close
Layanan PublikLingkunganSosial Budaya

Satu minggu terakhir warga Siberuk Paninggaran kekurangan air bersih

image834

Paninggaran, Wartadesa. – Sudah satu minggu terakhir warga Dukuh Siberuk, Desa Lambanggelun, Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan kekurangan air bersih. Mereka terpaksa harus ngangsu (mengambil) dari sumber mata air di kawasan hutan pinus Perhutani yang jaraknya 1,3 kilometer dari permukiman.

”Sudah satu minggu lebih 65 KK dan 307 jiwa warga dukuh Siberuk kekurangan air bersih, hal itu dikarenakan sumu-sumur sudah banyak yang kering karena kemarau panjang. Dan untuk mencukupi kebutuhan air bersih mereka memanfaatkan sumber mata air terdekat yang jaraknya kurang lebih 1,3 kilometer di area perkebunan milik perhutani,” jelas Danramil Paninggaran, Kapten Cpm Abdul Khamim, Ahad  (08/09).

Khamim menambahkan, sebelumnya, pada hari Rabu 4 September 2019 masyarakat Dukuh Siberuk Desa Lambanggelung sudah mendapat bantuan air bersih dr BPBD Kabupaten Pekalongan sebanyak 1 truk tangki yang berisi 5000 liter karena. Namun karena kurang dan belum cukup maka masyarakat berinisiatip untuk mengambil air bersih dari mata air terdekat terdekat tersebut.

”Bantuan dari Pemerintah Kabupaten Pekalongan sudah ada, yaitu dengan memberikan 5000 liter air, namun karena masih kurang, sehingga warga berupaya mencari sumber mata air terdekat untuk memenuhi kebutuhannya.” Ujar Khamim.

Saat ini Danramil bersama Forkompincam Paninggaran dan aparat Desa setempat, berupaya untuk mencari solusi dengan membuat saluran air/dengan pipa peralon dan membuat bak penampungan air, agar air bisa mengalir sampai ke pemukiman warga.

” Saat ini selain kita berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Pekalongan untuk pendistribusian air bersih, juga bersama Forkompincam dan aparat Desa Setempat mencari solusi guna mengalirkan air dari sumber mata air di area perhutani agar bisa menjangkau ke pemukiman warga,”pungkas Danramil. (Penerangan Kodim Pekalongan)

Tags : krisis air