuh di sekitar perairan Pelabuhan Tanjung Priok.

“Adapun mekanisme pendistribusian bantuan dimaksud, untuk paket sembako dibagikan langsung ke rumah warga yang sudah terdata untuk menerima bantuan oleh Kobaran, sedangkan untuk masker dan hand sanitizer dibagikan oleh kapal-kapal Patroli PLP Tanjung Priok pada saat melaksanakan Patroli Keselamatan Maritim (Patkesmar) di daerah operasinya masing-masing,” ujar Capt. Pujo.

Capt. Pujo memaparkan semua dana untuk kegiatan aksi sosial ini berasal dari para donatur dan penggalangan dana para pegawai Pangkalan PLP Tanjung Priok sebagai bentuk solidaritas kepada masyarakat yang terdampak secara ekonomi akibat pandemi COVID-19.

“Kami berharap aksi sosial ini ke depan bisa terus terlaksana dan akan semakin banyak para pengusaha dan donatur lainnya yang terketuk hatinya untuk membantu saudara-saudara kita yg membutuhkan bantuan secara ekonomi akibat terdampak wabah COVID-19,” tutup Capt. Pujo.

Sementara itu, Suminto, Ketua Umum Kobaran berharap agar bantuan tersebut bisa bermanfaat untuk anggota dan warga perantauan pada umumnya.

Seminggu sebelumnya, Bupati Batang Wihaji mengirim  bantuan 139 paket sembako melalui Tim Gugus Tugas kepada warga Batang di perantauan. Mereka tertahan di Jabodetabek karena penerapan Pembatasan sosial berskala Besar (PSBB) dan larangan mudik.

“Data yang dikirim ke kami melalui komunitas warga Batang rantau ada 139 orang yang memang terdampak”, kata Wihaji, Selasa (12/5/2020).  (Eva Abdullah)

Terkait
Terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, dua anak meninggal

Tirto, Wartadesa. - Dua saudara sepupu terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, Senin (01/01) sekitar pukul 11.35 WIB. Kedua bucah Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

selengkapnya