Pekalongan Kota, Wartadesa. – Pendangkalan di muara Pelabuhan Perikanan Kota Pekalongan mencapai satu setengah hingga dua meter, menjadikan sejumlah nelayan kesulitan bersandar untuk membongkar ikan di TPI Pekalongan. Demikian disampaikan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Pekalongan, Aries Sidarcahya, Jum’at (24/2).
Pendangkalan tersebut akibat dari cuaca buruk dan ombak besar dilaut yang berpengaruh besar terhadap percepatan pendangkalan lumpur muara pelabuhan perikanan. Tambah Aries.
“Akan tetapi, pendangkalan lumpur ini relatif cepat sehingga mengakibatkan kapal nelayan kesulitan bersandar ke pelabuhan. Jika pelabuhan ini tidak segera dikeruk maka kapal nelayan sulit masuk ke pelabuhan, jika pun bisa masuk maka harus ditarik,” ujar Aries.
Aries berharap muara pelabuhan perikanan Pekalongan bisa segera dikeruk agar aktivitas nelayan kembali normal. “Pendangkalan lumpur dan pasir juga mempengaruhi kelancaran aktivitas lelang ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dan kemungkinan para nelayan membatalkan membongkar hasil tangkapan ikan di lokasi ini,” ujarnya.
Pemilik kapal, Saiful Mubarisi menambahkan pendangkalan lumpur di muara pelabuhan dipastikan berpengaruh terhadap arus lalu lintas kapal ke dermaga maupun ke laut sekaligus kondisi ini akan mempercepat kerusaka kapal mapun tambahan biaya karena kapal harus ditarik dengan kapal tongkang. (Antara)










