Kandangserang, WartaDesa. – Tanah bergerak di Dukuh Bodas, Desa Bodas, Kandangserang, Kabupaten Pekalongan pada Januari 2018 pernah terjadi. Saat itu, akibat tanah bergerak, sejumlah rumah warga rusak. Kerusakan terjadi di lahan pertanian, jalan pedukuhan, jalan desa, dan jalan provinsi di wilayah itu ambles.
Fenomena yang sama terjadi pada Senin (14/12) kemarin. Lahan seluas lima hektar di dukuh tersebut terus bergerak akibat intensitas hujan yang turun cukup tinggi. Tanah bergerak pun terjadi di permukiman, hingga mengakibatkan 86 KK terdampak memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Handoyo, Staf Pemerintahan Desa Bodas mengungkapkan bahwa sebelum tanah di permukiman warga retak, ada longsor di lahan pertanian. “Retakan tanah di permukiman menyusul adanya tanah longsor di lahan pertanian warga Dusun Bodas, permukiman mulai retak pada Senin pagi,” ujarnya.
Tanah bergerak terus berlangsung hingga malam harinya. Lanjut Handoyo. Ia menyebut warga yang terdampak meliputi Dukuh Bodas I RT 01 RW 02 dan Bodas II Rt 03.
Menurut Handoyo, retakan yang terjadi cukup lebar, yakni 50 centimeter sepanjang 3 KM, “dari permukiman warga sampai Sungai Benjaran, di sebelah barat,” tuturnya. (Bono)










