WARTA DESA, PEKALONGAN, 29-12-2025 – Camat Lebakbarang, Sri Handayani, menunjukkan sikap tidak mau memberikan penjelasan saat dikonfirmasi awak media terkait sistem monitoring yang diterapkan di salah satu desa dalam wilayah Kecamatan Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan.
Dalam proses konfirmasi informasi, Sri Handayani memberikan respons dengan nada suara yang tinggi dan terkesan emosional, sehingga menciptakan suasana yang kurang kondusif selama pertemuan dengan awak media. Ia tegas menyatakan tidak ingin membahas lebih jauh mengenai persoalan yang menjadi sorotan.
“Saya tidak akan mengulas permasalahan yang sudah selesai,” ujar Sri Handayani secara singkat tanpa memberikan klarifikasi lebih lanjut.
Pernyataan tersebut tidak diimbangi dengan penjelasan terkait mekanisme kerja sistem monitoring desa yang dipertanyakan, termasuk apakah sistem pengawasan tersebut telah beroperasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku atau terdapat poin yang perlu diperbaiki. Sikap enggan menjelaskan ini kemudian memunculkan berbagai pertanyaan di kalangan masyarakat, mengingat tugas pokok kecamatan meliputi pemantauan dan pembinaan terhadap pelaksanaan pemerintahan di tingkat desa.
Sejumlah pihak mengemukakan bahwa keterbukaan informasi merupakan hal krusial untuk menjaga kepercayaan publik, terutama dalam hal pengawasan administrasi dan tata kelola pemerintahan desa. Penolakan untuk memberikan klarifikasi terkait sistem monitoring ini justru berpotensi memunculkan berbagai spekulasi yang tidak jelas di tengah masyarakat. (Rohadi)










