Wiradesa, Wartadesa. – Harga kebutuhan pokok warga Pekalongan, utamanya sembako dan sayur di sejumlah pasar tradisional terus merangkak naik menjelang Natal dan Tahun Baru 2018.
Menurut pedagang beras di Pasar Wiradesa, Hermawati, kenaikan harga beras dikarenakan permintaan yang naik. “Kami memperkirakan kenaikan harga kebutuhan pokok itu akan bertahan hingga Tahun Baru 2018. Kenaikan harga kebutuhan pokok ini justru akan menyulitkan bagi para pedagang sehingga kami berharap pada pemerintah untuk menyetabilkan harga sembako,” katanya Sabtu (23/12).
Harga beras jenis premium semula sekira Rp 9.500 per kilogram kini naik menjadi Rp 11.300 per kilogram. Telur ayam semula Rp 24 ribu per kilogram naik jadi Rp 27 ribu per kg. Daging ayam semula Rp 28 ribu per kg naik menjadi Rp 34 ribu per kilogram.
Adapun, untuk komoditas sayuran seperti cabai keriting semula sekira Rp 27 ribu per kilogram naik menjadi Rp 28 ribu per kg. Cabai merah semula Rp 23 ribu per kg naik menjadi Rp 24 ribu per kg. Bawang merah semula Rp 13 ribu per kg naik Rp 15 ribu per kg, dan tomat semula Rp 8 ribu per kilogram naik menjadi Rp 10 ribu per kg.
Namun bagi pedagang sayuran, Nurahmah, kenaikan harga komoditas sayuran kini masih relatif wajar yaitu Rp 1.000 per kilogram hingga Rp3 ribu per kilogram. “Kenaikan harga sayuran masih wajar jika dibanding dengan harga kebutuhan pokok,” katanya.
Sementara itu kenaikan harga sembako dan kebutuhan pokok lainnya di Pasar Sragi, dinilai wajar. Kenaikan berkisar antara seribu hingga dua ribu rupiah.
Harga kebutuhan pokok terpantau mengalami kenaikan untuk beras medium Rp. 12 ribu, cabai merah Rp. 26 ribu, cabai merah keriting Rp. 28 ribu, cabai keriting Rp. 27 ribu, bawang merah 22 ribu.
Sementara untuk harga bawang putih Rp. 23 ribu, gula pasir Rp. 12 ribu, minyak goreng curah 12 ribu, daging sapi Rp. 110 ribu, ayam ras Rp. 34 ribu, telur ayam boiler Rp. 25.000, Gas LPG 3 Kg Rp. 19 ribu, gas ukuran 5,5 Kg Rp. 69 ribu dan gas ukuran 12 Kg Rp. 130 ribu.
Menurut Indriyana, warga, mengungkapkan bahwa kenaikan harga di pasar tradisional kali ini cukup tinggi. “Harga telur di saat Lebaran 2017 saja naiknya tidak begitu tinggi tetapi pada menjelang Natal dan Tahun Baru 2018 melonjak drastis. Mengapa kenaikan harga kebutuhan pokok itu justru saat ini tinggi, ya,” ujarnya. (Sumber : Antara dan Humas Polres Pekalongan)









