BATANG. WARTADESA. — Nasib naas menimpa seorang anak laki-laki berinisial IZ (12), warga Dukuh Padurekso, Desa Batiombo, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang. Korban dilaporkan meninggal dunia akibat kecelakaan air saat mandi bersama teman-temannya di Sungai Lojahan, perbatasan Desa Bandar dan Desa Binangun, Selasa (28/7/2026) sore.
Kronologi Kejadian
Peristiwa naas tersebut bermula ketika rombongan sembilan anak tiba di lokasi Sungai Lojahan sekitar pukul 14.40 WIB menggunakan enam unit sepeda motor. Rombongan anak-anak ini berasal dari Desa Simpar, Desa Batiombo, dan Desa Wonosegoro.
Setibanya di lokasi dan memarkir kendaraan, mereka langsung turun ke area bawah Jembatan Lojahan untuk berenang. Korban IZ diduga tidak mengenali medan, kondisi, serta kedalaman sungai setempat.
-
Korban naik ke atas batu dan berniat untuk melompat terjun ke sungai.
-
Naas, tepat di bawah area tempat korban terjun terdapat batu besar di dasar sungai.
-
Kepala korban terbentur batu dasar sungai usai melompat hingga korban hilang terseret air dan tak kunjung muncul ke permukaan selama beberapa menit.
Dimas (20), salah seorang saksi warga Desa Binangun, menduga korban langsung hilang kesadaran saat benturan terjadi.
“Kemungkinan korban tidak hafal medan dan pingsan saat kepalanya terbentur batu di dasar sungai,” ujar Dimas di lokasi kejadian.
Proses Evakuasi dan Tindakan Petugas
Melihat IZ tak kunjung muncul, delapan rekan korban yang ada di lokasi langsung panik dan berteriak meminta pertolongan. Mereka mendatangi Kadri (60), warga Harjosari yang saat itu sedang mencari pasir di sisi utara sungai.
-
Penyampaian Laporan: Kadri segera naik dari sisi timur jembatan dan mengabarkan kejadian ini kepada saksi lain bernama Tutur (40).
-
Kordinasi Polsek: Informasi tersebut langsung diteruskan ke Polsek Bandar – Polresta Batang.
-
Evakuasi Korban: Kapolsek Bandar, IPTU Bagus Priyo Atmojo, S.H., M.H., bersama jajaran anggota Polsek yang menerima laporan bergegas ke TKP di sisi barat Jembatan Lojahan.
-
Penanganan Medis: Korban yang berhasil dievakuasi langsung dilarikan ke Puskesmas Bandar I menggunakan armada kendaraan milik warga setempat bernama Warsudi (55).
Sayangnya, nyawa anak berusia 12 tahun tersebut tidak dapat tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.
Pihak kepolisian mengimbau kepada masyarakat, khususnya para orang tua, untuk lebih memperketat pengawasan terhadap anak-anak agar tidak berenang di area sungai yang dalam dan berbahaya tanpa pengawasan orang dewasa. ***
sumber: Sony










