Warta Desa, Pekalongan – Program ketahanan pangan di Desa Pacar, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, yang berbentuk budidaya kolam ikan tawar, kini menuai sorotan. Pasalnya, proyek yang menyerap anggaran dana desa sekitar Rp160 juta pada tahun 2024 itu terlihat mangkrak dan tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Seorang warga menyampaikan bahwa kondisi kolam saat ini sudah terbengkalai, dipenuhi semak belukar, dan hanya menyisakan ikan-ikan liar. Situasi tersebut menimbulkan pertanyaan dari masyarakat mengenai transparansi dan efektivitas pemanfaatan dana desa.
Menanggapi hal ini, Kepala Desa Pacar, Ali Mansyur, memberikan klarifikasi. Ia menegaskan bahwa pemerintah desa telah menjalankan program sesuai prosedur. Dana yang dialokasikan untuk ketahanan pangan, menurutnya, ditransfer langsung ke rekening pengurus kelompok budidaya ikan tawar dan juga untuk pengadaan pakan ikan, bukan dikelola oleh pemerintah desa.
“Memang anggaran yang dialokasikan kurang lebih Rp160 jutaan boleh dibilang gagal, dan saat ini hanya menyisakan dana sekitar Rp20 jutaan. Dana itu dikelola oleh pengurus dan sudah dilaporkan ke pemerintah desa. Namun, kami pastikan proses pencairan berjalan sesuai aturan, dan desa tidak mengelola langsung dana tersebut,” jelas Ali Mansyur.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa kepengurusan kelompok pengelola lama sudah diganti dengan kepengurusan baru. Dengan langkah ini, ia optimistis program budidaya ikan tawar dapat dijalankan kembali dengan tata kelola yang lebih baik.
“Dengan pengurus baru, kami berharap program ketahanan pangan ini bisa berjalan lebih baik dan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat Desa Pacar,” ujarnya. (Rohadi)










