Pekalongan Kota, Wartadesa. – Pencairan Bantuan Sosial Tunai (BST) Kota Pekalongan sudah berlangsung sejak Kamis (07/05) kemarin melalui kantor pos setempat. Adanya penerima manfaat BST yang salah sasaran, tidak ditampik oleh Wali Kota Pekalongan, Saelany Machfudz.
Orang nomor satu di Kota Pekalongan tersebut mengungkapkan bahwa data penerima BST merupakan data lama, sehinga ia yakin dalam pencairan tersebut bisa saja ada yang salah sasaran.
Untuk itu Saelany mengimbau bagi masyarakat yang sudah tidak berhak menerima untuk diberikan kepada warga lain yang benar-benar membutuhkan. Demikian disampaikan Jumat (8/5) pagi saat memantau langsung proses pencairan BST di Kantor Pos Pekalongan.
Saelany mengungkapkan bahwa BST menyasar 10 warganya. Selain itu ada bantuan lain yang berasal dari alokasi APBD Kota. “BST ini menyasar ke 10 ribu warga, ada pula bantuan lain dari APBD Kota Pekalongan sebanyak Rp200.000 selama tiga bulan untuk sasaran lain. Jangan sampai ini menimbulkan masalah karena bantuan yang dari APBD tak sebanyak BST,” terang Saelany.
Berikut jadwal pencairan dana BST Kota Pekalongan,

Sebanyak 9.910 KPM di Kota Pekalongan akan menerima BST dengan besaran Rp 600 ribu per bulan per KPM selama tiga bulan.
Kepala Kantor Pos Kota Pekalongan, Rio Ananda menjelaskan, terdapat tiga tahap dalam pencairan BST. Ada tiga mekanisme yang dilakukan untuk penyaluran yakni melalui loket kantor pos, komunitas, dan pengantaran. “Mekanisme penyaluran BST yang digunakan yakni melalui loket dan pengantaran. Untuk pengantaran tidak semua karena karakter alamat yang kadang sulit ditemukan,” ungkap Rio.
Sementara itu, Purwandi, salah seorang warga Kota Pekalongan yang berprofesi sebagai tukang ojek online, mengaku tidak mendapatkan BTS, meski bulan sebelumnya sudah ada pendataan dari Ketua RT setempat.
“Padahal sebulan lalu sudah mengumpulkan KK di RT masing-masing. Ketika ditanyakan ke RT, malah tak tahu menahu. Berarti Bantuan Sosial Tunai (BTS) hanya diterima oleh orang-orang lama dengan data lama. Kenapa Dinsos malas mengupdate data baru? Pengumpulan data dan KK warga awal April 2020 kemarin untuk mendapatkan BST dikemanakan?” Tanyanya. (Eva Abdullah)










