close
KesehatanOpini

Potensi Hair Tonic Herbal Berbasis Ekstrak Daun Jambu Biji dan Daun Kelor: Dari Karakterisasi Ekstrak hingga Uji Klinis

ft

Oleh: Reski Mulia

Kebutuhan masyarakat akan produk perawatan rambut yang aman, alami, dan efektif terus meningkat seiring dengan meningkatnya kesadaran terhadap kesehatan dan efek samping bahan kimia sintetis. Salah satu solusi yang kini banyak dikembangkan adalah hair tonic berbasis bahan herbal, yang memanfaatkan kekayaan hayati Indonesia. Dua tanaman yang memiliki potensi besar dalam perawatan rambut adalah daun jambu biji (Psidium guajava L.) dan daun kelor (Moringa oleifera).

Daun jambu biji dikenal kaya akan senyawa flavonoid, tanin, dan antioksidan yang berperan dalam menghambat kerontokan rambut serta menjaga kesehatan kulit kepala. Sementara itu, daun kelor mengandung vitamin, mineral, asam amino esensial, dan senyawa bioaktif yang mampu menutrisi akar rambut, merangsang pertumbuhan rambut, serta meningkatkan kekuatan helai rambut. Kombinasi kedua ekstrak ini berpotensi menghasilkan sediaan hair tonic herbal yang efektif dan aman digunakan secara jangka panjang.

Tahap awal pengembangan hair tonic herbal ini diawali dengan proses karakterisasi ekstrak, meliputi penentuan sifat fisik dan kimia ekstrak, uji kandungan senyawa aktif, serta aktivitas antioksidan. Karakterisasi ini bertujuan untuk memastikan kualitas, konsistensi, dan potensi biologis ekstrak daun jambu biji dan daun kelor sebagai bahan aktif utama.

Selanjutnya dilakukan optimasi formula, yaitu penentuan komposisi terbaik antara ekstrak, pelarut, serta bahan pendukung lainnya agar diperoleh sediaan hair tonic yang stabil, nyaman digunakan, dan memiliki daya serap yang baik pada kulit kepala. Optimasi ini juga mempertimbangkan aspek organoleptik seperti warna, aroma, dan tekstur agar produk dapat diterima dengan baik oleh konsumen.

Aspek stabilitas sediaan menjadi tahapan penting berikutnya, untuk memastikan bahwa hair tonic tetap aman dan efektif selama masa penyimpanan. Uji stabilitas dilakukan dengan berbagai kondisi suhu dan waktu, guna menilai perubahan fisik, kimia, serta mikrobiologis dari produk.

Sebagai tahap akhir, dilakukan uji klinis untuk mengevaluasi keamanan dan efektivitas hair tonic herbal pada relawan. Uji ini meliputi pengamatan terhadap penurunan kerontokan rambut, peningkatan pertumbuhan rambut, serta kemungkinan timbulnya iritasi atau reaksi alergi pada kulit kepala. Hasil uji klinis diharapkan dapat memberikan bukti ilmiah bahwa hair tonic herbal berbasis ekstrak daun jambu biji dan daun kelor layak digunakan sebagai alternatif perawatan rambut yang aman dan berbasis bahan alam.

Pengembangan hair tonic herbal ini tidak hanya membuka peluang inovasi produk kosmetik berbasis bahan alam, tetapi juga mendukung pemanfaatan tanaman lokal bernilai tinggi. Dengan pendekatan ilmiah yang komprehensif mulai dari karakterisasi ekstrak, optimasi formula, uji stabilitas, hingga uji klinis, hair tonic herbal ini diharapkan dapat menjadi solusi alami dalam menjaga kesehatan dan keindahan rambut masyarakat Indonesia.

Kesimpulan

Hair tonic herbal berbasis ekstrak daun jambu biji dan daun kelor memiliki potensi besar sebagai produk perawatan rambut alami yang aman dan efektif. Melalui tahapan karakterisasi ekstrak, optimasi formula, uji stabilitas, dan uji klinis, penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi kedua tanaman tersebut mengandung senyawa bioaktif yang mampu mendukung kesehatan kulit kepala, mengurangi kerontokan, serta merangsang pertumbuhan rambut. Formula hair tonic yang dihasilkan juga memiliki stabilitas yang baik dan dapat ditoleransi dengan aman oleh pengguna. Dengan dukungan bukti ilmiah dan pemanfaatan bahan alam lokal, hair tonic herbal ini berpeluang menjadi alternatif inovatif dalam industri kosmetik berbasis herbal serta mendukung pengembangan produk kesehatan yang berkelanjutan. ***

Penulis adalah Mahasiswa Ilmu Farmasi, Program Studi Doktoral Farmasi Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta

Terkait
Gathering Pejuang Myasthenia Gravis Indonesia

Bekasi, Wartadesa. – Pejuang Myasthenia Gravis Indonesia (PMGI) yang berdiri pada tahun 2016 yang lalu, menyelenggarakan Gathering dan Silaturrahim perdana Read more

Sejak Ramadhan lalu warga Gunungsari Pemalang kekurangan Air

Pemalang, Wartadesa. - Warga Desa Gunungsari Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, sejak bulan Ramadhan lalu kekurangan air bersih. Biasanya Read more

Sejumlah orang tua tolak vaksinasi Rubella

Pekalongan Kota, Wartadesa. -  Setidaknya 15 orang tua siswa di beberapa SD di wilayah Kota Pekalongan menolak anaknya diimunisasi Measles Read more

Kasus HIV/AIDS di Kota Santri capai 40

Kajen, Wartadesa. - Kasus HIV/AIDS di Kota Santri sejak Januari hingga Juni 2017, meningkat tajam dibanding tahun sebelumnya. Komisi Penanggulangan Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : hari tonikuad