Semarang, Wartadesa. – Pelayanan karyawan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, di Gedung D lantai II Jalan Pemuda Semarang, Bagian Kepegawaian SMA dikeluhkan warga, salah seorang petugas bernama Pipit, ketus dan tidak ramah saat melayani konsultasi.
Hal tersebut terungkap saat, Salah seorang pegawai di lembaga pendidikan asal Pekalongan datang ke Kantor Dinas yang berada di Semarang tersebut untuk mengurus permasalahan Inpasing. Selasa (29/8).
Saat dua orang tenaga pendidik dari Pekalongan tersebut sampai di lantai II Gedung D, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, mereka ditemui oleh Pipit, karyawan Dinas Provinsi.
Kedatangan dua orang tenaga kependidikan tersebut, untuk berkonsultasi terkait SK Inpasing yang sudah terbit namun dia belum mendapatkan tunjangan Inpasing. Ujar sumber kepada Wartadesa.
Saat bekonsultasi dengan Pipit, Pipit meminta dua orang tenaga kependidikan tersebut untuk mengecek status Inpasing secara online di mejanya.
Setelah dicek, nama tenaga kependidikan yang besangkutan tidak ditemukan. Kemudian Pipit mengatakan kepada narasumber bahwa, “Berarti SK panjenengan tidak diakui,” ujar Pipit.
Pipit melanjutkan, “Percuma saja diurus di Jakarta, lebih baik kirimkan berkas lewat email atau PO Box saja,”.
Seperti mengusir, Pipit melanjutkan, “Maaf saya sedang sibuk, mau melanjutkan pekerjaan,” ujar Pipit. Akhirnya kedua tenaga kependidikan tersebut keluar dari ruangan. (WD)










