close
Berita DesaLayanan Publik

OPSHID Kabupaten Pekalongan Letakkan Batu Pertama Pembangunan Rumah Layak Huni di Desa Karyomukti

opshid

Warta Desa, Karyomukti, 21 September 2025 — Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah (OPSHID) Kabupaten Pekalongan terus menunjukkan komitmennya dalam aksi sosial kemasyarakatan. Pada Sabtu pagi, 20 September 2025, OPSHID menggelar kegiatan peletakan batu pertama pembangunan Rumah Syukur Layak Huni untuk Ibu Sutiharti, yang akrab disapa Ibu Sayem, warga Desa Karyomukti, Kecamatan Kesesi.

Sebelumnya, pembongkaran rumah milik Ibu Sayem telah dilaksanakan pada Minggu, 14 September 2025, sebagai langkah awal menuju pembangunan rumah yang lebih layak dan nyaman.

Kegiatan dimulai pukul 09.00 WIB, diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya serta syair-syair kebangsaan sebagai bentuk penghormatan terhadap semangat nasionalisme dan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97.

Acara ini dihadiri oleh jajaran Forkopimcam Kesesi, termasuk Kapolsek Kesesi beserta anggota, perwakilan Koramil Kesesi, tokoh masyarakat, Karang Taruna, Kepala Desa Karyomukti Nur Wasis beserta perangkat desa, para pengurus OPSHID Kabupaten Pekalongan, serta puluhan warga setempat.

Bentuk Syukur dan Cinta Tanah Air

Ketua OPSHID Kabupaten Pekalongan, Miskatul Anwar, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata rasa syukur atas nikmat kemerdekaan dan wujud kecintaan terhadap tanah air.

“Momen ini sangat istimewa bagi kami, para pemuda Shiddiqiyyah yang tergabung dalam OPSHID-FKYME bersama warga Shiddiqiyyah, sebagai ungkapan syukur dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-97 serta lahirnya lagu kebangsaan Indonesia Raya. Lebih dari itu, acara ini menjadi refleksi makna perjuangan para pahlawan dengan berbagi kasih dan memberikan manfaat nyata bagi sesama,” ujar Miskatul.

Ia menegaskan, seluruh biaya pembangunan rumah — mulai dari material bangunan, tenaga kerja, hingga konsumsi harian — ditanggung sepenuhnya oleh OPSHID-FKYME DPD Kabupaten Pekalongan bersama murid-murid dan warga Shiddiqiyyah, tanpa membebankan sedikit pun kepada keluarga penerima manfaat.

“Pembangunan ini benar-benar nol rupiah bagi keluarga penerima. Ini adalah amanah dari ajaran Guru kami, Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah Syekh Moch. Mukhtarullohil Mujtaba Mu’thi, untuk beramal dan berbagi dengan ikhlas sebagai wujud Hubbul Wathon Minal Iman — cinta tanah air bagian dari iman,” tambahnya.

Meskipun pembiayaan sepenuhnya ditanggung oleh OPSHID dan warga Shiddiqiyyah, panitia tetap membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi secara sukarela, baik dalam bentuk dana, bahan bangunan, tenaga, atau konsumsi.

Semangat gotong royong ini diharapkan dapat mempererat hubungan sosial antarwarga dan memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan bermasyarakat.

Proses pembangunan ditargetkan rampung dalam 35 hari kerja, dan rumah akan diserahterimakan dalam kondisi 100% siap huni.

Kepala Desa Karyomukti, Nur Wasis, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada OPSHID atas kepedulian sosialnya.

“Saya mewakili pribadi dan pemerintah desa sangat mengapresiasi langkah OPSHID. Ini adalah program yang sangat mulia. Pemerintah desa siap menyengkuyung, mendukung sepenuhnya, dan berharap pembangunan ini berjalan lancar hingga selesai dan memberi manfaat besar bagi keluarga penerima,” ujar Nur Wasis dalam sambutannya.

Penutup Penuh Harapan

Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan peletakan batu pertama secara simbolis oleh Ketua OPSHID, Forkopimcam, dan Kepala Desa Karyomukti. Suasana haru dan kebersamaan mewarnai momen tersebut.

OPSHID berharap, kegiatan ini menjadi inspirasi bagi pemuda dan organisasi lainnya untuk berkontribusi nyata dalam pembangunan bangsa, melalui aksi-aksi yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. (Rohadi)

Terkait
Besok buruh konveksi di wilayah ini libur

Kedungwuni, Wartadesa. - Selasa (21/11) besok, buruh konveksi di wilayah Pandanarum, Wuled, Ngalian Tirto, Karangjati Wiradesa, Tangkiltengah, Tangkilkulon Kedungwuni libur, Read more

Warga: Kalau bikin SIM Jangan dipersulit

Kajen, Wartadesa. - Surat Ijin Mengemudi (SIM) bagi warga Kota Santri sudah menjadi barang penting. Mereka menganggap bahwa surat-surat kendaraan, Read more

Meski UMR Kota Santri Naik, namun belum penuhi KHL

Kedungwuni, Wartadesa. - Naiknya Upah Minumum Regional (UMR) Kota Santri dari sebelumnya Rp. 1.583.697 menjadi Rp. 1.721.637 atau naik sebesar Read more

Wisatawan keluhkan sampah di Pantai Widuri

Pemalang, Wartadesa. - Kondisi Pantai Widuri di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah yang penuh dengan sampah dan kotoran manusia dikeluhkan oleh Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : opshidrehab rumah tidak layak huni