Batang, Wartadesa. – Munculnya satu kasus positif Korona (Covid-19) di wilayah Kota Berkembang, yakni salah seorang pekerja PLTU dan saat ini dirawat di Surabaya, membuat Bupati Batang, Wihaji bakal menyulap Rumah Dinas Bupati, di Alun-Alun Batang menjadi rumah sakit darurat penanganan Covid-19. Demikian disampaikan Wihaji dalam rapat koordinasi OPD (Organisasi Perangkat Daerah), Sabtu (28/03).
“Jadi rumah dinas saya dijadikan rumah sakit darurat adalah pilihan ketiga setelah ada ruang flamboyan RSUD Kalisari dan mess tim Persibat Batang,” kata Wihaji.
Wihaji menambahkan bahwa pemanfaatan rumah dinas untuk rumah sakit daruratsudah disetujui berbagai pihak. Sedangkan biaya pengadaan, pihaknya sudah menghitung. “Kalau rumah dinas ada beberapa kamar yang bisa dipakai untuk pasien penanganan Covid-19. Udah ada AC dan lengkap pokoknya. Untuk anggaran keuangan khusus di RS Kalisari ditambah mess pemain Persibat berkisar Rp15 miliar. Kalay rumah dinas masih dihitung,” lanjut Wihaji.
Hingga saat ini, 128 warga Batang masuk dalam ODP (orang dalam pemantauan), lima pasien dalam pengawasan (PDP) dan nihil positif Korona di Batang. (Satu positif saat ini dirawat di Surabaya).
Diketahui sebelumnya, satu pekerja PLTU Batang positif terpapar Korona, Bupati Batang, Wihaji menyampaikan, pekerja PLTU itu tengah dirawat di Rumah Sakit Husada Utama, Surabaya.
Bupati mengatakan, pekerja PLTU tersebut sempat pulang ke Surabaya pada 14 Maret 2020. Dua hari sesudahnya, 16 Maret 2020, dia kembali ke Batang dan langsung menuju kapal tongkang PLTU Batang. Pada 17 Maret 2020, dia mengeluh sakit dan memeriksakan diri ke klinik hingga kemudian dirujuk ke rumah sakit swasta di Batang. Dirawat pada 17-21 Maret 2020, pasien tersebut didiagnosis awal demam berdarah.
“Dari rumah sakit swasta di Batang pindah ke Rumah Sakit Mitra Keluarga Surabaya sesuai dengan domisilinya, pindah lagi ke RS Husada Utama. Dari hasil laboratorium pasien pekerja PLTU Batang positif corona,” jelas Wihaji. Pekerja PLTU yang terpapar Covid-19 terdeteksi dari hasil laboratorium ketika dirawat di Rumah Sakit Husada Utama Surabaya. (Eva Abdullah)










