close

Kesehatan

KesehatanLayanan Publik

Hari pertama jam malam pemalang, tidak ada aktivitas berarti

jam malam

Pemalang, Wartadesa. – Tidak ada aktivitas warga yang berarti di hampir seluruh wilayah Kabupaten Pemalang, sejak pukul 21.00 WIB. Pemberlakuan jam malam oleh Pemkab Pemalang dinilai sukses dan berhasil. Warga tidak ada yang berkumpul kumpul ataupun nongkrong di jalan jalan utama, dan Pedagang Kali Lima (PKL) nasi goreng sudah tutup semua.

Di jalan utama Kota Pemalang tidak ada warga yang berkumpul maupun nongkrong, bahkan para penjual nasi goreng dan masakan lamongan sudah tutup semua. Mereka mengikuti anjuran atau himbauan dari pemerintah Pemalang agar tidak berjualan setelah jam 21.00. Masyarakat yang lalu lalang di jalan sangat sepi, hanya beberapa kendaraan yang melintas di jalan jalan kota. Bahkan lokasi pusat kuliner di Pemalang yaitu sebelah utara Alun Alun Pemalang dan lingkungan Alun Alun sudah tutup semua, meskipun tempat jualannya belum dibereskan semuanya, tetapi sudah tidak ada pedagangnya. Lampu penerangan jalan di jalan raya juga dimatikan semuanya.

Pemberlakuan jam malam dilakukan secara simbolis oleh Bupati Pemalang, Junaedi dengan mengibarkan bendera start dalam apel yang dihadiri oleh  seluruh jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di halaman Pendopo Kabupaten Pemalang, Rabu (27/5).

Dalam keterangan persnya, Bupati Pemalang H Junaedi menerangkan bahwa penerapan jam malam merupakan salah satu langkah untuk menuju new normal.

“Yaa ini kan salah satu bahwa untuk menuju new normal salah satunya adalah mendisiplinkan diri, nanti kalau sudah new normal itu kan bagaimana, siapa, dan berbuat apa termasuk kita juga harus mempersiapkan fasilitasnya seperti apa contoh di tempat-tempat usaha,mall dan sebagainya”, terang Junaedi.

Bupati Junaedi kembali menegaskan terkait sanksi yang akan dijatuhkan kepada para pelanggar jam malam di Kabupaten Pemalang.

Sementara itu, anggota DPRD sekaligus Koordinator Satgas Lawan Covid-19 DPRD Pemalang, Fahmi Hakim meminta Pemkab memperhatikan dampak sosial pemberlakuan jam malam.

“Salah satu tujuan diberlakukannya jam malam untuk menekan penularan virus Covid-19 di wilayah Pemalang, sebab potensi tersebut cukup besar. Namun kebijakan tersebut juga harus tetap memperhatikan dampak sosial ekonomi yang ditimbulkan dari jam malam,” ujar  Fahmi. (Eva Abdullah)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Pemkab Batang gelar swab tes di sejumlah pasar tradisional

swabtes

Batang, Wartadesa. – Pemkab Batang hari ini bakal menggelar swab tes di sejumlah pasar tradisional Kota Berkembang. Swab tes digelar setelah sebelumnya dilakukan rapid tes dengan hasil 16 pedagang reaktif Covid-19. Mereka terdiri dari 5 orang dari pasar Batang, 4 orang pasar Bandar dan 7 orang pasar Blado.

“Kita hari ini akan akan melakukan Swab Test yang kedua untuk mereka yang sebelumnya dinyatakan Rapid Testnya reaktif. Swab Test sendiri akan dipusatkan di puskesmas Bandar 1,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Batang, dr Mukhlasin.

Mukhlasin menjelaskan, sebelumnya 16 orang tersebut sudah menjalani Swab Test usai diketahui hasil Rapid Tesnya reaktif. Namun sesuai dengan protokol yang ada, Swab Test dilakukan dua kali. Tujuanya sebagai hasil perbandingan.

“Sesuai protokol, Swab Test dilakukan dua kali, yaitu hari pertama dan kedua. Nantinya hasil dua kali Swab Test tersebut akan menjadi pembanding bagi tim dalam memutuskan status terhadap seorang pasien,” jelas Mukhlasin.

Sebelumnya diberitakan Wartadesa, hasil dari rapid tes massal yang digelar di beberapa pasar tradisional Batang, terdeteksi 16 orang pedagang reaktif Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batang Mukhlasin menjelaskan pihaknya telah melakukan pemeriksaan uji sample rapid test terhadap pedagang dan pengunjung pasar dilakukan oleh petugas surveilans Dinkes Batang, di Pasar Batang, Bandar dan Blado.

“Hasil pemeriksaan uji sample rapid test di Pasar Batang, sebanyak 145 orang negatif dan 5 orang reaktif positif covid-19. Uji sample rapid test di Pasar Blado, sebanyak 43 orang negatif dan 7 orang reaktif positif covid-19. Pasar Bandar, sebanyak 96 orang negatif dan 4 orang reaktif positif covid-19. Sehingga total ada 16 pedagang yang reaktif ,” jelas dr Mukhlasin. (Eva Abdullah)

Terkait:

 

Rapid tes, tiga staf medis RSUD Batang reaktif Korona

Rapid tes, tiga staf medis RSUD Batang reaktif Korona

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Rapid tes, tiga staf medis RSUD Batang reaktif Korona

rapid tes
  • Total 16 orang reaktif Covid-19 hasil rapidtes di sejumlah pasar Batang

Batang, Wartadesa. – Hasil swab tes yang dilakukan oleh Pemkab Batang, Jawa Tengah menyebut tiga orang staf klinis RSUD Kalisari Batang reakfit Covid-19 (reaktif Korona = antibodi sudah ada dalam tubuh, sehingga orang tersebut sudah pernah kemasukan Virus Corona). Demikian disampaikan Bupati Batang, Wihaji, Rabu (27/05).

Hasil tersebut membuat Wihaji memerintahkan pihak RSUD Kalisari untuk secepatnya merawat tidak perawatnya. “Saya sudah perintahkan direktur RSUD secepatnya 3 perawat untuk menjalani isolasi,” ujar Wihaji.

Orang nomor satu di Batang Berkembang ini menambahkan, bahwa  dari hasil tracking riwayat tiga perawat tersebut, penularan bukan dari pasien yang dirawat tapi dimungkinkan berkontak dengan orang luar.

Pihak Pemkab akan melakukan tindakan lebih jauh terkait hal tersebut. “Hasil rapid tes belum tentu juga positif hasil swab, tetapi karena sudah reaktif harus diliburkan, diawasi, diisolasi secara mandiri,” jelas Wihaji.

Untuk sementara, lanjut Wihaji, tiga perawat yang hasil swabnya reaktif untuk tidak bekerja terlebih dahulu.

Sementara itu, Direktur RSUD Kalisari Batang melalui Kepala seksi bidang pelayanan, Samuri menjelaskan bahwa tiga orang perawatnya yang reaktif tersebut merupakan pengembangan dari satu perawat yang sebelumnya dinyatakan reaktif.  “Dari hasil tracking ketemu dua staf klinis hasil rapid tes reaktif Covid-19,” jelasnya.

Samuri menjelaskan, dua perawat yang reaktif tidak melakukan kontak dengan perawat yang reaktif sebelumnya. Jadi kemungkinannya kontak dengan pihak luar. “Dari tiga staf klinis tersebut sudah kami isolasi, ruangan pasien sudah dikosongkan dan bersihkan dengan penyemprotan disinfektan. Sehingga sudah bisa ditempati lagi untuk perawatan pasien,” tutup Samuri.

16 pedagang Pasar Tradisional di Batang Reaktif Covid-19

Sementara itu, hasil dari rapid tes massal yang digelar di beberapa pasar tradisional Batang, terdeteksi 16 orang pedagang reaktif Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batang Mukhlasin menjelaskan pihaknya telah melakukan pemeriksaan uji sample rapid test terhadap pedagang dan pengunjung pasar dilakukan oleh petugas surveilans Dinkes Batang, di Pasar Batang, Bandar dan Blado.

“Hasil pemeriksaan uji sample rapid test di Pasar Batang, sebanyak 145 orang negatif dan 5 orang reaktif positif covid-19. Uji sample rapid test di Pasar Blado, sebanyak 43 orang negatif dan 7 orang reaktif positif covid-19. Pasar Bandar, sebanyak 96 orang negatif dan 4 orang reaktif positif covid-19. Sehingga total ada 16 pedagang yang reaktif ,” jelas dr Mukhlasin. (Eva Abdullah)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Toko modern yang langgar protokol kesehatan bakal ditutup

junaedi

Pemalang, Wartadesa. – Bupati Pemalang, Junaedi mengancam bakal menutup dan mencabut ijin usaha toko modern di Pemalang yang tidak menerapkan protokol kesehatan seperti berdesak-desakan, tidak mengenakan masker maupun tidak ada tempat cuci tangan.

Hal tersebut menurut Junaedi dilakukan sebagai upaya kewaspadaan memutus mata rantai penyebaran covid-19. “Bila melanggar, pertama kita beri teguran lisan, kedua teguran tertulis, bila tetap tidak diindahkan, ya kita cabut izinnya,” kata Junaedi saat menyidak aktivitas di Jogya Toserba Pemalang, Rabu (27/5) siang.

Junaedi menambahkan, semua pengelola pertokoan modern harus memperhatikan pengunjung, mulai dari mengecek suhu badan, dan menyediakan alat cuci tangan. Bila kedapatan pengunjung yang tidak pakai masker, pengelola mesti tegas melarang masuk.

Selain itu, Junaedi juga menyarankan pengelola memberikan fasilitas garis batas bagi pengunjung agar tidak berdesakan. Misalnya di tempat antrean kasir. “Kalau tidak diberi batas kan dianggap biasa saja, makanya saya sampaikan kepala pengelola usaha untuk memberi fasilitas itu,” pungkasnya. (Eva Abdullah)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

10 warga reaktif Covid-19 saat rapid tes di Pasar Banyu Urip

rapid tes

Kota Pekalongan, Wartadesa. – 10 warga dinyatakan reaktif Covid-19 dalam rapid tes yang digelar oleh Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Pekalongan di Pasar Banyu Urip, Kota Pekalongan, Rabu (27/05).

Petugas melakukan rapid tes kepada 50 orang dengan hasil 10 orang reaktif. “Ini tadi di Banyurip ada yang reaktif sebanyak 10 orang. Nanti akan kita tindaklanjuti dengan tes kedua” ujar Saelany Mahfudz Walikota Pekalongan.

Data 10 orang reaktif tersebut terdiri dari tujuh orang warga Kota Pekalongan dan tiga orang lainnya warga diluar.

Sebelumnya, dua orang terindikasi reaktif Virus Korona (Covid-19) berdasarkan hasil rapid tes di Pasar Grogolan, Kota Pekalongan. Rapid tes digelar oleh Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Pekalongan, Jumat (22/5), kemarin setelah menyasar Pasar Darurat Sorogenen.

Diberitakan Wartadesa sebelumnya, rapid tes massal di Pasar Darurat Sorogenen dengan hasil negatif.

Wakil Wali Kota Pekalongan, A Afzan Arslan Djunaid mengungkapkan, rapid test di Pasar Grogolan menunjukkan dua orang reaktif Covid-19 yang masing-masing warga Batang dan Kota Pekalongan.

“Di Pasar Grogolan dilakukan rapid test secara acak terhadap 57 orang dan hasilnya dua orang reaktif Covid-19. Dua orang itu satu pedagang satu pembeli,” ujar Afzan.

Aaf panggilan akrab Wakil Walikota Pekalongan mengaku sudah berkoordinasi dengan Tim Gugus Batang setelah satu warga Kota Berkembang tersebut reatif positif Korona.

Sementara untuk warga Kota Pekalongan, pihaknya langsung melakukan tracking. “Untuk warga Kota Pekalongan langsung dilakukan tracking riwayat perjalanan dan rencananya besok (hari ini_Sabtu) akan dilakukan tindaklanjut berupa tes swab. Yang bersangkutan juga telah diminta untuk sementara waktu melakukan karantina mandiri di rumah dan membatasi kontak dengan orang lain,” katanya.

Sementara itu, hasil rapid tes para pedagang di Pasar Darurat Sorogenen, Kota Pekalongan negatif korona. Rapid tes digelar oleh Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Pekalongan,  Jumat (22/5).

Rapid test dilakukan mulai sekitar pukul 10.30 WIB. Petugas secara acak meminta para pedagang yang sebagian besar berusia paruh baya untuk menjalani tes. Setelah beberapa menit, hasil tes ternyata negatif.

Salelany Machfudz, Walikota Pekalongan menyebut sebanyak 40 pedagang pasar darurat menjalani rapid tes secara gratis. “Rapid test ini kita gratiskan. Maksudnya tentu saja paling tidak kita akan bisa mengukur sejauh mana di Kota Pekalongan ini untuk tingkat terkena Covid-19,” katanya.

Pihaknya bersyukur, kasus Covid-19 di Kota Pekalongan tidak menunjukkan peningkatan signifikan. “Alhamdulillah kita sekarang perkembangannya masih cukup bagus, masih konstan, tidak menunjukkan peningkatan signifikan. Mudah-mudahan masih segini terus,” ujarnya. (Eva Abdullah)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Empat pedagang Pasar Batang, reaktif Korona

rapidtes

Batang, Wartadesa. – Hasil rapid tes di Pasar Batang, Rabu (27/05), tercatat empat orang reaktif virus Korona. Jumlah tersebut diperkirakan masih akan bertambah, mengingat dari target 150 pedagang, baru 60 orang yang menjalani tes.

“Dari 60 pedagang yang sudah menjalani Rapid Test, ternyata ada empat orang yang reaktif. Mereka selanjutnya menjalani Swab Test,” ujar Bupati Batang, Wihaji .

Wihaji menambahkan bahwa hari ini pihaknya menggelar rapid tes di Pasar Batang, Bandar dan Blado.  “Keempat pedagang yang Rapid Tesnya reaktif, rata-rata berusia di atas 50 tahun. Bahkan ada satu yang usianya sudah 70 tahun. Mereka sudah mejalani swab tes dan hasilnya akan dikirim ke Semarang. Semoga saja nanti ada kabar menggembirakan, karena rapid tes  reaktif, belum tentu wwab tesnya positif,” lanjut Wihaji.

Wihaji meminta pada pedagang agar tetap mentaati protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah. (Eva Abdullah)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Berdamai dengan Korona, Wihaji perkenalkan New Normal

wihaji

Batang, Wartadesa. – Pemerintah Batang bakal menerapkan apa yang disebut dengan New Normal (Normal era Baru) saat pandemi virus Korona (Covid-19). Dalam konferensi video dengan pimpinan OPD setempat, orang nomor satu di Kota Berkemang ini memberikan semangat dan memperkenalkan istilah baru New Normal. Selasa (26/05).

“Menghadapi Pandemi Covid-19 saat ini dibutuhkan sesuatu yang baru yakni New Normal atau dengan istilah lain harus punya pemikiran baru dalam situasi menghadapi Pandemi. Kita harus berdamai dengan situasi ini,” ujar Wihaji.

Meski demikian, Wihaji mengatakan bahwa warga harus waspada dan tidak menyepelekan kondisi saat ini. “Namun kita jangan menyepelekan tetap waspada dan patuhi protokol kesehatan. Karena mau tidak mau program pemerintah daerah dan pelayanan kepada masyarakat harus tetap berjalan maksimal,” kata Wihaji.

Menurut Wihaji, penerapan New Normal lantaran kegiatan OPD harus tetap berjalan. “Kadang dibutuhkan logika yang tidak normal dalam melayani masyarakat, karena kegiatan di OPD juga tetap harus berjalan,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Batang Suyono menambahkan dan berharap kepala OPD bisa menghadapi New Normal, karena masyarakat juga membutuhkan pelayanan yang maksimal.  “Kepala OPD tetap semangat dengan dengan New Normal, walaupun keadaannya tidak normal dengan mengutamakan pelayanan masyarakat tetap berjalan normal sesuai protokol kesehatan,” pinta Suyono. (Eva Abdullah)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Pemkab Pekalongan bakal gelar rapid tes massal

asip

Kajen Wartadesa. – Dua hingga tiga hari kedepan, Pemkab Pekalongan bakal menggelar rapid tes massal di sejumlah pasar di Kota Santri. Demikian disampaikan oleh Asip Kholbihi dalam gelaran halal bi halal virtual, Selasa (26/05).

“Kabupaten Pekalongan masih terus mengupayakan agar penyebaran covid-19 ini bisa kita batasi. Insha Allah dalam 2-3 hari ini kita akan melakukan rapid tes massal di pasar-pasar, mudah-mudahan dari situ bisa kita ambil hasilnya,” ujar  Asip.Terkait pelaksanaan salat idulfitri, Asip menebut bahwa banyak masjid tidak menjalankan protokol kesehatan saat pelaksanaan salat id. “Ada beberapa masjid yang menyelenggarakan dengan protokol, tapi banyak masjid yang tidak melaksanakan.” Lanjutnya.

Asip berharap titik krusial 14 hari kedepan bisa dilalui, titik krusial tersebut berkaitan dengan pemudik baru, “kita akan melakukan rapid tes masal mudah-mudahanan bisa kita lalui sehingga Kabupaten Pekalongan betul-betul aman”, tuturnya.

Asip juga menekankan semua harus waspada, tetap menjalankan protokol kesehatan , jaga jarak, tetap pakai masker kalau keluar, cuci tangan dan menghindari tempat kerumunan. Ia berterima kasih kepada para petugas medis yang berada di garda depan saat pandemi. (Eva Abdullah)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Klaster Gowa, tambah empat orang positif Korona di Batang

wihaji

Batang, Wartadesa. – Bupati Batang mengungkapkan ada penambahan kasus positif Korona (Covid-19) yang berasal dari tracking klaster Gowa, sebanyak empat orang.

“Keempatnya berasal dari orang tua dan istri keluarga jama’ah tablig peserta ijtima ulama di Gowa Sulawesi Selatan, terkonfirmasi Positif Covid-19,” kata Wihaji. Sabtu (23/05).

Penularannya jelas dari anak ke orang tua atau istri, keempatnya dari Kecamatan Tulis dan Kandeman. Ke empat orang sudah masuk ruang isolasi di RSUD Kalisari Batang.

Wihaji juga menginformasikan rencana rapid test massal di Pasar Induk Batang, Pasa Bandar, dan Pasar Blado dengan melibatkan petugas dinas kesehatan. “Rencana rapid test tanggal 27 Mei 2020. Persiapan alat rapid test totalnya ada 300, untuk Pasar Batang 150, Bandar 125 dan Blado 25 alat,” jelasnya.

Rapid test masal untuk mengetahui aktivitas penularan di pasar seperti usai Idul Fitri. “Untuk itu, kita jangan menganggap enteng dan remeh, ini belum selesai anjuran pemerintah,” tutupnya. (Eva Abdullah)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Usai rapid tes massal, perempuan ini pinsan, kenapa?

pinsan

Pemalang, Wartadesa. – Fani (23), warga Kelurahan Kebondalem Kecamatan Pemalang tita tiba-tiba pingsan, usai menjalani rapid test virus corona (covid-19) di Alun-alun Pemalang, Sabtu (23/5) malam. Wanita berbaju coklat berlengan panjang itu terkulai lemas dan jatuh di jalan tak jauh dari lokasi test sekitar pukul 20.00 WIB.

Kejadian ini kontan saja memancing perhatian banyak orang. Sejumlah petugas berpakaian astronot (hazmat) pun langsung bergegas menolong. Petugas tampak berusaha keras membangunkan wanita itu beberapa kali dengan menepuk-tepuk pipinya. Beberapa saat kemudian, gadis tersebut diangkut menuju ambulans untuk diberi tabung oksigen.

Fani yang datang ke Alun-alun Pemalang bersama rekanya Sarah,  ikut menjalani rapid test yang digelar Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemalang. Sarah menceritakan kondisi temannya baik-baik saja saat datang ke Alun-alun.

Sebelumnya bahkan berbuka puasa bersama. Namun sesaat setelah darahnya diambil, korban tampak lemas dan gemetar. “Begitu jalan pulang semaput,” katanya.

Menurut Sarah, temannya tersebut ternyata memiliki ketakutan terhadap darah. Ia bahkan sempat melarang untuk ikut tes itu, tapi Fani tetap ingin mencoba.

Tak lama setelah diberi tabung oksigen, Fani kemudian mulai siuman. Hasil rapid tes wanita tersebut menunjukkan non reaktif. (Eva Abdullah)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya