Oleh: Aisyah Putri Ramadhani
A. PENDAHULUAN
Indonesia Emas 2045 adalah cita-cita bangsa untuk menjadi negara maju, berdaulat, adil, dan makmur pada usia ke-100 tahun kemerdekaan. Fondasi utama pencapaian tersebut adalah terjaminnya kesehatan dan kesejahteraan seluruh masyarakat, sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) Kehidupan Sehat dan Sejahtera : “Memastikan kehidupan yang sehat dan meningkatkan kesejahteraan semua orang di segala usia” (Bappenas, 2017).
Namun, masih terdapat permasalahan nyata: ketimpangan akses pelayanan kesehatan antara wilayah perkotaan dan pedesaan, kurangnya pemahaman masyarakat tentang penggunaan obat yang benar, serta tingginya angka penyakit yang sebenarnya dapat dicegah. Kondisi ini menunjukkan bahwa upaya peningkatan kesehatan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan tenaga medis, melainkan seluruh elemen masyarakat, termasuk mahasiswa. Sebagai calon tenaga kesehatan, mahasiswa Farmasi memegang peran strategis untuk berkontribusi nyata dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat menuju 2045.
B. PEMBAHASAAN
- Permasalahan yang Terjadi
Saat ini, masih banyak permasalahan kesehatan yang dihadapi masyarakat Indonesia. Pertama, kesenjangan akses pelayanan kesehatan. Daerah-daerah terpencil masih kekurangan tenaga kesehatan dan ketersediaan obat yang lengkap serta terjangkau. Kedua, kurangnya pemahaman tentang penggunaan obat secara rasional. Banyak masyarakat membeli obat tanpa resep, menggunakan antibiotik secara sembarangan, serta tidak memahami cara penyimpanan dan masa kadaluarsa obat — hal ini dapat menyebabkan resistensi obat dan efek samping berbahaya. Ketiga, rendahnya kesadaran pencegahan penyakit. Masih banyak masyarakat yang berobat setelah sakit berat, padahal banyak penyakit dapat dicegah melalui pola hidup bersih dan sehat serta imunisasi lengkap.
- Kaitan dengan SDGs
Permasalahan di atas berkaitan erat dengan SDGs Kehidupan Sehat dan Sejahtera, yang menargetkan pengurangan angka kematian ibu dan bayi, pengendalian penyakit menular dan tidak menular, serta menjamin akses obat dan vaksin yang terjangkau bagi semua orang (Kemenkes RI, 2021). Jika permasalahan kesehatan tidak segera diselesaikan, target SDGs tidak akan tercapai, dan cita-cita Indonesia Emas 2045 akan semakin sulit diwujudkan.
- Alasan Permasalahan Harus Diselesaikan
Kesehatan adalah modal utama pembangunan bangsa. Tanpa masyarakat yang sehat, pertumbuhan ekonomi, kemajuan pendidikan, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia tidak akan berjalan optimal. Permasalahan kesehatan yang dibiarkan akan menambah beban negara, menurunkan produktivitas masyarakat, dan memperlebar kesenjangan sosial. Oleh karena itu, permasalahan ini harus segera diselesaikan — bukan hanya oleh pemerintah, tetapi seluruh elemen bangsa, termasuk mahasiswa.
- Peran Mahasiswa Farmasi
Mahasiswa Farmasi memiliki peran strategis dalam mengatasi permasalahan tersebut:
- Sebagai Edukator Kesehatan: Memberikan penyuluhan tentang cara memilih, menyimpan, dan menggunakan obat dengan benar, serta pentingnya imunisasi dan pola hidup sehat melalui kegiatan pengabdian masyarakat maupun media sosial.
- Sebagai Mitra Pelayanan Kesehatan: Membantu pemerataan akses obat dan informasi obat, terutama di daerah terpencil, melalui kerjasama dengan puskesmas dan organisasi kemahasiswaan.
- Sebagai Peneliti dan Inovator: Mengembangkan produk kesehatan berbasis bahan alam Indonesia yang aman, efektif, dan terjangkau, serta meneliti pengelolaan limbah obat yang ramah lingkungan.
- Sebagai Agen Perubahan: Menjadi jembatan antara ilmu pengetahuan kesehatan dan masyarakat, menyebarkan informasi yang benar dan mudah dipahami untuk mengubah perilaku masyarakat menuju gaya hidup yang lebih sehat.
C. GAGASAN / AKSI MAHASISWA
Sebagai mahasiswa Farmasi, saya memiliki gagasan dan rencana aksi yang dapat diimplementasikan:
Pertama, melalui kegiatan pendidikan dan pengabdian masyarakat, saya berencana membentuk kelompok kecil mahasiswa untuk rutin mengadakan penyuluhan kesehatan di desa-desa sekitar kampus. Materi meliputi cara membaca etiket obat, dosis yang tepat, masa kadaluarsa, serta cara menyimpan obat. Kegiatan ini dapat bekerja sama dengan organisasi mahasiswa dan pihak desa agar berjalan berkelanjutan.
Kedua, melalui inovasi sederhana, saya ingin mengembangkan produk kesehatan berbasis tanaman obat lokal seperti jahe, kunyit, dan temulawak menjadi produk yang praktis, higienis, dan terjangkau. Hal ini tidak hanya membantu masyarakat mendapatkan alternatif pengobatan yang aman, tetapi juga melestarikan kekayaan alam Indonesia.
Ketiga, melalui kampanye di media sosial, saya akan membuat konten edukasi kesehatan yang sederhana dan menarik agar informasi kesehatan yang benar dapat tersebar luas dan menjangkau masyarakat yang lebih luas.
Keempat, melalui pengabdian sosial, saya ingin berpartisipasi dalam kegiatan bakti sosial pembagian obat dan pemeriksaan kesehatan gratis di daerah-daerah terpencil untuk membantu masyarakat yang kurang mampu mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang layak.
D. PENUTUP
SDGs Nomor 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera merupakan fondasi yang tidak dapat diabaikan dalam perjalanan menuju Indonesia Emas 2045. Kesehatan masyarakat adalah kunci kemajuan bangsa. Permasalahan kesehatan seperti ketimpangan akses pelayanan, kurangnya pemahaman penggunaan obat, serta rendahnya kesadaran pencegahan penyakit memerlukan perhatian dan tindakan nyata dari seluruh elemen bangsa.
Mahasiswa, khususnya mahasiswa Farmasi, memiliki tanggung jawab dan kemampuan untuk berkontribusi. Melalui peran sebagai edukator, mitra pelayanan, peneliti, dan agen perubahan, mahasiswa dapat memberikan dampak nyata bagi kesehatan masyarakat. Gagasan aksi melalui pendidikan, inovasi, kampanye, dan pengabdian masyarakat adalah langkah konkret yang dapat dilakukan mulai dari sekarang.
Oleh karena itu, saya mengajak seluruh mahasiswa dan generasi muda untuk tidak hanya berdiam diri menunggu perubahan, tetapi turun langsung berkontribusi. Setiap langkah kecil yang kita lakukan hari ini adalah investasi besar bagi kesehatan bangsa di masa depan. Mari kita bersama-sama mewujudkan Indonesia yang sehat, sejahtera, dan jaya pada tahun 2045.
E. REFERENSI
- Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional / Bappenas. (2017). Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Indonesia. Jakarta: Bappenas RI.
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Rencana Strategis Kementerian Kesehatan Tahun 2020–2024. Jakarta: Kemenkes RI.
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2010). Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 739 Tahun 2010 tentang Penggunaan Obat Secara Rasional. Jakarta: Kemenkes RI.
- United Nations. (2015). Transforming Our World: The 2030 Agenda for Sustainable Development. New York: UN General Assembly.
- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Visi Indonesia Emas 2045: Peran Generasi Muda dalam Pembangunan Bangsa. Jakarta: Kemendikbudristek.
Penulis adalah Mahasiswa Program Studi: S1 Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas: Univeritas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan










