close
Sosial Budaya

Tak ada demo warga Pekalongan di Jakarta

received_544357273005853
Kapolres Pekalongan AKBP Aris Tri Yunarko, S.I.K., M.Si melalui Kabag Ops Kompol GN. Simatupang mengatakan, dua pertiga kekuatan personil Polres Pekalongan dan Polsek jajaran di siagakan guna untuk mengamankan proses pelantikan Anggota DPR RI hasil Pemilu 2019. “Memang tidak ada personil Polres Pekalongan yang dilibatkan pengamanan pelantikan anggota DPR RI di Gedung Kura-kura, Kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, hanya saja Polres jajaran khususnya Polres Pekalongan ikut disiagakan diwilayahnya masing-masing,” ucap Kabag Ops. Menurut Kompol GN. Simatupang, pasukan itu sejak pagi tadi sudah di siagakan guna untuk melakukan kegiatan patroli dan Operasi (razia) guna untuk memonitor kegiatan masyarakat yang dapat mengganggu keamanan dan kenyamanan di tengah-tengah masyarakat. Lebih lanjut Kabag Ops menambahkan, ada sekitar 50 personil gabungan baik dari fungsi Sabhara, Reskrim, Intelkam dan Propam disiagakan diperbatasan guna mengetahui barangkali ada simpatisan atau kelompok-kelompok tertentu yang akan menggagalkan pelantikan anggota DPR RI. Namun berdasarkan hasil koordinasi dengan polsek jajaran yang ada di wilayah hukum Polres Pekalongan, sampai saat ini belum ada suatu kelompok atau simpatisan yang akan mengerahkan massa ke gedung DPR RI di senayan , Jakarta.
Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rusak, warga rehab Mushola “Pasar Kebo”

Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

Meneruskan estafet kepemimpinan rating IPPNU Pecakaran

Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Pecakaran, Wonokerto - Pekalongan berlangsung khidmad. (14/10) Foto : Wahidatul Maghfiroh/wartadesa. Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian