Kedungwuni, Wartadesa. – Kekesalan warga Ambokembang akhirnya diluapkan dengan aksi blokade jalan raya, Senin (28/8) malam. Warga memblokir jalan dan menghentikan dump-truck (truk dam) pengangkut material tanah urugan tol.
Sebelumnya, kecelakaan terjadi sekitar pukul 16.30 wib yang ditagani oleh unit laka lantas Polres Pekalongan. Adapun jumlah korban sebanyak tujuh orang yang mendapat rawat jalan, empat orang sudah pulang dan tiga orang yang masih mendapatkan perawatan di RSI Pekajangan.
Baca: Warga Ambokembang adukan dampak buruk pembangunan jalan tol
Lanjuan aksi: Imbas debu tol, warga Ambokembang tuntut kontraktor tol bayar kompensasi
FPKM: Masyarakat jangan dibiarkan berjuang sendiri
Warga melakukan demo dengan memblokade sepanjang jalan pekajangan karena kendaraan proyek pengangkut tanah urug sampai pukul 21.36 wib masih berlangsung.
Kecelakaan terjadi setelah adanya penyiraman jalan agar tidak berdebu oleh pelaksana proyek, dan mengakibatkan jalan licin dan terjadi kecelakaan beberapa pengendara.Kemarahan warga yang semakin berkembang korban kecelakaan terlindas truk pengangkut tanah tol.
Selain itu kemarahan warga memuncak karena beberapa kali dilaksanakan pertemuan hanya janji janji akan tetapi tidak ada terealisasi dan waktu pertemuan tadi siang (Senin 28/8) di balai desa Ambokembang.
Pihak SMJ menyalahkan Pemerintah Desa karena seharusnya peretemuan antara warga dan PT lewat undangan, padahal hari senin adalah waktu yang dijanjikan oleh PT untuk menjawab semua permasalahan yang selama ini tidak pernah di selesaikan.
Dari pihak SMJ sudah menemui korban yang di rawat di RSI pekajangan dan segala sesuatunya di tanggung oleh pihak SMJ.Untuk kondisi saat ini terdapat polisi yang berusaha memediasikan masyarakat di sepanjang jalan pekajangan agar mau membuka kembali jalan yang telah di blokade.
Sebelumnya, pada Kamis (24/8) sekitar pukul 09.00 wib, sebuah kecakaan terjadi di jalan raya Karangdowo-Tangkilkulon, tepatnya di sebelah selatan Dukuh Kebonagung Desa Tangkilkulon. Korban meninggal setelah dibawa ke RSI Ambokembang.

Korban yang biasa dipanggil Masdem, warga Surabayan Barat Rt 05/02 Kecamatan Wonopringgo Kab. Pekalongan, merupakan penjual nasi di depan STIKES Ambokembang.
Menurut saksi mata, warga setempat, korban menghindari tumpukan material cor yang ditumpuk di lubang jalan, tanpa diratakan. Ketinggian material tumpukan cor-coran semen hingga 40 centimeter dari tanah, membuat motor yang dikendarai Masden oleng, hingga korban tertabrak motor dari belakang.
Melihat kecelakaan tersebut, Mas’udah, salah seorang warga langsung membuat posting di akun media sosial. Dia meminta agar pihak terkait segera menegur pihak pengembang tol dan meratakan timbunan material cor tersebut.
Berikut isi postingan tersebut, Assalamu’alaikum. Wr. Wb mhn ijin pr bpk” pemerhati sarpras khususnya jln raya yg saat ini lg diperuntukkan pekerjaan jln Tol arah Karangdowo Tangkil, sepanjang jln banyak lubang yg sangt dalam, sebag lubang sdh ada yg ditimbun cor oleh Pelaksana Tol. Tp kenapa timbunan Cor itu hanya digelontorkn sj hingga ketinggian mencapai 40 cm, tanpa diratakan sedikitpun, shingga banyak pengguna jln yg menghindari timbunan cor tsb, hingga hr ini Kamis 24 Agust 2017 pkl 10.00 wib terjadi kecelakaan yg mngakibatkn korban luka parah, utk itu melalui tulisan ini kami berharap kpd pihak” terkait khususnya Pemda Kab. Pekalongan agar menegur pihak Pelaksana Tol agar segera meratakan timbunan cor yg sdh ditumpahkn pd lubang jln tsb sebelum korban berikutnya berjatuhan dan menelan korban jiwa. Dmkn suara kami sbg masy pengguna jalan tsb. Besar harapan kami temen” fb khususnya warga Pkl membantu nge share ini agar nyampe kpd bpk” para pengambil kebijakan. Wassalamu’alaikum. Wr. Wb.
Setelah postingan tersebut, sore hari dan keesokan harinya pekerja tol terlihat membersihkan gundukan cor-coran dan meratakannya. (WD)










