close
Pendidikan

Rel Berbalut Ilmu: Saat Siswa SD Muhammadiyah Tangkil Tengah Menjemput Masa Depan di Atas Gerbong

template berita foto warta desa(4)

KEDUNGWUNI, WARTA DESA. – Pendidikan sejati tidak selalu terpenjara di balik tembok kelas. Pada 30 April 2026, suasana berbeda menyelimuti siswa-siswi SD Muhammadiyah Tangkil Tengah. Mereka memulai sebuah petualangan bertajuk “Edutrain”, sebuah kolaborasi apik bersama PT KAI yang mengubah gerbong kereta menjadi laboratorium ilmu yang berjalan.

Sentuhan Hangat Anita: Mengubah Rambu Menjadi Cerita

Perjalanan ini kian bermakna dengan kehadiran Anita, sosok pemandu dari tim KAI yang mendampingi dengan penuh dedikasi. Menggunakan pendekatan yang ceria dan komunikatif, Anita berhasil menyulap informasi teknis perkeretaapian menjadi dongeng ilmu pengetahuan yang memikat bagi 63 pasang mata yang berbinar.

Di sepanjang rel, anak-anak tidak hanya duduk diam. Mereka diajak menyelami filosofi di balik sistem operasional kereta api, membedah arti rambu, hingga memahami pentingnya budaya disiplin. Anita menekankan bahwa ketepatan waktu bukan sekadar soal jadwal, melainkan bentuk penghormatan terhadap fasilitas publik dan hak orang lain. Tak lupa, prosedur keselamatan menjadi materi utama guna membentuk karakter penumpang yang cerdas dan waspada sejak dini.

Sinergi Antusiasme: Guru, Orang Tua, dan Siswa

Langkah kaki mungil para siswa semakin mantap berkat kehadiran bapak dan ibu guru serta dukungan luar biasa dari para orang tua. Riuh tawa dan sorak-sorai anak-anak yang berpadu dengan pendampingan hangat menciptakan atmosfer belajar yang cair dan humanis. Jauh dari kesan kaku, setiap ilmu yang dibagikan meresap kuat ke dalam ingatan mereka, seiring dengan laju kereta yang membelah cakrawala.

Menanam Benih Etika di Jalur Nasional

Bagi pihak sekolah, Edutrain adalah bentuk komitmen untuk menghadirkan pendidikan yang relevan dengan realitas kehidupan. Luluk Zakiyah menyampaikan bahwa melalui pengalaman langsung ini, siswa diharapkan tidak hanya membawa pulang foto kenang-kenangan, tetapi juga menggenggam bekal pengetahuan tentang transportasi nasional dan etika bertransportasi yang luhur.

Ungkapan rasa syukur juga datang dari Sunyoto, yang mengapresiasi dedikasi PT KAI dan Anita dalam memberikan pengalaman berharga ini. Harapannya, semangat belajar yang lahir di atas rel ini akan terus membekas, menempa mereka menjadi generasi penerus yang disiplin, berwawasan luas, dan mencintai kemajuan negerinya.

Pelajaran hari itu sederhana namun mendalam: bahwa ilmu bisa ditemukan di mana saja, selama kita memiliki keberanian untuk melangkah dan kemauan untuk mendengarkan. (.*.)

Terkait
PKS Kota Santri serahkan bantuan al-Quran

Kedungwuni, Waradesa. - Jajaran Pengurus Dewan Pimpinan Daerah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Pekalongan, Kamis (05/01) mendatangi komplek Ponpes Miftakhul Read more

Ratusan penjaga sekolah di Batang tuntut kesejahteraan

Batang, Wartadesa. - Kecilnya honor bagi penjaga sekolah di wilayah Batang, semetara tanggung jawab mereka yang besar, seperti harus bertanggung Read more

SMP Trensains gelar workshop guru profesional

Pekalongan Kota, Wartadesa. - SMP Trensain Pekalongan menggelar workshop (pelatihan) guru profesional yang diikuti oleh seluruh guru dan tamu undangan, Read more

Mendikbud apresiasi produk siswa SMK Muhammadiyah Kajen

Kajen, Wartadesa. - Di sela kegiatannya mendampingi kunjungan kerja Presiden Joko Widodo ke Pekalongan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : edutrainkaisd muhammadiyah tangkil tengah