Kandangserang, Warta Desa, 24 Januari 2024. — Fenomena tanah bergerak melanda wilayah perbukitan di Kabupaten Pekalongan, tepatnya di Dukuh Bubak, Desa Bubak, Kecamatan Kandangserang. Akibat hujan deras dengan intensitas tinggi, dua unit rumah milik warga mengalami kerusakan serius setelah pondasi tanah di bawahnya ambles dan bergeser pada Jumat sore, 23 Januari 2026.
Peristiwa ini mulai dirasakan oleh warga sekitar pukul 15.00 WIB. Berdasarkan laporan dari Kepala Desa setempat, pergerakan tanah terjadi secara perlahan namun pasti hingga merusak bangunan permanen. Menanggapi situasi tersebut, Kapolres Pekalongan Rachmad C. Yusuf melalui Kapolsek Kandangserang Slamet Riyadi mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerjunkan personel untuk melakukan pengecekan lokasi guna memastikan keselamatan para penghuni.
Setelah dilakukan pengecekan di lapangan, ditemukan dua rumah warga di lingkungan RT 008 RW 004 yang terdampak cukup parah. Rumah tersebut diketahui milik Sani yang berusia 59 tahun dan Kowiyah yang berusia 63 tahun. Kondisi rumah Sani mengalami kerusakan fatal di bagian belakang, di mana tembok bangunan roboh total akibat tanah penyangganya ambles ke bawah. Sementara itu, rumah milik Kowiyah mengalami keretakan yang sangat mengkhawatirkan pada bagian depan dan samping.
Slamet Riyadi menjelaskan bahwa berdasarkan pendataan di tempat kejadian, rumah Kowiyah mengalami keretakan dengan lebar lubang mencapai kurang lebih 10 sentimeter. Total panjang keretakan tersebut mencapai sekitar 15 meter yang memanjang dari bagian depan hingga ke samping rumah. Struktur bangunan yang sudah tidak stabil ini menyebabkan kerugian materiil yang ditaksir cukup besar bagi kedua korban.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Pihak Polsek Kandangserang bersama perangkat desa setempat telah memberikan imbauan kepada para pemilik rumah untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat terjadi hujan susulan. Para penghuni rumah diminta untuk sementara waktu mengungsi ke tempat saudara yang lebih aman jika hujan turun lebat kembali, mengingat kondisi tanah di lokasi masih sangat labil dan berisiko terjadi pergerakan susulan.
Hingga saat ini, pihak kepolisian terus berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Pekalongan untuk langkah mitigasi lebih lanjut. Personel Bhabinkamtibmas juga disiagakan untuk terus memantau perkembangan struktur tanah di wilayah tersebut guna mengantisipasi agar area terdampak tidak meluas ke pemukiman warga lainnya. (Redaksi)










