close

Kesehatan

KesehatanLayanan Publik

Warga yang pulang dari luar negeri diminta untuk melaporkan diri

rakor korona

Karanganyar, Wartadesa. – Warga Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan yang pulang bebergian dari luar negeri seperti buruh migran (TKW/TKI) maupun lainnya diminta untuk melaporkan diri ke dinas kesehatan setempat. Demikian terangkum dalam rapat koordinasi antisipasi pencegahan virus Korona (Covid-19) di alula Kecamatan Karanganyar, Senin (16/03).

“Kami meminta kepala desa untuk memantau warganya terutama yang baru pulang dari luar negeri diantaranya adalah TKW apabila ada sesuatu koordinasi dengan dinas kesehatan.” Ujar Camat Karanganyar, Elyas Setiono.

Meski demikian, Setiono meminta agar kepala desa menyampaikan ke warga tidak panik. “Kepala desa harus menyampaikan kepada masyarakat untuk tidak panik dalam menyikapi dan tidak usah berlebihan,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kapolsek Karanganyar mengatakan bahwa langkah – langkah pencegahan Korona virus sudah banyak diberikan oleh pemerintah, diantaranya dengan menunda dan membatasi kegiatan yang menghadirkan orang banyak, kebersihan diri diutamakan mencuci tangan sesering mungkin serta segera mendatangi fasilitas kesehatan bila kita mengalaami gangguan kesehatan.

“Terkait virus corona untuk ijin keramaian sementara Polsek Karanganyar membatasi sehingga kita juga berperan dalam berkembangnya vitus ini,” ungkap Kapolsek Karanganhar Akhmad Taukhid.

Sementara itu, tim medis dari Puskesmas Karanganyar melakukan paparan dengan menggunakan slide tentang pengenalan virus corona serta pencegahan, membatasi virus corona, serta peragaan cara mencuci tangan yang benar sebagai informasi bahwa di Kabupaten pekalongan juga sudah dibentuk satgas pencegahan dan pengendalian Covid-19/corona virus sehingga masyarakat agar tidak panik tetapi harus tetap waspada, saling peduli dan berdoa untuk keselamatan bersama. (Eva Abdullah)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Wihaji perintahkan jajaran dinas tidak menyelenggarakan acara keramaian

kliwonan

Batang, Wartadesa. – Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop UKM) Kabupaten Batang mengambil sikap dengan meniadakan tradisi Kliwonan  di Alun-Alun Batang. Langkah tersebut diambil sesuai dengan edaran Bupati Batang Wihaji untuk tidak menyelenggarakan kegiatan yang menimbulkan keramaian ataupun kerumunan selama 14 hari.

Kepala Disperindagkop UKM Kabupaten Batang, Subiyanto mengatakan bahwa pihaknya telah menggelar rapat koordinasi dengan perwakilan pedagang makanan dan mainan, serta persewaan tenda (tratak), Selasa (17/03/2020), kemarin.

“Langkah peniadaan sementara tradisi kliwonan ini sebagai langkah pencegahan persebaran pandemi virus Corona di wilayah Kabupaten Batang,” ujar Subiyanto.

Langkah yang diambilnya, masih menurut Subiyanto, untuk mencegah ribuan warga yang datang pada tradisi Kliwonan terpapar virus Korona. “Sebab, tidak hanya pengunjungnya yang datang dari luar daerah, namun penjualnya pun kebanyakan berasal dari luar daerah. Maka dari itu, kami sangat mengkhawatirkan keselamatan masyarakat,” ujarnya.

Subiyanto meminta agar para pedagang dan warga mengerti kebijakan tersebut. Selain Kliwonan, kegiatan Minggon Jatinan juga telah ditiadakan. “Sudah sejak Minggu (15/3/2020) kemarin kita tiadakan minggon jatinan. Dan pada Minggu depan pun masih akan kita larang untuk digelar. Hal ini untuk menghindari adanya titik kerumunan masyarakat,”  tuturnya. (Eva Abdullah)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Antisipasi penyebaran Korona, tempat wisata Kota Pekalongan ditutup

makam sapuro

Pekalongan Kota, Wartadesa. – Pemkot Pekalongan akan menutup sementara sejumlah tempat wisata di Kota Batik. Termasuk kompleks pemakaman Sapuro yang selalu ramai oleh peziarah. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah dan mengendalikan Covid-19 (virus Korona).

Walikota Pekalongan, Saelany Machfudz juga menyebut bahwa pelaksanaan peringatan Hari Jadi Kota Pekalongan, pada 1 April 2020 akan ditunda. “Kami akan rescedule (menjadwal ulang) untuk pelaksanaan acara tersebut menunggu instruksi setelah 14 hari ke depan dari pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Mudah-mudahan Kota Pekalongan bisa selalu aman dan bebas dari virus Korona,” ujarnya, Selasa (17/03).

Sementara itu, terkait penutupan sementara kompleks makam Sapuro, Saelany mengaku sudah berkoordinasi dengan para alim ulama dan FKUB.  “Hal ini masih kami komunikasikan dengan para alim ulama setempat dan FKUB serta MUI Kota Pekalongan agartidak terjadi miskomunikasi terkait rencana penutupan tempat wisata religi ini,” lanjutnya.

Penutupan sementara kompleks makam Sapuro dari para peziarah, lanjut Saelany, untuk menjaga penyebaran virus Korona.  Ia menghimbau agar para peziarah menjadwal ulang ziarah ke Kota Pekalongan dan menghindari tempat-tempat umum dan tempat keramaian apabila tidak mendesak. (Eva Abdullah)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan PublikSosial Budaya

36 warga Kota Santri dan 4 warga Kota Batik masuk dalam ODP Korona

foto-ilustrasi-covid-19

Pekalongan, Wartadesa. – 36 warga Kota Santri dan empat warga Kota Batik saat ini dalam pantauan (ODP–orang dalam pemantauan) terkait virus Korona (Covid-19). Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kejadian tidak diingikan. Seluruh warga yang masuk dalam ODP sebelumnya telah melakukan perjalanan ke luar negeri.

Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi menyebut bahwa 36 warganya yang masuk dalam ODP dalam keadaan sehat. “Memang masih dalam tahapan pantauan berjumlah 36 orang. Namun mereka dalam kondisi sehat semua, karena masih tahap awal termasuk para mahasiswa yang baru pulang dari luar negeri seperti Malaysia dan Thailan,” kata Bupati Pekalongan Asip Kholbihi usai melakukan jumpa pers di ruangannya siang kemarin.

Asip menambahkan, sebelumnya ada satu pasien yang dirawat di RSUD Kajen tetapi kondisinya sudah sehat dan bukan terkena Covid-19. Dan di RSUD Kraton belum ditemukan pasien suspek Korona. “Seperti diketahui, RSUD Kraton menjadi rujukan regional terkait Covid-19. Saat ini pihak rumah sakit masih melakukan isolasi terhadap dua orang dari Kabupaten Pemalang, namun tahapan masih pengawasan. Pasien itu berjenis kelamin laki-laki dan berusia lanjut. Berdasarkan pemeriksaan pasien ini belum masuk ke tahap suspeck,” lanjutnya.

RSUD Kraton telah menyiapkan dua ruangan isolasi. Jika dibutuhkan, lanjut Asip, rumah sakit swasta diminta untuk menyediakan ruang isolasi.  “Alhamdulillah Kabupaten Pekalongan saat ini masih dalam kondisi kondusif,” ujarnya.

Asip mengatakan bahwa persoalan mendasar adalah keterbatasan alat pelindung diri para petugas kesehatan. “Di lapangan, persoalan mendasar adalah terkait keterbatasan alat pelindung diri dari para petugas kesehatan. Mengingat RSUD Kraton merupakan salah satu rumah sakit rujukan regional di Jawa Tengah Lini I yang menjadi rujukan dari Kabupaten Batang, Pemalang, Pekalongan dan Kota Pekalongan kesiapannya harus super ekstra dan tidak boleh main-main. Termasuk bahkan menyiapkan intensif khusus pagi para petugas yang berada di lini depan,” tandasnya.

Terkait rumor adana pasien suspek Korona di Kabupaten Pekalongan, Asip mengatakan bahwa berita tersebut bohong atau hoaks. “Sekali lagi saya sampaikan, alhamdulilah, sampai sekarang Kabupaten Pekalongan masih aman,” kata Asip, Selasa sore (17/03/2020).

Sementara itu, empat warga Kota Pekalongan dinyatakan berstatus orang dalam pantauan (ODP) terkait virus corona. Keempatnya saat ini masih berada di rumah masing-masing tapi terus mendapatkan pengawasan dari pihak Dinas Kesehatan melalui puskesmas.

Hal itu diungkapkan Wali Kota Pekalongan, M Saelany Machfudz, Selasa (17/3/2020). Wali Kota menyatakan, keempat orang tersebut merupakan yang tersisa dari total 30 orang yang sebelumnya berstatus ODP di Kota Pekalongan. “Catatan kami, sebelumnya ada 30 ODP yang dalam pengawasan. Tapi mereka belum sampai dirawat di rumah sakit. Kami datangi ke rumah masing-masing untuk diperiksa,” tuturnya.

Saelany menambahkan dari 30 ODP, 26 diantaranya dinyatakan sehat dan tidak menunjukkan gejala apapun terkait virus Korona. Empat lainnya masih dalam proses pengawasan dan pemeriksaan. “Empat orang masih terus dilakukan pengawasan tapi mereka tetap tinggal di rumah masing-masing. Tidak ada yang dirawat karena kondisinya sehat,” tambahnya.

Slamet Budiyanto, Juru Bicara Satgas Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 Kota Pekalongan mengatakan bahwa 30 warga Kota Batik yang masuk ODP sebelumnya baru pulang dari daerah terjangkit Korona. “Mereka ini baru pulang dari daerah-daerah yang terjangkit, atau dari luar negeri. Diantaranya seperti TKI, TKA maupun TKW. Tapi semuanya masih dalam kondisi sehat. Saat ini masih ada empat orang yang berstatus ODP dari sebelumnya 30 orang. Yang 26 sudah dinyatakan bebas dan sehat,” punkasnya. (Eva Abdullah)

Terkait
Terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, dua anak meninggal

Tirto, Wartadesa. - Dua saudara sepupu terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, Senin (01/01) sekitar pukul 11.35 WIB. Kedua bucah Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Cegah Korona fasilitas umum di Pekalongan disemprot disinfektan

semprot
  • Warga dapat mengajukan permohonan penyemprotan disinfektan

Pekalongan, Wartadesa. – Sejumlah fasilitas umum  seperti Markas PMI Kota Pekalongan, Masjid Abdullah Hinduan SMP Mahad Islam, UDD PMI Kota Pekalongan dan Mapolres Pekalongan (kabupaten) dilakukan penyemprotan disinfektan untuk mencegah penyebaran virus Korona (Covid-19), Selasa (17/03) kemarin.

Penyemprotan disinfektan di wilayah Kota Pekalongan dilakukan oleh PMI Kota dengan menerjutnkan 10 petugas. “Kegiatan penyemprotan disinfektan ini baru dilakukan hari ini (kemarin), petugas yang diterjunkan sebanyak 10 orang. Penyemprotan dilakukan mulai dari kursi, kamar mandi, gagang pintu, mushola, dan sejumlah ruangan lainnnya,” terang Akhi Falakhi.

Falakhi menambahkan bahwa pihaknya menerima permohonan penyemprotan disinfektan pada fasilitas umum, rumah warga, instansi dan perusahaan untuk mencegah virus Korona dengan mengajukan surat permohonan. “PMI Kota Pekalongan menerima pelayanan penyemprotan disinfektan di fasilitas umum, rumah warga, instansi, atau perusahaan untuk pencegahan virus corona. Ini hanya perlu membuat surat permohonan,” ungkap Falakhi.

Adapun mekanisme permohonannya yakni pemohon membuat surat permintaan spraying dinsinfektan ke markas PMI Kota Pekalongan, yang nantinya akan ditindaklanjuti secara cepat oleh PMI Kota Pekalongan. “Untuk rumah teknisnya dengan RT RW setempat. Terkait biaya jika itu fasilitas umum seperti masjid, stasiun, sekolah, dan terminal gratis. Jika itu perusahaan mengganti biaya disinfektan,” pungkas Falakhi.

Sementara itu, Mapolres Pekalongan di Kajen juga disemprot dengan disinfektan. Seluruh Personil Polres Pekalongan melakukan bersih-bersih dan sterilisasi di lokasi pelayananan. Seperti yang dilakukan di Satuan Pelayanan SIM, SKCK, SPKT dan rumah tahanan Polres Pekalongan, Selasa (17/03/2020).

Sebelum pelayanan dibuka, pada pagi hari petugas bergotong royong membersihkan ruangan pelayanan masyarakat, baik dengan menyemprotkan disinfektan cair, menyapu, menyepel hingga menyediakan hand sanitizer bagi petugas dan masyarakat yang datang.

Kapolres Pekalongan AKBP Aris Tri Yunarko,   melalui Wakapolres Pekalongan Kompol Mashudi,   menjelaskan, sebagai mana arahan dari Bapak Kapolri, Kapolda Jawa Tengah dan Kapolres Pekalongan, kegiatan tersebut dilakukan untuk meningkatkan pelayanan pada masyarakat, terutama di tengah isu merebaknya penyebaran virus corona di berbagai wilayah.

“Kita lakukan bersih-bersih di lokasi pelayanan yang mungkin sering disambangi oleh masyarakat. Kita juga melakukan penyemprotan disinfektan dan sediakan hand sanitizer. Hal itu semua dilakukan untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat pada pelayanan kepolisian,” jelas Kompol Mashudi.

Lebih lanjut Wakapolres Pekalongan mengungkapkan bahwa upaya sterilisasi dan pembersihan ini akan terus dilaksanakan setiap pagi ketika hendak membuka pelayanan dan sore hari ketika pelayanan di tutup. Dan sebagai standar keamanan, para petugas kepolisian yang bertugas juga melengkapi diri mereka dengan sarung tangan dan masker, lanjut Kompol Mashudi. (Eva Abdullah)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
Anti HoaxKesehatan

Pasien RSUD Kardinah asal Pemalang dinyatakan negatif Korona

corona
  • Hoax! Kabar pasien terjangkit Korona di RSUD Kraton dan Batang

Pemalang, Wartadesa. – AM warga Pemalang yang diisolasi di RSUD Kardinah sejak Kamis (05/03) dinyatakan negatif virus Korona, Jum’at (13/03). Hal tersebut diungkapkan Tim Ad Hocc Penanganan Covid-19 RSUD Kardinah Tegal, sesuai hasil labortorium Balitbangkes Kemenkes di Jakarta.

“Kemarin sudah keluar, (hasilnya) Negatif,” kata Ketua Tim Ad Hocc Penanganan Covid-19 RSUD Kardinah Rahman Edi Santoso dikutip dari Kompas.com.

Sebelumnya AM (40) dirujuk dari RSUD Dr. M Ashari Pemalang lantaran mengalami gejala mirip penderita suspek Korona. Yakni batuk, demam dan sesak nafas. Rahman mengatakan, saat ini AM hanya divonis menderita sakit radang paru-paru atau pneumonia dan sudah keluar ruang isolasi.

“Kondisi pasien sudah stabil. Saat ini sudah pindah ke ruang perawatan biasa,” kata Edi Santoso. Meski sudah dinyatakan negatif virus corona, tim medis masih melakukan perawatan sebagai upaya menyembuhkan pneumonia yang dideritanya. “Maksimal Senin sudah boleh pulang,” lanjutnya.

Sebelumnya diberitakan oleh Warta Desa, seorang warga Desa Kalimas, Kecamatan Randudongkal, Pemalang yang baru pulang dari Singapura mengaami indikasi suspek virus Korona (Covid-19). Ia kemudian dirujuk ke RSUD Kardinah Tegal untuk menjalani observasi, Kamis (05/03) sore.

Kades Mangli, Mangus Sudibyo mengatakan bahwa pasien tersebut hanya menderita flu biasa dan bukan warga Desa Kalimas, melainkan warga Desa Mangli, Kecamatan Randudongkal, Pemalang yang bekerja sebagai anak buah kapal (ABK). “Itu warga saya yang kebetulan baru pulang dari luar negeri seminggu yang lalu bekerja di kapal. Bahkan sebelum kabar ini geger saya kebetulan jalan bareng ke Semarang,” kata Manggus Sudibyo .

Mangus Sudibyo, menambahkan bahwa sudah menjadi prosedur bahwa pasien yang mengalami gejala seperti suspek Korona dilakukan tindakan sesuai SOP (standar operasional prosedur).

Sebelum pasien tersebut dirujuk ke RSUD Kardinah Tegal, lanjut Mangus, ia pergi bersama ke Semarang, namun karena kecapaian ia terserang flu dan memeriksa kondisinya ke Puskesmas Kalimas.

Sementara Kades Kalimas, Murdi, sebelumnya sudah membantah jika warga yang diisukan suspect corona bukan warga Kalimas, tetapi warga Desa Mangli yang kebetulan periksa di Puskesmas Kalimas.

“Hoax, itu bukan warga Kalimas, tetapi warga Mangli yang kebetulan pulang kampung 12 hari yang lalu dari Singapura,” kata Murdi.

Kabar Pasien Terpapar Korona di Batang, Hoax

Terkait kabar adanya warga Batang yang dinyatakan posirif terkena Korona beberapa waktu lalu di media sosial, Bupati Batang Wihaji menegaskan kepada masyarakat di wilayahnya agar tidak mudah percaya dengan informasi hoaks adanya pasien suspek Korona di Kabupaten Batang. Ia mengatakan, hingga saat ini belum ada masyarakat Kabupaten Batang dinyatakan positif terkena Covid-19 dan dilarikan ke rumah sakit rujukan yang ada.

“Banyak informasi beredar bahwa ada masyarakat Batang yang suspect virus corona dan dibawa ke rumah sakit rujukan. Namun informasi itu saya tegaskan tidak benar atau hoaks,” tegas Bupati Wihaji, usai menggelar rapat koordinasi di ruang pertemuan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batang, Sabtu (14/03/).

Wihaji mengatakan, bahwa hingga saat ini kondisi wilayah Kabupaten Batang masih aman dari virus corona. Menurutnya, belum ada laporan resmi adanya masyarakat Batang yang suspek virus Korona. “Saya sudah cek sejumlah rumah sakit di Batang, hasilnya mereka tidak pernah merujuk pasien virus corona. Jadi informasi yang tersebar di media sosial itu tidak benar,” jelasnya.

Hoax Pasien Terpapar Korona Juga Beredar

Kabar adanya pasien terpapar virus Korona di RSUD Kraton dibantah oleh direktur rumah sakit setempat, dr Eko Wigiantoro  mengatakan bahwa terkait beredarnya informasi tentang adanya pasien Covid-19 di RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan yang telah beredar di masyarakat melalui media sosial, dengan ini kami informasikan bahwa kabar tersebut adalah hoax.

“Sampai saat ini belum ada pasien Covid-19 yang dirawat di RSUD Kraton.” Ujar Eko.

Eko  menghimbau agar masyarakat tidak panik dan tetap waspada. Mari jaga pole hidup sehat dan budayakan cuci tangan. (Eva Abdullah denan tambahan sumber kompas.com)

Terkait
Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

Puskesmas tak jadi naik 400 persen, ditunda Bupati Pekalongan

Kajen, Wartadesa. - Kenaikan tarif pelayanan Puskesmas di Kabupaten Pekalongan sebesar 400 persen sejak tanggal 1 Februari 2018, mulai hari Read more

Masuk 10 besar wilayah rawan narkoba Jateng, Saelany akan bentuk BNNK

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Tingginya kasus pelanggaran kasus narkoba di Kota Pekalongan, membuat wilayah ini masuk dalam 10 besar wilayah Read more

Pekalongan ‘darurat’ gizi buruk

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Kota Pekalongan 'darurat' gizi buruk, setidaknya 13 balita di Kota Batik menderita gizi buruk dengan penyakit Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Derita kanker Rasufarid, Wiwik butuh bantuan

wiwik

Wonopringgo, Wartadesa. – Wiwik, warga Dukuh Wonolobo Rt 02/01 Desa Satrodirjan, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan membutuhkan uluran tangan para dermawan yang ingin berbagi rejekinya. Ia divonis menderita Kanker Rasufarid oleh RSUD Kabupaten Pekalongan.

Menurut orang tua Wiwik, anaknya menderita kanker sudah satu tahun. “Dari pihak pemerintah desa masih mencari solusi pengobatan anak kami.” Tuturnya Kamis (12/03).

Kondisi orang tua Wiwik yang tidak mampu membiayai pengobatan anaknya membuat mereka mengetuk hati para pembaca untuk membantu pengobatan anaknya. “Sambil menunggu hasil dari usaha pemerintah desa kami menyampaikan rasa terimakasih kepada orang-orang yang perduli terhadap Wiwik dengan memberikan rizkinya kepada Wiwik,” lanjutnya.

Sementara itu, Kapolsek Wonopringgo Iptu Akhmat Fauzi yang datang untuk memberikan bantuan,  juga berharap Wiwik segera mendapatkan bantuan dari pemerintah setempat.  “Semoga segera dapat bantuan dari pemerintah dan mendapatkan ridlo dari Alloh, anak saya bisa berobat dan bisa sembuh,” harapa Kapolsek.

Kapolsek juga menyampaikan kepada Wiwik agar tetap bersabar dan terus berdoa semoga lekas diberikan kesembuhan dan juga kepada keluarganya agar sabar dan kuat menghadapi kenyataannya dan semoga bantuan sedikit ini dapat membantu dalam merawat Wiwik. (Eva Abdullah)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Pasien yang dirujuk ke RSUD Kardinah Tegal dipastikan bukan suspek Korona

ilustrasi korona

Pemalang, Wartadesa. – Warga Pemalang yang Kamis (05/03) sore kemarin dirujuk ke RSUD Kardinah Tegal lantaran diduga suspek Korona (Corvid-19) dipastikan bukan penderita Korona. Hal tersebut dikatakan oleh Kades Mangli, Mangus Sudibyo.

Sebelumnya diberitakan oleh Warta Desa, seorang warga Desa Kalimas, Kecamatan Randudongkal, Pemalang yang baru pulang dari Singapura mengaami indikasi suspek virus Korona (Covid-19). Ia kemudian dirujuk ke RSUD Kardinah Tegal untuk menjalani observasi, Kamis (05/03) sore.

Mangus mengatakan bahwa pasien tersebut hanya menderita flu biasa dan bukan warga Desa Kalimas, melainkan warga Desa Mangli, Kecamatan Randudongkal, Pemalang yang bekerja sebagai anak buah kapal (ABK). “Itu warga saya yang kebetulan baru pulang dari luar negeri seminggu yang lalu bekerja di kapal. Bahkan sebelum kabar ini geger saya kebetulan jalan bareng ke Semarang,” kata Manggus Sudibyo dilansir dari Puskapik, Jumat siang (06/03).

Mangus menambahkan bahwa sudah menjadi prosedur bahwa pasien yang mengalami gejala seperti suspek Korona dilakukan tindakan sesuai SOP (standar operasional prosedur).

Sebelum pasien tersebut dirujuk ke RSUD Kardinah Tegal, lanjut Mangus, ia pergi bersama ke Semarang, namun karena kecapaian ia terserang flu dan memeriksa kondisinya ke Puskesmas Kalimas.

Sementara Kades Kalimas, Murdi, sebelumnya sudah membantah jika warga yang diisukan suspect corona bukan warga Kalimas, tetapi warga Desa Mangli yang kebetulan periksa di Puskesmas Kalimas.

“Hoax, itu bukan warga Kalimas, tetapi warga Mangli yang kebetulan pulang kampung 12 hari yang lalu dari Singapura,” kata Murdi.  (Sumber: Puskapik)

Berita terkait

Pasien diduga suspek Korona asal Pemalang dirujuk ke RSUD Kardinah Tegal

Pasien RSUD Kajen dinyatakan negatif Korona

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
Kesehatan

Pasien diduga suspek Korona asal Pemalang dirujuk ke RSUD Kardinah Tegal

ilustrasi korona

Pemalang, Wartadesa. – Seorang warga Desa Kalimas, Kecamatan Randudongkal, Pemalang yang baru pulang dari Singapura mengaami indikasi suspek virus Korona (Covid-19). Ia kemudian dirujuk ke RSUD Kardinah Tegal untuk menjalani observasi, Kamis (05/03) sore.

“Memang benar ada warga Kalimas, Randudongkal yang terindikasi mirip covid 19, namun untuk memastikan kebenaranya saat ini pasien dirujuk ke RSUD M Ashari,” kata Indra pegawai Puskesmas Kalimas.

Sunarto Budi Santoso, Direktu RSUD M Ashari Pemalang dalam konferensi pers kemarin sore mengatakan bahwa pihaknya langsung mengambil langkah sesuai standar opersional prosedur yang ada. “Begitu menerima informasi, kita langsung melangkah sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). Kita lakukan assesment. Pasien kita tangani melalui pintu khusus menuju ke ruang isolasi. Petugas medis yang menangani juga sesuai SOP, berpakaian dengan Alat Pelindung Diri (APD),” kata Sunardo Budi Santoso.

Sunardo menambahkan, karena RSUD M Ashari Pemalang, bukan rumah sakit yang ditunjuk menangani pasien suspect virus corona, maka pasien dirujuk ke RSUD Kardinah, Kota Tegal. “Pasien diantar sudah diantar dengan mobil ambulan khusus dan tim medis memakai pakaian APD, yang mirip astronot, sebagai bagian dari kewaspadaan,” kata Sunardo.

Saat ini pasien yang mengalami gejala mirip pasien suspect virus corana itu, sudah diterima tim medis RS kardinah. “Status pasien sekarang dalam pengawasan. Tentu saja langkah yang diambil tim medis sesuai SOP, ya penanganan pasien dalam pengawasan. Kita juga terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Pemalang,” ujar Sunardo.

Sunardo mengimbau masyarakat untuk tidak memakan isu hoax atau berita bohong yang seolah olah pasien tersebut sudah positif terjangkit virus corona. Padahal ada mekanisme medis yang harus dilakukan tim medis untuk memutuskan status suatu penyakit.

“Jadi kami tekankan, pasien warga Kalimas itu hanya menderita sakit yang mirip virus corona, dan hasilnya akan kami sampaikan berkala kepada publik. Kalau seandainya, sekali lagi kalau seandainya, ditemukan kasus virus corona di Pemalang, tentu akan ada langkah-langkah lokalisir,” tutup Sunardo.

Pada konferensi pers itu, tim medis RSUD M Ashari, dr Lia menyebut, pasien berinisial A, berumur 40 tahun, warga Kalimas, Randudongkal, Pemalang itu, diketahui 15 Februari pulang dari Singapura. Setelah diambil sampel darahnya, diketahui pasien itu terdeteksi ada infeksi paru-paru.

Konferensi pers itu juga dihadiri oleh Kasat Intel dan Kasat Binmas Polres Pemalang. “Dengan penjelasan ini, mohon masyarakat tidak resah. Jangan termakan isu yang tidak benar,” kata Kasat Intel AKP Amin Mezi. (Eva Abdullah)

Terkait
Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

Puskesmas tak jadi naik 400 persen, ditunda Bupati Pekalongan

Kajen, Wartadesa. - Kenaikan tarif pelayanan Puskesmas di Kabupaten Pekalongan sebesar 400 persen sejak tanggal 1 Februari 2018, mulai hari Read more

Masuk 10 besar wilayah rawan narkoba Jateng, Saelany akan bentuk BNNK

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Tingginya kasus pelanggaran kasus narkoba di Kota Pekalongan, membuat wilayah ini masuk dalam 10 besar wilayah Read more

Pekalongan ‘darurat’ gizi buruk

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Kota Pekalongan 'darurat' gizi buruk, setidaknya 13 balita di Kota Batik menderita gizi buruk dengan penyakit Read more

selengkapnya
BencanaKesehatanLayanan PublikSosial Budaya

Banjir Pekalongan, pengungsi bertambah dan mulai terserang penyakit

pengungsi

Pekalongan, Wartadesa. – Banjir parah kembali dialami warga Pekalongan, hujan sejak Ahad hingga Senin (23-24/02) ini mengakibatkan jumlah pengungsi makin bertambah. Diantara mereka mulai terserang penyakit, seperti gagal-gatal.

Warga Kelurahan Tirto yang terendam hingga sepinggang orang dewasa memilih mengungsi di beberapa tempat. Tercatat hingga pagi tadi, jumlah pengungsi di Masjid Al-Karomah sebanyak 500 orang, sedang jumlah pengungsi di Masjid Dupantex sebanyak 109 orang.

Beberapa diantara mereka mengeluhkan penyakit seperti gatal, batuk, pilek, pusing dan demam. Bahkan ada dua balita yang terserang diare lantaran masuk angin.

Pengungsi yang mengalami sakit mendapatkan pelayanan kesehatan dari Dinas Kesehatan dan PMI Kabupaten Pekalongan. Namun demikian belum ada pengungsi yang dilarika ke rumah sakit. “Untuk kondisi pengungsi saat ini sehat-sehat,” ujar Kepala Dinkes Kabupaten Pekalongan Setiawan Dwiantoro.

Sementara itu, jumlah pengungsi di   Aula Kantor Kecamatan Pekalongan Barat sebanyak 97 orang. Banjir menggenangi sejumlah wilayah permukiman di Kota Pekalongan antara lain Kecamatan Pekalongan Utara merata mulai 20-70 cm, Kecamatan Pekalongan Barat yakni Kelurahan Tirto dan Pasirkratonkramat 50-70 cm dan kelurahan lainnya merata 10-50 cm, Kecamatan Pekalongan Timur sebagian tergenang 10-50 cm, dan Kecamatan Pekalongan Selatan di beberapa titik. (Eva Abdullah)

Terkait
59 rumah tersapu angin puting beliung di Bojongnangka Pemalang

Pemalang, Wartadesa. -  59 rumah di Desa Bojongnangka Kec/Kab. Pemalang, Jawa Tengah rusak ringan hingga parah akibat tersapu angin puting Read more

Terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, dua anak meninggal

Tirto, Wartadesa. - Dua saudara sepupu terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, Senin (01/01) sekitar pukul 11.35 WIB. Kedua bucah Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

selengkapnya