Pemalang, Wartadesa. – Korban terlindas truk, Aditya Febrian Rusmana, warga Desa Kendalsari 5 Sidomulyo Rt. 03/05 Kecamatan Petarukan Kabupaten Pemalang sudah lima hari dirawat di ruang ICU Rumah Sakit Siaga Medika Pemalang. Pasien merupakan keluarga kurang mampu, sehingga butuh bantuan dermawan untuk meringankan beban mereka.
Aditya menjadi korban kecelakaan, dia terlindas truk di lampu merah Petarukan. Sudah lima hari dia dirawat di rumah sakit tersebut. Dan orang tua korban membutuhkan biaya Rp. 50 juta. Sementara kondisi orang tua korban merupakan janda dengan penghasilan Rp. 25 ribu perhari.
Untuk makan saja susah pak, bantu saya, siapa tahu ada dermawan atau peduli kasih yang mau menolong anak saya. Kalimat tersebut dikirimkan melalui pesan singkat kepada wartawan Pemalang, Joko Longkeyang.
Sebelumnya, Joko Longkeyang mendapat pesan dari nomor 085875698868, yang mengaku hamba Allah, pada Kamis pagi (31/05).
”Wahai hamba Allah, aku seorang ibu yang sedang berjuang menyelamatkan nyawa anakku , karena korban kecelakaan jalan raya terlindas truk, sekarang anakku berada di RS Siaga Medika kini aku binggung karena harus mengeluarkan biaya sebesar 50juta, sementara aku hanya seorang janda, dengan penghasilan 25 rb perhari, wahai hamba Allah di manapun berada tolong bantulah saya untuk memperjuangkan nyawa anakku,“
Awalnya pesan singkat tersebut diabaikan, namun muncul pesan lanjutan, ”assalamu alaikum ..pak apa yang ku ceritakan sebenar benarnya, tolong pak , bantulah saya untuk mencari donatur atau peduli kasih, demi kesembuhan anakku, demi Allah pak, demi Rosullulah, semua ini benar adanya, tolonglah kami pak.”
Setelah dihubungi kembali ke nomor tersebut, Joko Longkeyang mendapatkan nama dan alamat korban beserta permasalahan yang dihadapi orang tua korban.
Dokter RS Medika yang dihubungi Joko Longkeyang, dr. Ovi Antoro, membenarkan kasus yang menimpa Aditya. “Betul pak, ada pasien atas nama Aditya Febrian Rusmana korban kelindes truk, sudah di tangani tiga dokter, dokter tulang, dokter urologi dan dr. bedah,” tuturnya.
Ovi Antoro menambahkan bahwa pihak RS Medika sudah membantu keringanan biaya pasien sebesar 20 persen, setelah pihak rumah sakit melakukan survei ke rumah pasien. Pasien termasuk keluarga tidak mampu.
Saat ini, pihak humas rumah sakit sudah mengarahkan orang tua pasien untuk mengurus ke Jasa Raharja. Namun belum ada titik temu antara Jasa Raharja dengan keluarga pasien. Lanjut Ovi. (Eva abdullah, sumber: Harian Pemalang)










