close
Sosial Budaya

Pegiat Sosial Kabupaten Pekalongan Gelar Kopdar Dorong Transparansi Informasi Publik

penggiat

WARTA DESA, PEKALONGAN – Sejumlah pegiat sosial di Kabupaten Pekalongan menggelar kopi darat (kopdar) sebagai ajang silaturahmi sekaligus ruang diskusi terbuka demi mendorong terwujudnya informasi publik yang lebih transparan. Acara yang berlangsung di kediaman saudara Boim ini diinisiasi oleh saudara Zafaron, pegiat sosial muda yang selama ini aktif mengawal isu keterbukaan informasi.

Dalam sambutannya, Zafaron menyampaikan bahwa transparansi informasi publik merupakan hak setiap warga negara sekaligus kewajiban pemerintah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. “Kita berkumpul di sini bukan hanya untuk diskusi, tetapi untuk memperkuat komitmen bersama dalam memperjuangkan keterbukaan informasi di Kabupaten Pekalongan. Pemerintah harus terbuka, dan masyarakat berhak tahu,” tegasnya.

Acara ini turut dihadiri berbagai kalangan, mulai dari aktivis, tokoh masyarakat, hingga insan pers. Dari unsur media, hadir rekan-rekan jurnalis dari Warta Desa, Info Kota, Pekalongan Berita, Pekalongan Trending, Info Kajen, dan beberapa media lokal lainnya. Kehadiran mereka semakin menegaskan pentingnya peran media dalam menyebarkan informasi yang objektif dan mendorong akuntabilitas pemerintah.

Tak hanya itu, sejumlah tokoh juga tampak hadir, di antaranya saudara Saim selaku Ketua LMPI, saudara Islah Ketua Forlindo, saudara Wilopo aktivis Kabupaten Pekalongan, serta tokoh masyarakat saudara Busairi. Selain nama-nama tersebut, masih banyak lagi tokoh dan pegiat sosial lain yang tidak bisa disebutkan satu per satu namun turut memberikan kontribusi nyata dalam diskusi.

Forum ini membahas sejumlah isu krusial terkait keterbukaan informasi, mulai dari transparansi anggaran desa, publikasi program pembangunan daerah, hingga minimnya akses masyarakat terhadap dokumen resmi pemerintah. Peserta menilai bahwa peran masyarakat sipil, media, dan tokoh masyarakat sangat penting untuk memastikan bahwa keterbukaan informasi benar-benar dijalankan.

Saudara Saim menegaskan, “Transparansi adalah pondasi utama untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih. Tanpa keterbukaan, akan selalu ada ruang bagi praktik-praktik yang merugikan rakyat.”

Sementara itu, saudara Islah menambahkan, “Kita perlu terus membangun budaya kritis di tengah masyarakat. Forlindo siap bersinergi dengan semua elemen agar masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga aktor dalam mengawal keterbukaan informasi.”

Acara kopdar ini tidak hanya diisi diskusi serius, tetapi juga dimeriahkan hiburan musik angklung yang mencairkan suasana. Alunan musik tradisional itu menghadirkan nuansa kebersamaan dan kekeluargaan, sehingga peserta bisa berdiskusi dengan santai namun tetap fokus pada tujuan utama acara.

Tokoh masyarakat, Busairi, mengapresiasi inisiatif yang digagas oleh Zafaron bersama para pegiat sosial. “Ini langkah positif. Keterbukaan informasi harus terus diperjuangkan, dan kegiatan seperti ini adalah bukti bahwa masyarakat Pekalongan peduli dan siap bergerak bersama,” ujarnya.

Kegiatan kopdar tersebut akhirnya ditutup dengan komitmen bersama untuk melanjutkan pertemuan serupa secara rutin. Para peserta bersepakat bahwa transparansi informasi publik adalah gerakan kolektif yang harus dijaga bersama demi terwujudnya pemerintahan yang terbuka, partisipatif, dan berpihak kepada rakyat. (Agung Dwi Wicaksono)

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rusak, warga rehab Mushola “Pasar Kebo”

Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

Meneruskan estafet kepemimpinan rating IPPNU Pecakaran

Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Pecakaran, Wonokerto - Pekalongan berlangsung khidmad. (14/10) Foto : Wahidatul Maghfiroh/wartadesa. Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : keterbukaan informasi publik