Kajen, Wartadesa. – Bupati Pekalongan, Fadia menyebut bahwa kondisi keuangan Pemerintah Kabupaten Pekalongan memprihatinkan sejak pandemi, sehingga anggaran harus dibagi berdasar skala prioritas. Demikian disampaikan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Pekalongan Tahun 2022 di Aula Lantai 1 Setda Kabupaten Pekalongan, Selasa (29/3).
“Pemkab melaksanakan kegiatan dengan mengedapankan skala prioritas, karena keuangan pemerintah sejak pandemi Covid-19 cukup memprihatinkan sehingga anggaran harus dibagi untuk berbagai program dan kegiatan sesuai skala prioritas,” kata Fadia dilansir dari website resmi Pemkab Pekalongan.
Fadia menjelaskan bahwa Pemkab Pekalongan telah melaksanakan program kesehatan gratis dengan KTP. “Walaupun masih ada batasan-batasannya, namun menurut saya, ini merupakan hal yang luar biasa,” ujarnya.
Program lainnya yaitu, penunggu rumah sakit pasien kurang mampu yang dirawat di Puskesmas Rawat Inap dan rumah sakit milik Pemkab Pekalongan mendapatkan bantuan sebesar Rp. 50 ribu per hari. “Ini sudah sudah berlaku per 1 Januari lalu. Kita terus evaluasi kekuarangan program ini,” imbuh bupati.
Selain itu, di bidang pendidikan, pemkab juga memberikan bantuan seragam bagi siswa di sekolah negeri dari keluarga tidak mampu. “Saya berharap program setidaknya bisa membantu anak Pekalongan bisa sekolah dan pintar semua,” ucapnya
Terkait infrastruktur, pada tahun 2022, Pemkab Pekalongan menganggarkan peningkatan infrastruktrur jalan, jembatan dan saluran menjadi kurang lebih Rp. 130 Miliar, dari tahun 2021 yang anggarannya Rp. 50 Miliar. “Mudah-mudahan, pada 2023, bisa lebih ditingkatkan lagi anggaran untuk peningkatan infrastruktur jalan, jembatan dan saluran irigasi yang PR nya cukup banyak,” lanjut Fadia.
Selain itu, tahun ini, masih menurut Fadia, Kabupaten Pekalongan mendapatkan bantuan dari Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp. 60,8 miliar untuk infrastruktur di Kabupaten Pekalongan. “Mudah-mudahan dari Pusat juga nanti ada bantuan dan tahun 2023 lebih banyak lagi,” harapnya.
Fadia menyebut akan menata Alun-Alun Kajen dan mempercantik dengan mengusung ikon Kabupaten Pekalongan pada tahun ini. Selain itu, kegiatan lainnya yaitu pemkab akan mengembangkan wisata di Kota Santri, antara lain di Objek Wisata Linggo Asri, Kajen pada tahun 2022 dan 2023.
Dalam waktu dekat, Fadia akan meresmikan Pasar Wiradesa dan Pasar Kedungwuni. Ia juga berharap adanya pembangunan hotel, agar wilayahnya lebih ramai dan banyak dikunjungi tamu atau wisatawan sehingga perekonomian warga Kabupaten Pekalongan meningkat. “Kami juga akan memanfaatkan atau memfungsikan aset-aset milik Kabupaten Pekalongan yang mangkrak agar lebih bermanfaat,” kata Fadia. (Buono)










