close

Kesehatan

KesehatanLayanan Publik

Polsek Paninggaran minta gelaran Turnamen Sepakbola ditunda

turnamen bola ditunda

Paninggaran, Wartadesa. – Kapolsek Paninggaran AKP I Wayan Gel Gel meminta panitia Turnamen Sepakbola Desa Lambanggelun, Kecamatan Paninggaran, Pekalongan menunda gelaran tersebut.  Pernintaan tersebut diungkapkan dalam rapat sosialisasi pencegahan virus Korona (Covid-19) Forkopincam Paninggaran, Jumat(20/03). siang.

“Bahwa di Kecamatan Paninggaran masih banyak kegiatan yang dilakukan dengan mengumpulkan orang banyak sehingga kita harus mensikapi sebaik mungkin diawali dari kita, kepada seluruh kepala desa supaya memberikan himbauan kepada panitia – panitia tersebut. Untuk Desa Lambanggelun yang direncanakan akan melaksanakan turnamen sepakbola pada bulan Mei 2020 diharapkan ditunda dan dialihkan kepada kegiatan yang mendukung pencegahan virus corona (Korona).” Ujar I Wayan Gel Gel.

Hal senada disampaikan oleh Camat Paninggaran, Siti Arofah, “sebagai upaya pencegahan menularnya virus corona (warga) agar menunda pelaksanaan yang mengumpulkan banyak orang sampai dengan batas waktu yang belum ditentukan sehubungan dengan adanya virus COVID-19.” Ujarnya.

Selain itu, Kepala KUA Paninggaran, juga memberikan himbauan serupa. Menurutnya Pondok Pesantren di wilayah Kecamatan Paninggaran untuk tetap mewaspadai virus corona.

Lettu Inf Jumarno Danramil 13/Paninggaran mengatakan bahwa  sekecil apapun informasi kita akan sama – sama kordinasikan agar tidak terjadi kesimpangsiuran. “Mari kita sama – sama menjalankan himbauan ini demi kebaikan kita bersama, demi kesehatan warga Kecamatan Paninggaran, kita juga monitor warga yang pulang dari luar daerah untuk melakukan pengecekan di Puskesmas terlebih dahulu.” Punkas Lettu Juwarno.  (Eva Abdullah)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan PublikSosial Budaya

Masjid Al-Muhtarom disemprot disinfektan, jamaah salat Jum’at dideteksi

masjid kajen

Kajen, Wartadesa. – Jamaah salat Jum’at di Masjid Al-Muhtarom, kompleks alun-alun Kajen discan dengan scan thermal untuk mendeteksi suhu tubuh. Selain itu sebelumnya seluruh ruangan masjid disemprot dengan disinfektan untuk mencegah penyebaran virus Korona (Covid-19).

Penyemprotan disinfektan pada tempat-tempat publik dilakukan oleh tim gabungan dari Dinkes, BPBD, dan PMI, merke melakukan penyemprotan di kantor-kantor pemerintahan serta tempat ibadah.

Saat pelaksanaan salat Jum’at, empat petugas disiapkan di setiap pintu masuk masjid dengan alat scaner. Jum’at (20/03).

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi mengungkapkan bahwa pelaksanaan salat Jumat tetap berjalan dengan beberapa catatan. Yakni, pengurus masjid menyediakan gentong air dan sabun untuk cuci tangan. Selain itu, jamaah salat diharapkan membawa sajadah sendiri.

Langkah antisipatif lainnya, lanjut Bupati, tim gabungan juga sudah melakukan penyemprotan disinfektan di masjid. “Penyemprotan sudah dilakukan kemarin dan ini dilakukan kembali. Pada prinsipnya, Pemerintah Kabupaten Pekalongan melakukan ini dalam rangka mengantisipasi penyebaran virus Korona,” ungkapnya.

Terkait
Terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, dua anak meninggal

Tirto, Wartadesa. - Dua saudara sepupu terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, Senin (01/01) sekitar pukul 11.35 WIB. Kedua bucah Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Pemkot Pekalongan siapkan 40 tenaga penyemprot disinfektan

semprot

Pekalongan Kota, Wartadesa. – Walikota Pekalongan, Saelany Machfudz telah menerjunkan 40 petugas penyemprot disinfektan di empat kecamatan, masing-masing 10 petugas tiap kecamatan untuk melakukan penyemprotan di tempat-tempat publik.

“Penyemprotan ini akan kita mulai dari masjid dan musala, merambah ke fasilitas umum. Tidak kalah penting, rumah ibadah seperti gereja dan sebagainya. Mudah-mudahan ikhtiar kita untuk mencegah covid-19 ini berhasil, semoga tidak akan ada kasus corona di Kota Pekalongan,” ujar Saelany, Jum’at (20/03).

Saelany juga mengimbau, masyarakat Kota Pekalongan agar tidak panik, pemerintah telah berupaya semaksimal mungkin. Kendati demikian dengan penyemprotan disinfektan harus didukung juga dengan gerakan mandiri, karpet masjid juga harus dibersihkan serta menyediakan hand sanitizer dan masker.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, dr Slamet Budiyato, selaku juru bicara Penanganan dan Penanggulangan Covid-19 di Kota Pekalongan menyebut, pihaknya membagi petugas ke dalam empat tim, dalam satu tim lima kelompok. Satu1 kelompok dua orang yang melakukan penyemprotan dari pagi sampai sore.

“Kami ada 2.000 sasaran, ini kami prioritaskan dulu masjid untuk salat Jumat jamaah, dan dilanjutkan ke fasilitas umum. Teknisnya kami serahkan ke tim di kecamatan, nanti koordinasi dengan camat dibantu Koramil dan Polsek agar tak ada kendala di lapangan,” ujar Budi.

Seperti diberitakan Warta Desa sebelumnya, sejumlah fasilitas umum  seperti Markas PMI Kota Pekalongan, Masjid Abdullah Hinduan SMP Mahad Islam, UDD PMI Kota Pekalongan dan Mapolres Pekalongan (kabupaten) dilakukan penyemprotan disinfektan untuk mencegah penyebaran virus Korona (Covid-19), Selasa (17/03) kemarin.

Penyemprotan disinfektan di wilayah Kota Pekalongan dilakukan oleh PMI Kota dengan menerjutnkan 10 petugas. “Kegiatan penyemprotan disinfektan ini baru dilakukan hari ini (kemarin), petugas yang diterjunkan sebanyak 10 orang. Penyemprotan dilakukan mulai dari kursi, kamar mandi, gagang pintu, mushola, dan sejumlah ruangan lainnnya,” terang Akhi Falakhi.

Falakhi menambahkan bahwa pihaknya menerima permohonan penyemprotan disinfektan pada fasilitas umum, rumah warga, instansi dan perusahaan untuk mencegah virus Korona dengan mengajukan surat permohonan. “PMI Kota Pekalongan menerima pelayanan penyemprotan disinfektan di fasilitas umum, rumah warga, instansi, atau perusahaan untuk pencegahan virus corona. Ini hanya perlu membuat surat permohonan,” ungkap Falakhi.

Adapun mekanisme permohonannya yakni pemohon membuat surat permintaan spraying dinsinfektan ke markas PMI Kota Pekalongan, yang nantinya akan ditindaklanjuti secara cepat oleh PMI Kota Pekalongan. “Untuk rumah teknisnya dengan RT RW setempat. Terkait biaya jika itu fasilitas umum seperti masjid, stasiun, sekolah, dan terminal gratis. Jika itu perusahaan mengganti biaya disinfektan,” pungkas Falakhi. (Eva Abdullah)

Berita terkait:

Cegah Korona fasilitas umum di Pekalongan disemprot disinfektan

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan PublikSosial Budaya

Semestinya ditunda, khitanan massal di Bojong tetap digelar

khitanan massal

Bojong, Wartadesa. –  Sesuai dengan arahan Bupati Pekalongan, semua kegiatan yang mengumpulkan massa sementara waktu ditunda, terkait penyebaran virus Korona (Covid-19), namun demikian kegiatan khitanan massal yang diselengarakan Muslimat NU dan Fatayat NU anak cabang Bojong di aula Kecamtan Bojong, Jum’at (20/03) masih tetap digelar.

“Semestinya sesuai arahan Bupati Pekalongan semua kegitan yang bersifat mengumpulkan masa sementara waktu ditunda karena terkait penyebaran virus Corona,Karena sudah diagendakan mudah-mudahan bisa berjalan dengan lancar,” ujar Alif Nurfiyanto, Camat Bojong.

Gelaran khitanan massal dihadiri oleh Camat Bojong Alif Nurfiyanto, Kapolsek Bojong, Danramil, orang tua dan para peserta khitanan massal.

Alif menambahkan, pihaknya menyamapikan rasa syukurnya bahwa hari ini telah dilaksanakan khitanan massal.  “Ini adalah rangkaian memperingati hari besar Islam yaitu Isro’ Mi’roj, mohon pelaksanaan khitanan masal bisa berjalan dengan tertib dan lancar,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Bojong, AKP Suhadi memberikan himbauan kepada peserta khitan masssal anak-anak dan orang tua agar semua sesampainya di rumah semua baju langsung dicuci untuk menghindari virus Korona dan jangan lupa juga cuci tangan sebelum menyentuh makanan atau benda apapun sesampainya di rumah. “Bagi anak yang dikhitan ikuti anjuran dokter agar cepat sembuh dan semoga menjadi anak yang berguna bagi nusa dan bangsa,” ujarnya. (Eva Abdullah)

Terkait
Terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, dua anak meninggal

Tirto, Wartadesa. - Dua saudara sepupu terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, Senin (01/01) sekitar pukul 11.35 WIB. Kedua bucah Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

ODP Korona Pekalongan turun jadi 26, warga dihimbau kurangi aktivitas di luar

nihil korona

Kajen, Wartadesa. – Pihak berwenang Kabupaten Pekalonan mengumumkan jumlah Orang Dalam Pengawasan (ODP) kasus Korona (Covid-19) turun dari 36 menjadi 26 orang. Demikian disampaikan oleh Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, Jum’at (20/03). Selain itu, Polres Pekalongan menghimbau warga Kota Santri untuk mengurangi aktivitas di luar rumah, seperti datang ke tempat-tempat keramaian dan lain sebagainya.

“Kita telah melakukan penanganan guna antisipasi penyebaran covid-19. Untuk pasien dalam pengawasan (PDP) ada dua orang, saat ini berada di RSUD Kraton yang berasal dari orang Pemalang. Sementara kategori ODP sekarang jumlahnya 26,” ujar Asip.

Asip menambahkan bahwa untuk dinas di Kabupaten Pekalongan meniadakan apel, dan menyesuaian jam kerja ASN. “Jam kerja ASN juga disesuaikan. Untuk yang sakit bisa istirahat di rumah. Tapi untuk pelayanan publik tetap berjalan dengan mengindahkan kaidah-kaidah penanganan covid-19. Saya minta kegiatan kerumunan sebisa mungkin diminimalisir,” lanjut Asip.

Untuk mencegah penyebaan virus Korona, masih menurut Asip, pihaknya menunda pengajian Jum’at bagi ASN.

Sementara itu, AKBP Aris Tri Yukarko, Kapolres Pekalongan menghimbau seluruh warga Kota Santri untuk mengurangi aktivitas di luar rumah.  “Kalau memang kegiatan di luar tidak begitu penting, sebaiknya tidak usah keluar rumah,” ujarnya melalui Wakapolres Pekalongan Kompol Mashudi.

Himbauan tersebut, menurut Mashudi karena penyebaran virus Korona lebih berpotensi di luar rumah. Lebih lanjut Wakapolres Pekalongan mengingatkan agar masyarakat tidak panik dalam menyikapi wabah virus corona. Menurutnya virus tersebut bisa dicegah penularannya dengan pola hidup yang baik. Selain itu, kalau merasa sakit demam tinggi serta batuk-batuk, harus segera pergi ke rumah sakit untuk diperiksa dan mendapatkankan perawatan lebih dari tim dokter.

Dan sebagai langkah preventif agar tidak terkena dampak virus Korona. Dikatakan Wakapolres Pekalongan, kuncinya adalah menjalani pola hidup sehat dan menjaga kebugaran tubuh dengan baik, istirahat yang cukup serta menjaga pola makan serta asupan gizi seimbang dengan perbanyak makan sayuran dan buah-buahan untuk menjaga daya tahan tubuh. Dan yang tak kalah pentingnya lagi untuk selalu mencuci tangan serta menjaga kebersihan diri, tegas Kompol Mashudi. (Eva Abdullah)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Bupati: Pekalongan nihil Korona

nihil korona

Kajen, Wartadesa. – Menanggapi berita tidak benar yang menyebar di sekitar masyarakat Kabupaten Pekalongan bahwa ada warga kabupaten Pekalongan yang positif Korona, Bupati Asip Kholbihi,  mengklarifikasi langsung tentang ketidak benaran berita tersebut. Bupati mengungkapkan bahwa di Kabupaten Pekalongan sendiri sampai saat ini masih dibilang aman dari virus corona, karena belum ada warga Kabupaten Pekalongan yang positif terkena virus corona.Hanya saja memang, bupati mengatakan ada 36 orang warganya yang masuk dalam kategori ODP ( Orang Dalam Pantauan ) .

‘’Sekali lagi saya sampaikan per hari ini alhamdulilah, jam 12.10 menit Kabupaten Pekalongan masih dalam kondisi aman , memang ada orang dalam pantauan sejumlah 36, karena mereka-mereka ini baru pulang dari luar negeri dan semuanya dalam keadaan sehat. sedangkan itu yang kemarin yang sempat dirawat di RSUD Kajen, alhamdulilah sampai hari ini sudah dinyatakan sehat , dan kemarin indikasinya bukan terkena virus Covid-19.” Ujar Asip, Selasa (17/03)

Asip menambahkan, ‘’untuk informasi di Rumah sakit Kraton saat ini ada 2 orang pasien yang diisolasi adalah warga Kabupaten Pemalang dan itu belum masih dalam kategori ODP ( Orang Dalam Pengawasan). Jadi tahapanya kan Pertama orang dalam pantauan , orang dalam Pengawasan , dan suspek,” lanjutnya.

Adapun upaya Pemkab Pekalongan untuk mencegah dan menanggulagi menyebarnya virus corona, bupati mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Pekalongan telah bersiap diri melakukan langkah-langkah dan sudah memiliki rumah sakit rujukan regional penanganan covid-19 untuk daerah pantura.

“Kami Pemerintah Kabupaten Pekalongan selalu bekerjasama dengan seluruh jajaran vertikal TNI, POLRI, Forkopimda kemudian Legislatif dan tokoh tokoh masyarakat kita bersama sesuai hasil rapat kemarin hasilnya kami akan melakukan langkah-langkah yang sesuai dengan instruksi dan araahaan dari Presiden, protokol dari pak presiden,pak gubernur dan kita sendiri dengan kondisi kewilayahan kita.’’ Ujar Asip.

Kita tahu bahwa Kabupaten Pekalongan punya dua rumah sakit, lanjut Asip. Yang rumah sakit keraton adalah rumah sakit rujukan regional lini 1 ini nanti kita akan menjadi rujukan dari Kabupaten Pemalang,Kabupaten Batang,Kota Pekalongan dan Kabupaten Pekalongan sendiri. Oleh karena itu kesiapanya harus super ekstra dan ini tentu kita tidak main-main, bahkan kita menyiapkan intensif khusus bagi para tenaga kesehatan yang ada di depan, jelas bupati Asip.

Dan untuk ruang isolasi sendiri, di RSUD Kraton sampai saat ini dijelaskan oleh bupati Asip sudah penuh, dan apabila ada penambahan jumlah pasien, akan dikoordinasikan lebih lanjut ke Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
‘’Untuk ruang isolasi sendiri di Kraton sudah merupakan standar nasional tersendiri dari kemenkes , karena dulu kita mendapat bantuan ruang isolasi itu untuk pencegahan flu burung jadi kebetulan kita pake untuk ini dan sementara ruang isolasi penuh di RSUD Kraton, dan jika ada lagi penambahan pasien yang perlu diisolasi nanti akan kita koordinasikan lagi dengan pemerintah provinsi.’’ Jelas bupati.

Selain itu, sebagai bentuk langkah cepat dalam menanggulangi penyebaran virus corona , bupati mengungkapkan bahwa mulai hari ini sudah dilakukan penyemprotan disinfektan di tempat-tempat tertentu, seperti tempat ibadah, dan juga akan dianggarkan untuk penyediaan Alat Pelindung Diri ( APD ). ‘’ Jadi mulai hari ini di tempat-tempat tertentu kita sudah lakukan penyemprotan disinveksi untuk mencegah itu .’’ tutur Asip.

‘’ Adapun untuk APD lagi kita hitung yang membutuhkan sekitar 2.5 milyar dan ini skemanya sedang kita siapkan, apakah dengan menswitch kegiatan-kegiatan yang sudah kita anggarkan di penetapan atau kita melalui anggaran petunjuk dari bapak presiden melalui kmendagri juga membolehkan hal seperti itu karena ini keadaan darurat.’’ Ungkap bupati. (Humas Pemkab Pekalongan)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Ratusan orang warga Batang dalam rombongan bus dari Bali dicegat

wihaji

Batang, Wartadesa. – 106 orang dalam dua bus rombongan Koperasi Simpan Pinjam Nahdlatul Ulama (Kospin NU) yang usai melakukan perjalanan dari Bali selama lima hari sejak Sabtu (14/03) dicegat Dinas Kesehatan Batang untuk dilakukan pengecekan. Hal tersebut dilakukan untuk melakukan pencegahan virus Korona (Covid-19).

Kepala Dinas Kesehatan setempat, Zunuron mengatakan bahwa ke106 orang tersebut terdiri dari 100 peserta dalam dua bus, sopir, kru dan kernet bus.

Rombongan  dicek suhu badan dengan scanner dan kondisi kesehatannya. Dari hasil pemeriksaan, rata-rata suhu ke-106 orang itu 36,5 derajat. “Rata-rata suhu badannya 36,5 derajat, hanya ada satu yang suhunya sekitar 37,5 lebih. Belum mencapai 38 derajat,” ujar Zunuron, Rabu (18/03)

Zunuron menghimbau agar para peserta tour tersebut segera memeriksakan kesehatannya jika mengalami sakit, setidaknya dalam waktu 14 hari kedepan jika mereka mengalami batuk, pilek dan panas.”Nanti dalam kurun waktu 14 hari ada keluhan batuk, pilek dan panas kita imbau untuk segara memeriksakan kesehatannya,” jelasnya.

Diberitakan Warta Desa sebelumnya, Dinas Kesehatan Kabupaten Batang berencana mencegat rombongan bus yang baru pulang dari Bali,   untuk mengantisipasi penyebaran virus Korona (Covid-19), mereka akan diperiksa kesehatannya sebelum diperbolehkan pulang.

“Rencananya besok kita akan cegat sebelum masuk Kota Batang dan pulang kerumah masing-masing,” tutur Kepala Dinas Kesehatan, dr. Mukhlasin, Selasa (17/03).

Jika nanti ada di antara penumpang bus itu yang menderita batuk, pilek atau demam, akan ditindaklanjuti terlebih dahulu oleh tim medis. lanjut Mukhlasin. (Eva Abdullah)

Berita terkait:

Rombongan bus dari Bali akan dicegat

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Sembilan warga Pemalang PDP Korona

telekonferensi

Pemalang, Wartadesa. – Pihak berwenang di Pemalang, Jawa Tengah mengungkapkan bahwa saat ini ada sembilan pasien dalam pengawasan (PDP) dan dua pasien dalam kasus penyebaran Covid-19 (virus Korona). PDP pertama yang sudah dirujuk ke RSUD Kardinah Tegal dengan hasil laporan pemeriksaan negatif yang di kirim ke RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan masih dilakukan observasi belum diperoleh hasil laporan.

Demikian diungkapkan Direktur RSUD dr. M. Ashari Pemalang, dr. Sunardo Budi Santoso, Sp.THT-KL,M.Kes dalam konferensi jarak jauh antara Bupati Pemalang, Junaedi dengan  jajaran forkopimda Kabupaten Pemalang, terkait kewaspadaan dan kesiapsiagaan beberapa dinas, pusat layanan kesehatan, pusat perbelanjaan, sekolah dan terminal, Rabu (18/03). di Commandroom Diskominfo Kabupaten Pemalang.

Junaedi dalam kenferensi jarak jauh menanyakan kesiapsiagaan dan kewaspadaan RSUD dr M. Ashari terkait penanganan dan pencegahan virus Korona.

Sunardo melaporkan kondisi per tanggal 18/3/2020 bahwa data Orang Dalam Pemantauan (ODP) 9, Pasien Dalam Pengawas (PDP) sebanyak 2(dua) orang.

“ODP Ada 9 pasien, PDP sebanyak 2 pasien. PDP pertama sudah dirujuk ke RSUD Kardinah Tegal dengan laporan pemeriksaan negatif. Yang di kirim ke RSUD Kraton kabupaten Pekalongan masih dilakukan observasi belum ada hasilnya,” kata Sunardo.

Sunardo menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan pemisahan pasien reguler dengan pasien diduga mengindap virus Korona dengan pola khusus untuk perawatan pasien tersebut.Mulai dari penerimaan dengan informasi awal pasien diduga mengindap virus Covid-19, maka mulai dari satuan pengamanan sudah mulai diarahkan ke ruang isolasi dengan perawat yang mengenakan baju khusus.

“Jika pasien dinyatakan dalam pengawasan maka akan dirujuk ke RSUD Kardinah Tegal atau RSUD Keraton Pekalongan.” Lanjut Sunardo.

Sunardo  menjelaskan bahwa saat ini RSUD Pemalang hanya menyediakan ruang isolasi konvensional. Namun jika kondisi memaksa, direktur RSUD akan berusaha menyiapkan beberapa ruangan yang ada menjadi ruang isolasi. (Eva Abdullah)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan PublikSosial Budaya

Rombongan bus dari Bali akan dicegat

wihaji

Batang, Wartadesa. –  Dinas Kesehatan Kabupaten Batang berencana mencegat rombongan bus yang baru pulang dari Bali,   untuk mengantisipasi penyebaran virus Korona (Covid-19), mereka akan diperiksa kesehatannya sebelum diperbolehkan pulang.

“Rencananya besok kita akan cegat sebelum masuk Kota Batang dan pulang kerumah masing-masing,” tutur Kepala Dinas Kesehatan, dr. Mukhlasin, Selasa (17/03).

Jika nanti ada di antara penumpang bus itu yang menderita batuk, pilek atau demam, akan ditindaklanjuti terlebih dahulu oleh tim medis. lanjut Mukhlasin.

Mukhlasin menambahkan bahwa saat ini di Batang terdapat 10 orang dalam pemantauan (ODP) Covid-19 yang keseluruhannya merupakan TKI yang baru pulang dari berbagai negara. seperti Singapura, Malaysia, Thailan dan Hongkong. “Alhamdulilah mereka kondisi baik,” katanya.

Sementara itu, untuk menangani kasus Korona, Pemprov Jateng telah menganggarkan Rp 100 miliar. Demikian disampaikan Wihaji. “Saya sudah sampaikan Gubernur Ganjar Pranowo, katanya Pemprov sudah alokasikan Rp 100 miliar anggaran mendahuli perubahan untuk pencegahan covid-19. Kita diminta data kebutuhan anggaranya,” jelasnya.

Wihaji menekankan anggaran tersebut untuk memenuhi kebutuhan perlengkapan dari masker, hand sanitizer, hingga ke Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga medis. “Pemkab anggarkan tapi belum mencukupi, oleh karena itu kita berharap bantuan gubernur,” Ucap Wihaji.

Wihaji mengaku bahwa pihaknya juga telah membentuk Tim Gugus yang akan mengontrol dan mengawasi kebijakan pencegahan covid-19. “Oleh karena itu, ada tugas masing-masing Forkopimda untuk mengawasi libur sekolah, dengan monitoring di tempat wisata, dan kerumuman-kerumanunan kita bubarkan dulu, agar masa inkubasi dimanfaatkan dengan benar,” pungkas Wihaji.  (Eva Abdullah)

Terkait
Terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, dua anak meninggal

Tirto, Wartadesa. - Dua saudara sepupu terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, Senin (01/01) sekitar pukul 11.35 WIB. Kedua bucah Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan PublikSosial Budaya

Pengunjung Pasar Pagi pemalang discan thermal

pasar pagi
  • Tidak Benar Pasar di Pemalang Ditutup

Pemalang, Wartadesa. – Beredarnya informasi bahwa seluruh pasar di Kabupaten Pemalang ditutup, Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Dinkoperindag) memastikan bahwa berita tersebut merupakan berita bohong atau hoaks.

Menindak lanjuti isu yang beredar dimasyarakat menyatakan seluruh Pasar Daerah di Kabupaten Pemalang akan tutup adalah HOAX!

Kami tegaskan bahwa TIDAK ADA PENUTUPAN DI SELURUH PASAR DAERAH KABUPATEN PEMALANG.

Kami menghimbau kepada masyarakat yang akan berbelanja di Pasar agar tetap menjaga kebersihan dengan cara mencuci tangan sebelum masuk pasar dan sesudah keluar pasar, kami sudah menyiapkan tempat cuci tangan lengkap dengan sabun dan tisu di setiap pintu masuk pasar.

Demikian dilansir dari laman media sosial Facebook Dinkoperindag Pemalang, Rabu (18/03).

Adanya kerumunan pengunjung sebelum pintu masuk Pasar Pagi Pemalang dikarenakan ada pemeriksaan pengunjung dengan menggunkan thermal scanner (pemindai suhu tubuh) dan penyediaan tempat cuci tangan di lokasi pasar.

Dinkoperindag Pemalang menugaskan petugas di pintu masuk pasar dengan  menggunakan gun thermal scanner untuk mendeteksi suhu tubuh manusia sebelum masuk pasar, satu tanda virus corona adalah demam.

Kepala dinas kesehatan, dr. Solllahudin mengungkapkan beberapa hari lalu,  ada informasi ada pengunjung  ditengarai demam, hingga mereka melakukan penanganan khusus, termasuk menyediakan petugas pemindai suhu tubuh. (Eva Abdullah)

Terkait
Terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, dua anak meninggal

Tirto, Wartadesa. - Dua saudara sepupu terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, Senin (01/01) sekitar pukul 11.35 WIB. Kedua bucah Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

selengkapnya