close
Layanan PublikSosial Budaya

Setelah Muhammadiyah, Candra Sinanta bantu mbah Deman

candra
  • Pemdes: sudah masuk pendataan penerima bantuan sosial

Kesesi, Wartadesa. – Setelah sebelumnya Tim Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 (TPPC) Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan bergerak ke lokasi dan memberikan bantuan kepada pasangan Mbah Deman (75 tahun) dan Mak Wasri (60). Sepasang suami istri lanjut usia warga RT 8 RW 2, Dukuh/Desa Kaibahan, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan yang tidak pernah merasakan berbagai bantuan sosial saat pandemi virus covid-19,  kini anggota dewan Kabupaten Pekalongan, Chandra Saputra dan istrinya Shinanta Previta Anggraeni mendatangi rumah pasangan tersebut untuk memberikan bantuan. Selasa (26/05).

“karena adanya informasi yang beredar di media sosial dan media on line adanya warga yang tidak mampu dan belum mendapatkan bantuan dari pemerintah, saya dan suami tergerak untuk menyambangi pasangan lansia ini. Karena kebetulan desa Kaibahan ini merupakan dapil saya,” ujar Shinanta.

Dua pasutri dewan tersebut  didampingi Camat Kesesi Adjid Suryo dan Kepala Desa Kaibahan Sri Puji, menyerahkan bantuan sembako.

Kasus pasangan mbah Deman dan mak Wastri tersebut membuat Shinanta mendorong Pemkab Pekalongan dan pihak desa melakukan verivikasi data.  “Harapan kami selaku wakil rakyat supaya pihak terkait baik pemerintah desa, maupun Pemkab Pekalongan untuk segera melakukan verifikasi data agar warga yang benar – benar memerlukan bantuan bisa tercover dan mendapatkan haknya. Sebenarnya pasangan lansia ini sudah tercatat sebagai penerima bantuan dari propinsi namun karena sampai saat ini belum cair ahirnya sampai saat ini pasangan ini belum mendapatkan bantuan namun tadi sudah di sampaikan oleh bu kades pasangan ini akan di usulkan untuk mendapatkan bantuan dari BLT Dana Desa,” imbuh Shinanta.

Sementar itu, Candra Saputra mengatakan, memang ada aturan yang harus di patuhi untuk penyaluran bantuan baik dari pusat propinsi maupun pemerintah kabupaten, “agar tidak tumpang tindih memang ada aturan yang harus di patuhi dalam penyaluran bantuan, untuk itu sekedar meringankan beban pasangan lansia ini saya dan istri berinisiatif untuk memberikan bantuan dari kantong pribadi sebagai bentuk kepedulian kami sebagai wakil rakyat,” ujarnya.

Kepala Desa  Kaibahan Sri Puji Erwani dengan didampingi Camat Kesesi Adjid Suryo menjelaskan bahwa pasangan lansia tersebut masuk data provinsi, “sebenarnya mereka sudah kami ajukan untuk mendapat bantuan dari propinsi, namun memang sampai saat ini dana tersebut belum cair,” ujanya.

Untuk itu kades berinisiatif dengan memberikan bantuan perluasan dari Pemkab Pekalongan berupa sembako.
“Sebenarnya mereka kemarin sudah mendapatkan bantuan berupa sembako, namun memang untuk PKH mereka tidak tercatat, karena yang melakukan pendataan bukan dari pihak desa. Jika memang nanti belum turun juga, kami akan mengajukan bantuan untuk mereka dari BLT dana desa,” paparnya.

Camat Kesesi Adjid Suryo mengatakan bahwa tahun 2019 akhir seluruh desa di Kecamatan Kesesi sudah melakukan verivikasi data kemiskinan, namun pada kenyataan di lapangan data tersebut belum terealisasi “memang ada beberapa warga yang sudah kami usulkan ke pusat yang mungkin datanya terselip,” ujarnya.

Diberitakan Warta Desa sebelumnya, terdorong kisah sedih Mbah Deman (75 tahun) dan Mak Wasri (60), sepasang suami istri lanjut usia warga RT 8 RW 2, Dukuh/Desa Kaibahan, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan yang tidak pernah merasakan berbagai bantuan sosial saat pandemi virus covid-19, Tim Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 (TPPC) Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan bergerak ke lokasi dan memberikan bantuan.

Bantuan berupa 10 kg beras, 1 kg gula pasir, 2 botol minyak goreng ukuran 600 ml, 1 kaleng rendang Muhammadiyah dan uang tunai Rp. 500.000 diserahkan Ketua TPPC PD Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan, Rofiansa Sulthon, kepada keduanya, Senin sore, 25 Mei 2020. “Saya dari Pedawang, Rogoselo, Larikan, Doro, sampai Pakisan, lalu meluncur ke lokasi”, papar Sulthon.

Adanya informasi tersebut, TPPC PD Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan meminta relawan dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kesesi untuk mengecek kebenaran berita tersebut dan terkonfirmasi yang bersangkutan memang belum dapat bantuan sama sekali. Sri Rejeki, relawan Muhammadiyah yang mendatangi lokasi menyampaikan kondisi RT. 8 RW. 2. “Memang belum mendapat bantuan sama sekali. Disitu kebanyakan rumahnya masih bambu, memang daerah miskin, termasuk perbatasan antara Desa Watupatung dan Kaibahan”, papar Sri Rejeki.

Perlu diketehui, mbah Deman dan Mak Wasri memang tinggal digubuk seluas 30 meter persegi. Gubuk tersebut juga digunakan sebagai kandang ayam, bebek, dan merpati. Di bagian dapur, tidak ada kompor gas, yang ada hanya tungku dan tumpukan kayu bakar. Dinding rumah terbuat dari anyaman bambu dan lantai rumah masih berupa tanah liat. Jika hujan melanda gubuknya sering bocor.
Mak Wasri bekerja sebagai buruh tani sambil berternak unggas, sedangkan Mbah Deman sekarang hanya bisa tinggal di rumah karena mengalami sakit sesak nafas satu tahun belakangan ini. Ke empat anak Mbah Deman dan Mak Wasri semuanya sudah berkeluarga dan tinggalnya jauh-jauh.

Sementara itu, pasca memberikan bantuan, Sekretaris TPPC PD Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan, Ir. Akhmad Zaeni, yang juga Direktur Lazismu Kabupaten Pekalongan berharap Mbah Deman dan Mak Wasri mendapat penanganan lebih lanjut. “Perlu penanganan lebih lanjut karena kondisi rumah dan ekonominya memprihatinkan”, ujar Zaeni. (Eva Abdullah/Fakhrudin)

Tags : bansoschandra