close
BencanaSosial Budaya

Dua rumah ludes saat ditinggal nonton karnaval di Banyuputih

kabakaran saat karnaval banyuputih

Batang, Wartadesa. – Sutarjo (58) dan Slamet (55)  tak mengira jika rumah miliknya harus ludes dilalap api, saat ditinggal menonton karnaval di desanya, dalam rangka memperingati HUT RI Ke-72 di Desa/Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

Kejadian yang berlangsung pada Sabtu (26/8) kemarin tersebut bermula saat sekitar pukul 15.00 wib. Riyanto (35), warga setempat yang juga tukang parkir tak jauh dari rumah kedua korban, melihat asap mengepul pada rumah milik Slamet.

Mengetahui ada kepulan asap dari dalam dapur rumah milik  Slamet yang akhirnya membakar dapur kemudian api membesar.

Melihat api semakin membesar, kemudian Riyanto berusaha minta tolong dengan berteriak dan tak lama kemudian masyarakat dan Polsek Limpung   dan Koramil yang saat itu masih mengamankan Pawai Karnaval berusaha memadamkan api dengan manual.

Musim kemarau membuat api cepat menjalar ke tetangga korban, Sutarjo. Hingga dua rumah yang berhimpitan ludes terbakar.

“Karena rumah semi permanen yang terbuat dari kayu dan bambu  masing masing berukuran kurang lebih 5×12 m, sehingga api cepat merambat membakar barang barang yang ada di dalam rumah dan api  membakar dua rumah tersebut yang berhimpitan serta masih satu keluarga,” kata Kapolsek Limpung, AKP Raharja, Ahad (27/8).

AKP Raharja menuturkan, petugas pemadam kebakaran yang datang, dapat memadamkan api, hingga tidak merembet ke tetangga lainnya.

“Diduga penyebab kebakaran di perkirakan karena pada saat itu Korban, Turyati, istri Slamet sedang menanak nasi dan kemudian ditinggal menonton pawai karnaval yang akhirnya terjadi kebakaran,” Ungkap Kapolsek Limpung AKP Raharja.

Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Selain dua rumah yang terbakar, dapur bagian belakang rumah milik Setyo Mulyo (50) turut terbakar dan  2 (dua) motor Honda Grand dan Honda Vario hangus terbakar dan 2 (dua) sepeda motor terbakar pada joknya.

Akibat kebakaran tersebut korban mengalami  kurang lebih Rp 60 juta,” imbuh AKP Raharja. (WD)

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rusak, warga rehab Mushola “Pasar Kebo”

Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

Meneruskan estafet kepemimpinan rating IPPNU Pecakaran

Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Pecakaran, Wonokerto - Pekalongan berlangsung khidmad. (14/10) Foto : Wahidatul Maghfiroh/wartadesa. Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : kebakaran