close
Hukum & Kriminal

Toko Bangunan dibobol maling, kerugian capai ratusan juta

pencurian

Siwalan, Wartadesa. – Toko Bangunan milik Sabrawi (66) warga Desa Wonosari, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan dibobol maling. Ahad (17/05), akibat kejadian tersebut korban mengalami kerugian Rp 170 jutaan.

Kasat reskrim Polres Pekalongan AKP Poniman mengungkapkan bawa korban telah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek sekitar pukul 11.00 WIB  atas dugaan tindak pidana pencurian dengan pemberatan sebagaimana dimaksud dalam pasal 363 KUHPidana.

Laporan korban langsung saja ditindaklanjuti petugas. Menurut AKP Poniman, modus operandi pelaku pencurian dengan cara memanjat atap genteng rumah kemudian membongkar genteng. Kemudian memecah dengan melobangi Plafon dari atap eternet ruangan untuk jalan masuk dan keluar.

“Untuk kasus ini masih dalam lidik. Adapun barang bukti yang diamankan adalah dua buah pecahan Plafon ruangan. Satu tangga terbuat dari bambu dengan panjang + 4 Meter, ” kata Poniman.

Kejadian pencurian tersebut, awalnya diketahui ole istri korban sekitar pukul 07.15 WIB, saat ia hendak mengambil uang yang disimpan didalam lemari ruangan gudang rumah. Namun saat dilokasi ia kaget karena melihat pintu lemari tersebut dalam keadaan terbuka dan kondisi isi didalam lemari acak-acakan.

Mengetahui hal tersebut istri korban langsung memberitahu kepada korban dan setelah itu langsung dilakukan pengecekan isi dalam lemari. Apes setelah dicek uang tunai senilai Rp. 100 juta yang diikat dengan karet gelang dan sebelumnya ditaruh di dalam lemari pada rak bagian atas sudah tidak ada.

Tak hanya itu saja, uang tunai senilai Rp. 70 juta, berada didalam laci lemari sudah tidak ada. Adanya kejadian itu korban sempat menanyakan anggota keluarga namun tidak mengetahuinya.

Saat dilakukan pengecekan juga terdapat didalam ruangan tersebut ada lubang pada eternit. Diduga terbit yang dijebol pelaku tersebut dijadikan sebagai jalan masuk. Akibat dijebol pecahan plafon atap eternet masih berserakan dilantai. Kemudian terdapat bekas pijakan kaki pada dinding tembok ruangan.

Kemudian korban juga mengecek pada utara samping rumah terdapat tangga yang terbuat dari bambu yang berdiri pada tembok samping rumah.

Diduga pelaku masuk kedalam rumah dengan cara memanjat menggunakan tangga melalui utara samping rumah menuju ke atap genteng lalu pelaku membuka genteng untuk jalan masuk kedalam atap rumah. Selanjutnya pelaku merusak/menjebol plafon ruang gudang untuk jalan masuk kedalam ruang dibuktikan dengan lubang eternet yang telah dijebol dan pecahan plafon ruangan. (Eva Abdullah)

Tags : pencurian