Warta Desa, Pekalongan, 22 Juni 2025 — Warga Thoriqoh Shiddiqiyyah DPD Kabupaten Pekalongan melaksanakan seremonial peletakan batu pertama pembangunan Rumah Syukur Kemerdekaan Indonesia Layak Huni Shiddiqiyyah (RSKILHS) untuk Ibu Irnawati, warga Desa Pekuncen, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan.
Kegiatan ini merupakan bentuk rasa syukur dalam rangka memperingati 80 tahun kemerdekaan Bangsa Indonesia dan berdirinya negara kesatuan Republik Indonesia, serta sebagai wujud pengamalan nilai-nilai sosial Thoriqoh Shiddiqiyyah melalui aksi nyata yang langsung dirasakan masyarakat.
Program ini diprakarsai oleh DHIBRA (Dhilal Berkat Rohmat Allah), lembaga sosial kemanusiaan di lingkungan Thoriqoh Shiddiqiyyah, dan seluruh pembiayaannya bersumber dari iuran sukarela warga Thoriqoh Shiddiqiyyah se-Kabupaten Pekalongan.
Ketua DHIBRA Kabupaten Pekalongan, Andi Lala, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi serta memohon doa agar pembangunan berjalan lancar. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya membangun fisik rumah, tetapi juga membangun nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian antar sesama.
Rumah tersebut direncanakan selesai dalam waktu 30 hari kerja dengan estimasi anggaran sekitar Rp100 juta hingga Rp120 juta, dan akan diresmikan pada tanggal 17 Agustus 2025, bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Ibu Irnawati, penerima bantuan rumah, tak kuasa menahan haru dan mengungkapkan rasa syukurnya:
”Saya merasa sangat senang dan berterima kasih kepada seluruh warga Thoriqoh Shiddiqiyyah yang telah peduli dan membangunkan rumah ini untuk saya. Semoga Allah membalas semua kebaikan ini dengan sebaik-baiknya.”
Kegiatan sosial ini diharapkan menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk terus menebar manfaat, memperkuat ukhuwah, dan membangun bangsa dengan semangat gotong royong. (Susandi)
Peletakan Batu Pertama Rumah Gratis untuk Ibu Irnawati oleh Warga Thoriqoh Shiddiqiyyah
Jamaah Shiddiqiyah melakukan peletakan batu pertama program bantuan rumah syukur layak huni di Pekalongan. Foto: Rohmat Hidayat/Warta Desa










