close
Berita DesaDana DesaHukum & Kriminal

Pembangunan Jalan Usaha Tani di Desa Legokalong Diduga Mangkrak Sejak 2024

jalan usaha tani

Warta Desa, Pekalongan – Proyek pembangunan jalan usaha tani di Desa Legokalong, Dukuh Padurekso, Kabupaten Pekalongan, disebut belum juga rampung sejak dikerjakan pada tahun anggaran 2024. Kondisi di lapangan saat ini memunculkan pertanyaan dari warga dan kelompok tani yang selama ini menggantungkan akses ke lahan pertanian melalui jalan tersebut.

Berdasarkan pantauan di lokasi pada Senin (23/9/2025), badan jalan yang direncanakan sebagai jalur distribusi hasil panen masih berupa hamparan tanah dan kerikil dengan sebagian titik sudah tertutup semak. Beberapa tanpa tanda kegiatan pengerjaan yang aktif.

Sejumlah petani setempat menyampaikan keluhan atas terhentinya pembangunan itu. Menurut mereka, jalan usaha tani tersebut sangat dibutuhkan karena menjadi akses utama untuk mengangkut padi, dan hasil pertanian lain dari lahan menuju permukiman maupun pasar.

“Kami kesulitan kalau musim panen. Harus memikul hasil panen melewati jalan yang licin, apalagi kalau hujan. Kami berharap jalan segera selesai supaya truk atau motor bisa masuk,” ujar S (54), salah seorang petani Dukuh Padurekso.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, proyek ini awalnya direncanakan selesai dalam beberapa bulan pada 2024. Namun, hingga memasuki akhir 2025, pengerjaan belum menunjukkan perkembangan berarti. Warga mengaku belum mendapatkan penjelasan resmi mengenai alasan keterlambatan.

Pemerintah Desa Legokalong, ketika dikonfirmasi melalui Pesan WA Kepala Desa belom memberikan jawaban

Keterlambatan penyelesaian jalan usaha tani ini membuat biaya produksi petani meningkat, terutama saat musim hujan, ketika kendaraan roda dua maupun roda empat sulit melewati akses tersebut. Beberapa warga bahkan mengusulkan agar pengerjaan sementara dilakukan dengan sistem swadaya agar akses tidak sepenuhnya terputus.

Proyek jalan usaha tani di Desa Legokalong menjadi contoh pentingnya pengawasan dan komunikasi yang jelas antara pemerintah desa, pelaksana, dan warga penerima manfaat. Masyarakat berharap ada tindak lanjut cepat agar jalan tersebut benar-benar bisa menunjang peningkatan kesejahteraan petani di Dukuh Padurekso. (Agung Dwi Wicaksono)

Terkait
Ditinggal mancing, motor digasak pencuri

Pemalang, Wartadesa. - Naas bagi M. Saefudin Zuhri bin Muharil (28), seorang buruh konveksi warga Desa Kendaldoyong Kecamatan Petarukan Kabupaten Read more

Modus rampas HP korban dengan pura-pura minta nomor kontak

Pemalang, Wartadesa. - Hati-hatilah dengan orang yang meminta nomor HP atau ponsel Anda, bisa jadi itu hanya modus untuk melakukan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Gunakan gas bersubsidi, Hotel ini kena sidak

Pemalang, Wartadesa. - Hotel Panorama Randudongkal Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah kedapatan menggunakan tabung gas elpiji bersubsidi ukuran tiga kilogram, alias Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : jalan usaha tanilegokkalong