Pemalang, Wartadesa. – Polemik berkepanjangan di Kelurahan Sugihwaras Kabupaten Pemalang terkait orang yang diduga mengaku sebagai Habib (keturunan Nabi Muhammad SAW), kini terjawab. Saat diklarifikasi oleh Sat Reskrim polres Pemalang, Salim mengaku hanya minta dipanggil Pak De.
“Kami mendapat keterangan bahwa Sdr. Salim juga menyampaikan pernyataan dirinya belum pernah menyatakan dengan sebutan Habib dan bahkan dipanggil ustad tidak mau,” tutur Kapolsek Pemalang, AKP I Ketut Mara.
I Ketut Mara melanjutkan, “Sebenarnya saya ingin dipanggil pak de, namun jemaah dengan sendirinya memanggil Habib karena setiap malam senin mengadakan pengajian dengan membaca Rodibul Atos , dan tidak betul saya akan membentuk banser tandingan di tingkat Kelurahan Sugihwaras.” Lanjutnya menirukan ucapan Salim.
Klarifikasi yang dilakukan pada Jum’at (02/02) tersebut disebabkan karena adanya polemik, pro dan kontra di lingkungan masyarakat setempat.
Dalam pertemuan tersebut, Kasat Binmas Polres Pemalang, AKP Agus Salim menyampaikan “Bahwa kedatangan kami ingin bertemu Sdr. Salim dalam rangka silaturahmi dan mendengar secara langsung keterangan dari Sdr. Salim. Diharapkan polemik munculnya perbedaan pendapat yang dapat menimbulkan konflik sekecil apapun dapat diredam dengan meminta keterangan secara jelas dan langsung dari Sdr.Salim.” Ujarnya.
Berkaitan pakaian doreng yang digunakan Salim, pakaian yang tidak sesuai dengan peruntukannya merupakan pelanggaran hukum, diharapkan jangan digunakan lagi. Terkait isu adanya Banser tandingan, dalam struktur organisasi lain bisa membuat anak ranting di tingkat dukuh, lanjut Agus Salim. (Eva Abdullah)










