Talun, Wartadesa. – Dasirin, warga Desa Sengare Kecamatan Talun, Kabupaten Pekalongan, kini bersedia untuk menempati tempat tinggal yang lebih layak setelah berulang dibujuk oleh Kapolsek, Muspika Talun dan Kepala Desa Sengare.
Seperti diketahui, Jum’at lalu, Dasirin dan keluarga yang tinggal di sebuah kandang kebo didatangi pihak polsek, muspika dan kepala desa setempat untuk menyerahkan bantuan dan membujuk keluarganya agar bersedia pindah dari tempat tinggal yang sebelumnya dihuni.
Dasirin (46) , Tarkonah (36) dan dua anaknya yang mengalami keterbatasan pertumbuhan yakni Vivi Ratnasari (11) serta Wiwit Setiyaningsih (16) kini menempati rumah yang masih satu bangunan dengan puskesmas pembantu (pustu) Sengare.
“Mereka sudah setuju untuk pindah dan kini menempati bangunan rumah yang tidak terpakai dan dekat dengan balai desa serta medis desa,” ujar Hasanudin, Kepala Desa Sengare, Ahad (02/09).
Hasanudin menambahkan, Dasirin sementara tinggal di rumah samping Pustu, sembari menunggu pembangunan rumah yang permanen. “Sementara ini sekitar satu sampai dua bulan mereka menempati rumah dinas di Pustu dulu, sambil menunggu pembuatan rumah yang dibangun secara swadaya oleh warga di tanah milik desa. Dan warga juga telah mengumpulkan iuran untuk membantu keluarga Dasirin,” lanjut Hasanudin.
Dasirin secara administratif pindah domisili lagi ke Desa Sengare, setelah sebelumnya sempat pindah domisili ke Desa Krompeng. “Kita uruskan semuanya administrasi pindahan. Kelurga ini masih beralamat di Desa Krompeng asal istri Dasirin. Pengurusan adminitrasi pindahan desa ini untuk mempermudah memperoleh berbagai paket program bantuan sosial pemerintah,” ujar Hasanudin.
Dasirin kini didampingi oleh petugas PKH (Program Keluarga Harapan) untuk membantu dan memantau kondisi keluarganya. Kedua putri Dasirin mengalami cerebral palsy ringan, ada harapan untuk bisa berjalan setelah melakukan terapi.
“Kedua-duanya terkena cp (cerebral palsy) ringan. Ada harapan untuk bisa jalan dan nanti bisa kita bantu untuk bisa terapi secara rutin,” kata Purwo, Koordinator Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Pekalongan
Purwo sebelumnya telah melakukan pengecekan untuk kedua putri Dasirin, sekedar duduk-berdiri hingga disimpulkan bisa pulih. “Jika latihan rutin dan terus terapi, bisa jalan. Posisi duduknya saat dikandang kerbau juga membuat kaki kaku karena menekuk terus,” tambahnya.
Keluarga Dasirin tampak gembira setelah menempati rumah permanen yang tidak berbau lagi. (WD)
Berita terkait: tinggal-kandang-kebo-dasirin-direlokasi-ketempat-layak










