Pemalang, Wartadesa. – Tingkat Pengangguran Terbuka di Kabupaten Pemalang mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya. Rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Pemalang pada 18 Desember 2018 lalu menyebut pada tahun 2017 persentase TPT sebesar 5,59% sedangkan pada tahun 2018 menurut data pada bulan Agustus naik menjadi 6,21%.
Kepala BPS Pemalang, Prita Rextiana mengungkapkan bahwa tingkat pengangguran terbuka di wilayah urban (perkotaan) cenderung lebih tinggi ketimbang wilayah rural (perdesaan). “Pada Agustus 2018, TPT di perkotaan sebesar 6,54% sedangkan TPT di pedesaan sebesar 5,80%.” Tuturnya.
Prita menambahkan, berdasarkan jenjang pendidikan, kontribusi tertinggi dari lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), yakni sebesar 23,73% lulusan yang tidak terserap dunia kerja.
Sementara itu, data inflasi di Kabupaten Pemalang mengalami penurunan. Pada bulan November 2018 di Pemalang terjadi inflasi sebesar 0,31% dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 130.22 lebih rendah dibandingkan dengan bulan Oktober 2018 yang mengalami inlasi sebesar 0,33% dengan Indeks Harga Konsumen sebesar 129,82.
Inflasi di Kabupaten Pemalang diakibatkan oleh adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks pada kelompok bahan makanan sebesar 1,20%; sandang sebesar 0,42%; transportasi dan komunikasi sebesar 0,22%; pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 0,17%; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,09%; kelompok kesehatan sebesar 0,01%. Sedangkan kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau turun sebesar -0,10%.
BPS tercatat angka kemiskinan di Kabupaten Pemalang menurun, baik dari jumlah penduduk miskin maupun persentase penduduk miskin. Pada tahun 2017 persentase kemiskinan di Kabupaten Pemalang mencapai 17,58% dari penduduk Pemalang atau berjumlah sekitar 227.080 jiwa. Memasuki tahun 2018 persentase penduduk miskin di Kabupaten Pemalang menurun menjadi 16,04% atau sebesar 208.340 jiwa. (Sumber: Kabar Pemalang)










